SURABAYA — Pengawasan arus barang impor dan ekspor di Terminal Petikemas Surabaya (TPS) resmi diperkuat. Dua unit container scanner atau pemindai peti kemas baru kini beroperasi penuh di kawasan pelabuhan terbesar di Jawa Timur tersebut. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperketat kontrol terhadap keluar-masuknya barang dari dan ke luar negeri, sekaligus menekan potensi penyelundupan serta pelanggaran kepabeanan.
Kehadiran perangkat pemindai generasi terbaru itu disebut mampu mempercepat proses pemeriksaan tanpa mengorbankan akurasi. Jika sebelumnya pemeriksaan peti kemas masih banyak mengandalkan cara manual dan acak, kini seluruh kontainer yang melintas dapat dipindai secara menyeluruh dalam hitungan menit. Hasil pemindaian langsung terhubung ke sistem pusat, sehingga petugas dapat menganalisis isi kontainer tanpa harus membongkar muatan secara fisik.
Kronologi Penguatan Fasilitas di TPS
- Kajian kebutuhan: Otoritas pelabuhan menilai volume bongkar-muat peti kemas terus meningkat setiap tahun, sementara kapasitas pengawasan manual dinilai terbatas.
- Pengadaan perangkat: Dua unit container scanner berteknologi X-ray berdaya tembus tinggi didatangkan untuk menggantikan sebagian metode pemeriksaan konvensional.
- Instalasi dan uji coba: Perangkat dipasang di jalur keluar-masuk utama terminal dan melalui tahap kalibrasi bersama tim teknis kepabeanan.
- Operasional penuh: Pemindai resmi diaktifkan untuk melayani seluruh arus kontainer ekspor maupun impor di TPS.
Menurut data yang dihimpun, waktu pemeriksaan per kontainer kini dipangkas hingga kurang dari 5 menit per unit, jauh lebih efisien dibandingkan inspeksi manual yang bisa memakan waktu puluhan menit. Efisiensi ini dinilai krusial mengingat TPS melayani ribuan peti kemas setiap pekan dari berbagai negara mitra dagang.
Dampak bagi Dunia Usaha dan Pengawasan
| Aspek | Sebelum | Setelah |
|---|---|---|
| Metode Pemeriksaan | Manual & Acak | Pemindaian Menyeluruh |
| Waktu per Kontainer | Puluhan Menit | < 5 Menit |
| Deteksi Barang Terlarang | Terbatas | Lebih Akurat |
| Kecepatan Arus Barang | Rawan Antrean | Lebih Lancar |
Pengamat kepabeanan menilai langkah ini sebagai terobosan penting. "Digitalisasi pengawasan di pelabuhan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Pemindai kontainer menjadi mata kedua yang tak pernah lelah," ujar seorang analis logistik saat dihubungi. Ia menambahkan, efektivitas perangkat ini sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang mengoperasikannya.
Dari sisi pelaku usaha, penambahan fasilitas ini diharapkan mempercepat waktu tunggu atau dwelling time yang selama ini menjadi keluhan eksportir dan importir. Proses yang lebih cepat berarti biaya logistik dapat ditekan, daya saing produk Indonesia di pasar global pun ikut terdongkrak.
Meski demikian, sejumlah pihak mengingatkan agar pengoperasian pemindai dibarengi dengan pemeliharaan rutin dan pelatihan berkelanjutan bagi operator. Tanpa itu, perangkat canggih berisiko menjadi investasi yang kurang optimal. Ke depan, penguatan pengawasan di TPS diharapkan menjadi model bagi pelabuhan lain di Indonesia.
Penguatan pengawasan di pelabuhan adalah investasi strategis bagi perekonomian nasional, bukan sekadar belanja peralatan.Dua unit pemindai kontainer baru beroperasi di Terminal Petikemas Surabaya. Waktu pemeriksaan per peti kemas kini kurang dari 5 menit. Deteksi barang terlarang lebih akurat, arus barang lebih lancar. Simak selengkapnya!
Comments (0)