Sukses Panen Udang, Pemprov Jateng Buktikan Teknologi Closed System
Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali mengukir prestasi di sektor perikanan budidaya dengan menggelar panen raya udang vaname di Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) Kota Semarang pada
Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali mengukir prestasi di sektor perikanan budidaya dengan menggelar panen raya udang vaname di Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) Kota Semarang pada Senin (6/7/2026). Panen yang ditinjau langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, ini menjadi bukti nyata bahwa penerapan teknologi modern mampu mendongkrak produktivitas tambak secara signifikan. Tambak seluas 1.561 meter persegi yang dikelola oleh Loka Perbenihan dan Budidaya Ikan (PBI) Tugu, Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah, tak hanya menghasilkan udang berkualitas super, tetapi juga menjadi acuan baru bagi revitalisasi tambak di sepanjang pantai utara Jawa.
Produksi Optimal dari Lahan Terbatas
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jateng, Endi Faiz Efendi, mengungkapkan bahwa panen dilaksanakan di Petak B3 Loka PBI Tugu setelah melalui masa pemeliharaan sekitar 82 hari. Dari petak tersebut, udang vaname yang dipanen memiliki ukuran sekitar 60 ekor per kilogram dan ditargetkan mencapai bobot total 1,3 ton. Angka ini menjadi pencapaian luar biasa mengingat sistem budidaya yang digunakan – sistem tertutup (closed system) – mampu mengoptimalkan seluruh input produksi tanpa bergantung pada pasokan air baru dalam volume besar.
Sistem Tertutup: Efisien dan Ramah Lingkungan
Teknologi closed system yang diterapkan di tambak ini bekerja dengan prinsip minim pergantian air, pengelolaan limbah internal, serta kontrol ketat terhadap parameter kualitas air seperti oksigen terlarut, pH, dan amonia. Metode ini menjadikan tambak lebih tahan terhadap serangan penyakit, sekaligus mengurangi risiko pencemaran lingkungan sekitar. Dengan pendekatan tersebut, Pemprov Jateng mampu menunjukkan bahwa lahan tambak yang terbatas pun bisa menjadi sumber produksi udang berkelanjutan.
"Ini bukan sekadar panen biasa. Kami ingin membuktikan bahwa teknologi budidaya closed system merupakan jawaban atas tantangan revitalisasi tambak tradisional di Pantura. Keberhasilan ini akan segera kami replikasi di kabupaten/kota lain untuk menggenjot kemandirian pangan dan kesejahteraan petambak," ujar Gubernur Ahmad Luthfi dalam laporan Apaberita.com di lokasi panen.
Model Percontohan Revitalisasi Tambak Pantura
Keberadaan tambak di kawasan industri ini sengaja dirancang sebagai proyek percontohan. Banyak tambak di jalur Pantura yang saat ini terbengkalai atau beroperasi dengan produktivitas rendah karena mengandalkan cara tradisional. Melalui rekayasa teknologi dan pendampingan intensif, lahan-lahan tersebut ke depan diharapkan dapat disulap menjadi pusat-pusat produksi udang modern seperti yang ada di Loka PBI Tugu. Dinas Kelautan dan Perikanan Jateng menargetkan agar model ini menjadi standar baru bagi seluruh tambak di provinsi itu dalam waktu beberapa tahun ke depan.
Panen raya ini sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menjadikan sektor kelautan dan perikanan sebagai pilar ekonomi yang tangguh. Dengan kolaborasi antara inovasi teknologi, dukungan pemerintah, dan semangat petambak, Jateng optimistis mampu menjadi lumbung udang nasional yang berdaya saing tinggi.
Comments (0)