Kebakaran TPA Jatiwaringin Jadi Alarm Pentingnya Hentikan Open Dumping

Sudah sepekan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, belum juga menunjukkan tanda-tanda akan padam. Si jago merah yang terus menyala di gunungan sampah

Jul 06, 2026 - 12:53
0 0
Kebakaran TPA Jatiwaringin Jadi Alarm Pentingnya Hentikan Open Dumping

Sudah sepekan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, belum juga menunjukkan tanda-tanda akan padam. Si jago merah yang terus menyala di gunungan sampah ini semakin mempertegas betapa mendesaknya pemerintah dan pengelola TPA untuk meninggalkan praktik open dumping (penimbunan sampah terbuka). Berdasarkan rangkuman Apaberita.com, Senin (6/7/2026), api diduga kuat berasal dari area yang belum menerapkan sistem controlled landfill, metode penimbunan sampah terkendali yang dapat mencegah akumulasi gas metana pemicu kebakaran.

Api Berasal dari Zona Tak Terkendali

Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui pasti penyebab kebakaran ini. Penyelidikan baru akan dilaksanakan secara menyeluruh setelah proses pemadaman benar-benar tuntas. Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan KLH Irjen Rizal Irawan memberikan keterangan awal bahwa titik awal api berada di luar zona penanganan yang sudah menggunakan controlled landfill.

"Titik api yang memicu kebakaran hebat di TPA Jatiwaringin ini berada di luar zona penimbunan sampah terkendali. Api berasal dari area yang masih mempraktikkan open dumping, di mana sampah dibiarkan menggunung tanpa pengolahan gas metana," ungkap Irjen Rizal Irawan.

Open Dumping: Resep Bencana Lingkungan

Praktik open dumping menyisakan tumpukan sampah yang membusuk secara alami. Proses dekomposisi anaerobik ini menghasilkan gas metana (CH₄) dalam jumlah besar. Ketika gas terperangkap di dalam timbunan dan berpadu dengan suhu panas serta oksigen dari celah-celah sampah, potensi kebakaran spontan menjadi sangat tinggi. Inilah yang diyakini para ahli sebagai pemicu utama kebakaran TPA yang bisa berlangsung berminggu-minggu, seperti yang terjadi di Jatiwaringin.

Berbeda dengan controlled landfill yang secara bertahap menutup lapisan sampah dengan tanah dan memasang pipa penyalur gas, open dumping tidak memiliki sistem mitigasi gas maupun air lindi. Akibatnya, nyala api sulit dipadamkan karena bahan bakar berlimpah dan suplai gas metana terus berlangsung dari lapisan sampah yang lebih dalam.

Peringatan bagi Semua TPA

Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pengelola TPA di Indonesia. Apalagi, banyak TPA masih beroperasi dengan sistem open dumping karena keterbatasan anggaran dan teknologi. KLH sendiri tengah mendorong moratorium open dumping secara nasional dan percepatan transisi ke sistem sanitary landfill atau setidaknya controlled landfill. Namun, implementasi di lapangan sering terkendala pembiayaan dan ketersediaan lahan.

Kebakaran TPA Jatiwaringin juga menyisakan dampak serius bagi warga sekitar—mulai dari asap tebal yang mengganggu pernapasan hingga ancaman tanah longsor. Pemerintah Kabupaten Tangerang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Di sisi lain, proses pemadaman yang masih berlangsung memerlukan koordinasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah, pemadam kebakaran, dan KLH agar api dapat sepenuhnya dikendalikan.

Dengan kerugian lingkungan dan kesehatan yang begitu besar, kebakaran di TPA Jatiwaringin semestinya menjadi titik balik. Sudah saatnya open dumping dihentikan total, digantikan dengan teknologi penimbunan yang aman dan berwawasan lingkungan. Jika tidak, tragedi serupa akan terus berulang di tempat pembuangan lain di seluruh negeri.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tania-sari

Reporter Teknologi. Reporter AI, gadget, startup, dan transformasi digital.

Comments (0)

User