Sungai Ciujung Serang Berwarna Hitam Diduga Tercemar, Anggota DPRD Minta Diusut

Kondisi Sungai Ciujung yang melintasi Kabupaten Serang, Banten, kembali menjadi sorotan setelah airnya berubah warna menjadi hitam pekat. Anggota DPRD Kabupaten Serang, Ahmad Muhibbin yang akrab disa

Jul 08, 2026 - 19:41
0 0
Sungai Ciujung Serang Berwarna Hitam Diduga Tercemar, Anggota DPRD Minta Diusut

Kondisi Sungai Ciujung yang melintasi Kabupaten Serang, Banten, kembali menjadi sorotan setelah airnya berubah warna menjadi hitam pekat. Anggota DPRD Kabupaten Serang, Ahmad Muhibbin yang akrab disapa Ibin, menyatakan keprihatinannya atas dugaan pencemaran yang terus berulang setiap tahun. Ia menegaskan bahwa peristiwa semacam ini bukanlah hal baru bagi warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai, terutama di wilayah Serang Utara.

Menurut Ibin, pencemaran akan semakin tampak jelas saat musim kemarau tiba. Debit air yang surut membuat endapan dan zat pencemar lebih terkonsentrasi, sehingga perubahan warna menjadi hitam pekat mudah terlihat. Sebaliknya, di musim hujan, volume air yang besar kerap menyamarkan kondisi sebenarnya. Pola tahunan ini, kata dia, menunjukkan bahwa sumber pencemaran bersifat sistemik dan belum pernah tertangani secara tuntas.

“Saya lahir dan tumbuh di desa yang berada di sepanjang Sungai Ciujung. Karena itu, saya dan masyarakat Serang Utara merasakan langsung kondisi sungai yang sering kali menghitam pekat dari tahun ke tahun,” ujar Ibin, Senin (22/6/2026).

Ibin mendesak agar pihak berwenang segera mengusut sumber pencemaran dan menindak tegas pelaku, baik individu maupun korporasi, yang diduga membuang limbah ke aliran Sungai Ciujung. Ia menekankan perlunya keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, dinas lingkungan hidup, aparat penegak hukum, hingga masyarakat, untuk mengawasi dan memulihkan kualitas air sungai. Tanpa langkah konkret, pencemaran dikhawatirkan akan terus merugikan warga yang menggantungkan hidup pada sungai, baik untuk keperluan pertanian, perikanan, maupun aktivitas sehari-hari.

Desakan Pemulihan Ekosistem Sungai

Lebih lanjut, Ibin menyoroti dampak jangka panjang dari pencemaran terhadap ekosistem Sungai Ciujung. Ia mengungkapkan bahwa menurunnya kualitas air telah mematikan berbagai biota sungai dan mengancam mata pencaharian nelayan tradisional. Apabila kondisi ini dibiarkan, bukan tidak mungkin sungai yang menjadi urat nadi kehidupan ribuan warga ini akan kehilangan fungsinya. Untuk itu, selain penegakan hukum, perlu ada program pemulihan lingkungan yang terencana, seperti pengerukan sedimen, revegetasi bantaran sungai, dan pemantauan kualitas air secara berkala.

Keresahan yang disampaikan Ibin mewakili suara warga Serang Utara yang selama ini menjadi saksi bisu perubahan warna Sungai Ciujung. Mereka berharap agar momentum ini tidak berlalu begitu saja, melainkan menjadi awal dari penanganan serius yang melibatkan semua pemangku kepentingan. Pencemaran yang terjadi secara berulang menunjukkan adanya persoalan tata kelola lingkungan yang harus segera dibenahi.

Hingga berita ini diturunkan, Apaberita.com masih berupaya mengonfirmasi pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Serang serta instansi terkait lainnya perihal dugaan pencemaran dan langkah pengawasan yang telah dilakukan. Publik menanti kejelasan dan tindakan nyata agar Sungai Ciujung dapat kembali bersih dan aman bagi seluruh makhluk yang bergantung padanya. Laporan ini disampaikan oleh tim Apaberita.com dari Kabupaten Serang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Editor Ekonomi. Editor isu pasar, bisnis, dan moneter.

Comments (0)

User