Sep 16, 2026
Hukum

Tangerang — Mahasiswa UEU Edukasi Warga Sindang Panon Cegah DBD dan Stunting

Suasana hangat dan penuh antusiasme mewarnai kawasan Perumahan Griya Lestari Permai, Desa Sindang Panon, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang. Puluh

Tangerang — Mahasiswa UEU Edukasi Warga Sindang Panon Cegah DBD dan Stunting

Suasana hangat dan penuh antusiasme mewarnai kawasan Perumahan Griya Lestari Permai, Desa Sindang Panon, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang. Puluhan warga berkumpul untuk mengikuti serangkaian kegiatan sosialisasi kesehatan yang diinisiasi oleh generasi muda akademisi. Langkah nyata ini menjadi bukti bagaimana ilmu pengetahuan di bangku kuliah dapat diturunkan langsung ke tengah pemukiman demi menjawab tantangan kesehatan masyarakat yang kian kompleks.

Tim Mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Esa Unggul (UEU) Powered by Arizona State University menggelar kegiatan edukasi dan pemberdayaan kesehatan terpadu bagi warga di wilayah RW 09 Desa Sindang Panon. Inisiatif kolaboratif ini berfokus pada dua isu kesehatan vital yang membutuhkan perhatian ekstra dari masyarakat setempat, yakni pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) serta penanganan stunting sejak dini.

Inovasi Farmasi untuk Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, para mahasiswa tidak sekadar menyampaikan materi satu arah, melainkan mengajak warga berdialog interaktif mengenai bahaya penularan DBD yang kerap meningkat seiring perubahan cuaca. Penekanan diberikan pada pemahaman tindakan pencegahan 3M Plus, pemeliharaan kebersihan lingkungan sekitar, serta pemanfaatan bahan-bahan alam yang aman sebagai larvasida maupun racikan pengusir nyamuk alami. Pendekatan berbasis kefarmasian ini dinilai sangat praktis untuk diterapkan di tingkat rumah tangga.

"Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya paham secara teori, tetapi juga mampu mempraktikkan gaya hidup bersih dan mengenali potensi bahan herbal di sekitar mereka untuk menjaga kesehatan keluarga secara mandiri," ujar perwakilan tim mahasiswa farmasi UEU di sela-sela kegiatan.

Penggunaan edukasi interaktif ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif warga, sehingga lingkungan pemukiman RW 09 mampu bertransformasi menjadi kawasan yang lebih tanggap dan tahan terhadap ancaman penyakit menular.

Menekan Angka Stunting Lewat Kesadaran Gizi dan Obat

Selain ancaman DBD, bahaya stunting atau gangguan pertumbuhan pada anak turut menjadi agenda utama dalam program pemberdayaan ini. Para mahasiswa memberikan edukasi mendalam mengenai pentingnya pemenuhan asupan gizi seimbang pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pola pengasuhan yang tepat, hingga peran vital sanitasi lingkungan rumah tangga.

Masyarakat juga dibekali pemahaman dasar mengenai pemanfaatan obat yang aman dan rasional melalui prinsip kefarmasian DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat dengan benar) guna mendukung kesehatan ibu hamil serta balita secara optimal.

Untuk memberikan gambaran rinci mengenai fokus dan dampak kegiatan edukasi ini, berikut adalah ringkasan strategi yang dijalankan oleh para mahasiswa:

Fokus Program Strategi Edukasi Target Dampak Utama
Pencegahan DBD Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) & Larvasida Alami Penurunan angka jentik nyamuk di lingkungan pemukiman
Penanganan Stunting Edukasi Gizi 1.000 HPK & Penyuluhan DAGUSIBU Peningkatan kualitas kesehatan serta tumbuh kembang balita

Sinergi Akademis dan Pengabdian Nyata

Program pengabdian masyarakat ini sejalan dengan visi Universitas Esa Unggul yang bekerja sama dengan Arizona State University untuk melahirkan lulusan berwawasan global yang tetap berakar kuat pada kontribusi nyata di masyarakat. Melalui kegiatan lapangan ini, mahasiswa tidak hanya menguji teori yang dipelajari di laboratorium, tetapi juga mengasah kepedulian sosial serta kemampuan komunikasi publik.

Harapannya, sinergi antara akademisi dan warga Desa Sindang Panon ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan. Penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) yang telah disosialisasikan diharapkan mengakar menjadi budaya harian warga, sehingga potensi penularan DBD dapat ditekan dan risiko stunting pada anak-anak di Kabupaten Tangerang dapat dicegah sejak dini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User