Oct 10, 2026
Politik

Survei: Taj Yasin Tokoh Terpopuler Pilkada Jawa Tengah

JAKARTA — Lembaga survei Parameter Politik Indonesia merilis hasil pemetaan elektabilitas dan popularitas tokoh dalam bursa bakal calon Gubernur Jawa Tengah pada Pemilihan Kepala Daerah 2024. Berdas...

Survei: Taj Yasin Tokoh Terpopuler Pilkada Jawa Tengah

JAKARTA — Lembaga survei Parameter Politik Indonesia merilis hasil pemetaan elektabilitas dan popularitas tokoh dalam bursa bakal calon Gubernur Jawa Tengah pada Pemilihan Kepala Daerah 2024. Berdasarkan hasil survei tersebut, mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018–2023, Taj Yasin Maimoen, menempati posisi teratas sebagai tokoh paling populer di kalangan responden.

Hasil tersebut disampaikan dalam rilis resmi lembaga survei yang berbasis di Jakarta itu. Parameter Politik Indonesia menyatakan bahwa pengukuran dilakukan untuk memotret peta awal kontestasi Pilkada Jawa Tengah, khususnya pada aspek pengenalan publik terhadap sejumlah nama yang digadang-gadang maju sebagai bakal calon gubernur.

"Taj Yasin Maimoen menjadi tokoh terpopuler dalam bursa bakal calon Gubernur Jawa Tengah berdasarkan hasil survei yang kami lakukan," demikian pernyataan Parameter Politik Indonesia dalam siaran persnya.

Posisi puncak yang diraih Taj Yasin tidak terlepas dari rekam jejaknya sebagai Wakil Gubernur Jawa Tengah mendampingi Ganjar Pranowo selama satu periode. Selama menjabat, ia dinilai memiliki tingkat eksposur yang cukup tinggi, terutama melalui program-program keagamaan, pemberdayaan pesantren, serta kegiatan sosial kemasyarakatan di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Rekam Jejak dan Basis Dukungan

Taj Yasin Maimoen merupakan putra ulama kharismatik sekaligus pendiri Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, KH Maimoen Zubair. Latar belakang tersebut memberikan modal sosial dan keagamaan yang kuat, khususnya di wilayah pesisir utara Jawa Tengah yang menjadi basis tradisional Nahdlatul Ulama.

Selain faktor ketokohan, faktor kedekatan kultural dengan basis massa pesantren disebut menjadi salah satu variabel yang turut mendongkrak tingkat popularitasnya. Parameter Politik Indonesia menegaskan bahwa popularitas dan elektabilitas merupakan dua variabel yang berbeda, namun keduanya saling berkaitan dalam menentukan peta awal kontestasi politik daerah.

Meski demikian, lembaga survei mengingatkan bahwa hasil pemetaan ini masih bersifat dinamis. Pergerakan dukungan publik dinilai sangat mungkin berubah seiring munculnya bakal calon lain, terbentuknya koalisi partai politik, serta dinamika isu yang berkembang menjelang pendaftaran pasangan calon ke Komisi Pemilihan Umum Daerah.

Peta Kontestasi dan Dinamika Koalisi

Dalam bursa Pilkada Jawa Tengah, sejumlah nama lain turut disebut memiliki tingkat keterpilihan yang kompetitif. Nama-nama tersebut berasal dari kalangan kepala daerah, anggota legislatif, hingga tokoh nasional yang memiliki keterikatan dengan Jawa Tengah. Namun, hasil survei Parameter Politik Indonesia menempatkan Taj Yasin pada posisi terdepan dari sisi popularitas.

Menurut lembaga survei, tingginya angka popularitas seorang tokoh belum tentu berbanding lurus dengan elektabilitas akhir. Sebab, pemilih di Jawa Tengah dikenal memiliki pertimbangan rasional yang dipengaruhi oleh figur, program kerja, serta dukungan partai politik pengusung.

Parameter Politik Indonesia menyatakan bahwa hasil survei ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi partai politik dalam menentukan arah koalisi dan penetapan bakal calon. Partai politik diharapkan menindaklanjuti temuan survei dengan melakukan penjaringan aspirasi di tingkat akar rumput sebelum mengambil keputusan resmi dalam rapat pleno maupun forum koordinasi tingkat provinsi.

Tahapan dan Agenda Pilkada

Berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan, tahapan Pilkada serentak 2024 dijadwalkan berlangsung dengan pendaftaran pasangan calon pada akhir Agustus mendatang. Komisi Pemilihan Umum telah menetapkan jadwal dan tahapan yang menjadi acuan bagi seluruh penyelenggara di daerah, termasuk di Provinsi Jawa Tengah.

Merujuk pada Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dapat diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang memenuhi ambang batas perolehan kursi maupun suara sah. Dengan demikian, keputusan akhir mengenai pencalonan berada di ranah internal partai politik masing-masing.

Pengamat politik menilai bahwa hasil survei Parameter Politik Indonesia menjadi sinyal awal bagi partai politik untuk segera melakukan konsolidasi. Sosok dengan tingkat popularitas tinggi berpotensi menjadi magnet koalisi, terutama bagi partai yang ingin mengusung calon dengan daya tarik elektoral kuat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Taj Yasin Maimoen maupun pernyataan sikap dari partai politik yang secara khusus mengusung namanya. Parameter Politik Indonesia menegaskan bahwa hasil survei ini merupakan potret sementara dan bukan prediksi akhir hasil Pilkada Jawa Tengah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User