Sudaryono Paparkan Perkembangan Program Makan Bergizi Gratis di BGN
JAKARTA — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam konferensi pers yang digelar di Kantor BGN...
JAKARTA — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam konferensi pers yang digelar di Kantor BGN, Jakarta, pada Jumat (7/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperluas jangkauan penerima manfaat serta memperkuat tata kelola penyaluran pangan bergizi di seluruh wilayah Indonesia.
Sudaryono menyatakan, program prioritas nasional itu telah memasuki tahap pemantapan setelah berjalan lebih dari satu setengah tahun. Berdasarkan data yang disampaikan dalam konferensi pers, penyaluran MBG menunjukkan tren peningkatan, baik dari sisi jumlah penerima manfaat maupun ketersediaan infrastruktur pendukung di daerah.
"Kami menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai koridor yang telah ditetapkan. Seluruh jajaran Badan Gizi Nasional terus menindaklanjuti arahan Bapak Presiden agar manfaat program ini benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya anak usia sekolah, ibu hamil, dan balita," ujar Sudaryono.
Perluasan Jangkauan Penerima Manfaat
Dalam paparannya, Sudaryono menjelaskan bahwa pemerintah menargetkan program MBG menjangkau 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Sasaran program meliputi anak usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita yang tersebar di 38 provinsi. Ia menyebut perluasan jangkauan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan masing-masing daerah.
Menurutnya, percepatan penyaluran tidak terlepas dari bertambahnya jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi. Setiap SPPG ditetapkan melayani rata-rata 3.000 penerima manfaat dengan standar anggaran Rp10.000 per porsi sesuai ketentuan yang berlaku.
"Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi wajib memenuhi standar kebersihan, kehalalan, dan kecukupan gizi. Kami tidak memberikan toleransi terhadap penyimpangan karena persoalan ini menyangkut kesehatan anak-anak Indonesia," katanya.
Penguatan Infrastruktur dan Sumber Daya
Sudaryono mengungkapkan, BGN terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait serta pemerintah daerah dalam rangka percepatan pembangunan SPPG. Koordinasi tersebut difokuskan pada penyediaan lahan, pengadaan peralatan dapur, hingga rekrutmen tenaga gizi dan juru masak yang telah tersertifikasi.
Ia menambahkan, pelibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah serta koperasi dalam rantai pasok bahan pangan menjadi bagian dari kebijakan yang ditetapkan pemerintah. Kebijakan itu dimaksudkan agar program MBG turut menggerakkan ekonomi lokal di tingkat desa dan kecamatan.
"Dalam setiap Rapat Koordinasi dengan pemerintah daerah, kami selalu menekankan pentingnya sinergi. Bahan pangan diutamakan berasal dari petani, peternak, dan nelayan setempat sehingga program ini memberikan dampak ganda bagi perekonomian masyarakat," ucapnya.
Pengawasan dan Akuntabilitas Anggaran
Terkait pengawasan, Sudaryono menyatakan BGN telah menjalin kerja sama dengan aparat penegak hukum dan lembaga pengawas internal untuk memastikan setiap rupiah anggaran yang disalurkan dapat dipertanggungjawabkan. Ia menegaskan, mekanisme pelaporan berbasis digital telah diterapkan sehingga penyaluran dapat dipantau secara berkala.
Selain itu, BGN menindaklanjuti setiap laporan masyarakat terkait dugaan penyimpangan, termasuk persoalan keamanan pangan. Menurutnya, sejumlah insiden yang sempat terjadi di beberapa daerah telah ditangani sesuai prosedur, dan SPPG yang terbukti lalai diberikan sanksi hingga penghentian operasional.
"Kami terbuka terhadap pengawasan publik. Setiap temuan akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Akuntabilitas adalah prinsip yang tidak dapat ditawar," tegas Sudaryono.
Di akhir konferensi pers, Sudaryono menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program. Ia berharap dukungan lintas sektor terus menguat sehingga target pembentukan generasi Indonesia yang sehat dan cerdas dapat terwujud sesuai visi pembangunan nasional.
Comments (0)