Survei Parameter: Taj Yasin Maimoen Terpopuler di Pilkada Jateng
Hasil survei terbaru yang dirilis oleh Lembaga Parameter Politik Indonesia menempatkan mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018–2023, Taj Yasin Maimoen, sebagai figur dengan tingkat popularita...
Hasil survei terbaru yang dirilis oleh Lembaga Parameter Politik Indonesia menempatkan mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018–2023, Taj Yasin Maimoen, sebagai figur dengan tingkat popularitas tertinggi dalam bursa pencalonan Gubernur Jawa Tengah. Temuan ini disampaikan dalam paparan yang digelar di Jakarta, Selasa (15/8/2024), dan menjadi sinyal awal konfigurasi kekuatan politik menjelang Pilkada Serentak 2024.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Raden Kusumo Adi, menyatakan bahwa survei dilakukan untuk memetakan preferensi pemilih terhadap sejumlah tokoh yang digadang-gadang maju dalam kontestasi Pemilihan Gubernur Jawa Tengah. “Berdasarkan hasil survei kami, Taj Yasin Maimoen memperoleh tingkat popularitas sebesar 82,4 persen dan elektabilitas mencapai 25,8 persen dalam simulasi terbuka, unggul signifikan di atas tokoh-tokoh lainnya,” jelasnya.
Peta Popularitas dan Elektabilitas Awal
Survei yang dilaksanakan pada 1–10 Agustus 2024 ini melibatkan 1.200 responden yang tersebar di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Metode penarikan sampel menggunakan multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,8 persen. Data dikumpulkan melalui wawancara tatap muka oleh enumerator terlatih.
Dalam simulasi terbuka, selain Taj Yasin, sejumlah nama lain turut muncul di papan atas. Mantan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, berada di posisi kedua dengan elektabilitas 17,2 persen, diikuti oleh mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, dengan 14,5 persen. Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Bambang Wuryanto, mencatatkan angka 11,3 persen. Adapun tokoh lain seperti Bupati Kendal Dico M. Ganinduto dan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn.) Andika Perkasa masih berada di bawah 10 persen.
“Tingginya popularitas Taj Yasin tidak terlepas dari rekam jejaknya sebagai Wakil Gubernur Jawa Tengah selama lima tahun serta latar belakangnya sebagai putra ulama kharismatik, almarhum KH Maimoen Zubair. Dua faktor ini membentuk persepsi publik yang kuat terhadap sosoknya,” tambah Raden Kusumo Adi.
Faktor Penopang Keunggulan Taj Yasin
Analisis kualitatif yang menyertai survei menunjukkan bahwa responden mengasosiasikan Taj Yasin dengan nilai-nilai religiusitas dan kedekatan dengan kalangan pesantren. Figur yang akrab disapa Gus Yasin ini dinilai mampu merepresentasikan karakter masyarakat Jawa Tengah yang religius dan pluralis. Selain itu, pengalamannya mendampingi Gubernur Ganjar Pranowo di periode sebelumnya dianggap sebagai modal birokratis yang krusial.
“Publik melihat Taj Yasin sebagai figur yang merangkul semua kalangan, baik dari sisi Nahdlatul Ulama, nasionalis, maupun kelompok masyarakat umum. Ini yang membuat elektabilitasnya sulit ditandingi dalam jangka pendek,” ungkap peneliti senior Parameter Politik Indonesia, Sari Dewayanti, dalam sesi diskusi.
Di sisi lain, variabel kinerja dan program kerja turut menjadi pertimbangan pemilih. Sebanyak 46,5 persen responden menyebut bahwa pengalaman pemerintahan menjadi faktor utama dalam menentukan pilihan, disusul oleh kedekatan emosional dan kesamaan latar belakang budaya sebesar 29,1 persen.
Dinamika Koalisi dan Potensi Perubahan
Meski unggul, posisi Taj Yasin belum sepenuhnya aman mengingat dinamika koalisi partai masih sangat cair. PDI Perjuangan sebagai partai pemenang di Jawa Tengah diprediksi akan mengusung kader internalnya, namun elektabilitas Bambang Wuryanto yang masih tertinggal membuka peluang bagi koalisi lebih luas. Sementara itu, nama Hendrar Prihadi dan Sudirman Said diisukan mendapatkan dukungan dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) dan poros partai non-parlemen.
“Angka 25,8 persen memang tinggi, tetapi belum mencapai ambang batas aman. Segalanya akan sangat bergantung pada konfigurasi koalisi dan siapa yang akhirnya mendapatkan tiket dari partai besar. Kami melihat potensi Taj Yasin akan semakin besar jika ia mampu mengonsolidasikan kekuatan dengan partai-partai berbasis Islam dan nasionalis sekaligus,” ujar Raden Kusumo Adi.
Survei Parameter Politik Indonesia ini juga mengukur tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan provinsi saat ini, yang mencapai 67,8 persen. Angka tersebut dinilai menjadi modal positif bagi kandidat yang memiliki kesinambungan dengan kepemimpinan sebelumnya. Taj Yasin dianggap sebagai tokoh yang paling mampu meneruskan program-program strategis yang telah berjalan.
Pilkada Jawa Tengah 2024 menjadi salah satu kontestasi paling dinamis mengingat posisi strategis provinsi ini dalam peta politik nasional. Dengan populasi lebih dari 36 juta jiwa dan sejarah kekuatan politik yang plural, pertarungan menuju kursi gubernur diprediksi akan berlangsung ketat meskipun survei awal menunjukkan dominasi satu figur. Semua pihak kini menanti langkah resmi partai politik dalam menetapkan calon kepala daerah yang akan diusung.
Comments (0)