Tak Ada yang Abadi, Gletser di Puncak Jaya Diprediksi Habis Total Akhir 2026

Fenomena memprihatinkan tengah berlangsung di puncak tertinggi Indonesia. Berdasarkan laporan yang dihimpun Apaberita.com, hamparan es abadi yang selama ribuan tahun menghiasi Puncak Jaya, Papua, kia

Jul 07, 2026 - 23:09
0 0
Tak Ada yang Abadi, Gletser di Puncak Jaya Diprediksi Habis Total Akhir 2026

Fenomena memprihatinkan tengah berlangsung di puncak tertinggi Indonesia. Berdasarkan laporan yang dihimpun Apaberita.com, hamparan es abadi yang selama ribuan tahun menghiasi Puncak Jaya, Papua, kian mendekati titik kritis kepunahannya. Kemegahan gletser tropis yang pernah menjadi kebanggaan bangsa diperkirakan akan tinggal cerita dalam hitungan bulan mendatang.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), laju penyusutan es di kawasan pegunungan Jayawijaya terus mengalami percepatan yang mengkhawatirkan. Para ahli memperkirakan tutupan es yang tersisa saat ini akan benar-benar menghilang pada akhir tahun 2026 atau paling lambat awal tahun 2027. Ini menandai berakhirnya salah satu warisan alam paling berharga yang dimiliki nusantara.

Dari 4,3 Km Persegi Tinggal 0,09 Km Persegi

Data historis menunjukkan penurunan dramatis luas gletser Puncak Jaya. Pada tahun 1988, bentangan es abadi di kawasan itu masih mencapai 4,3 kilometer persegi. Namun, hasil pengamatan terbaru pada September 2025 menunjukkan kondisi yang sangat kontras, di mana luas gletser tersebut menyusut drastis hingga tersisa hanya 0,09 kilometer persegi. Angka ini menggambarkan penyusutan lebih dari 97 persen dalam kurun waktu kurang dari empat dekade.

"Tidak lama lagi, Indonesia mungkin akan kehilangan es abadinya untuk selamanya. Ini bukan sekadar kehilangan pemandangan alam, melainkan juga kehilangan laboratorium alam yang sangat berharga bagi penelitian iklim," demikian pernyataan yang dikutip Apaberita.com dari dokumentasi resmi BMKG.

Fenomena mencairnya gletser di Puncak Jaya merupakan bagian dari tren global yang dipicu oleh kenaikan suhu bumi. Kawasan tropis seperti Indonesia menjadi wilayah yang paling rentan terhadap dampak pemanasan global ini. Gletser yang berada di ketinggian 4.884 meter di atas permukaan laut tersebut tidak memiliki cukup waktu untuk memulihkan massa esnya akibat suhu yang terus meningkat sepanjang tahun.

Hilangnya es abadi Puncak Jaya juga membawa dampak bagi ekosistem lokal dan ketersediaan air di wilayah sekitarnya. Selama ini, lelehan es secara perlahan memasok air ke sungai-sungai yang menjadi sumber kehidupan masyarakat adat di kawasan pegunungan tengah Papua. Kepunahan gletser ini akan mengubah siklus hidrologi yang telah berlangsung selama ribuan tahun, berpotensi memicu krisis air di masa depan.

Berbagai upaya pemantauan dan penelitian telah dilakukan untuk mendokumentasikan detik-detik terakhir keberadaan gletser tropis ini sebelum benar-benar lenyap dari bumi pertiwi. Para ilmuwan berharap data yang terkumpul dapat menjadi pengingat bagi generasi mendatang tentang betapa rapuhnya keseimbangan alam bila terus diabaikan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Editor Ekonomi. Editor isu pasar, bisnis, dan moneter.

Comments (0)

User