Stasiun Tegal Layani 140 Ribu Penumpang Selama Libur Sekolah
Stasiun Tegal, yang berada di bawah pengelolaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang, mencatatkan volume pelanggan yang signifikan selama masa libur sekolah tahun ajaran 2025/20...
Stasiun Tegal, yang berada di bawah pengelolaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang, mencatatkan volume pelanggan yang signifikan selama masa libur sekolah tahun ajaran 2025/2026. Dalam periode 22 Juni hingga 12 Juli 2026, stasiun yang melayani jalur pantura ini menangani sebanyak 140.659 pelanggan perjalanan kereta api. Angka tersebut terdiri atas 71.722 pelanggan yang turun dan 68.937 pelanggan yang naik, menandakan tingginya mobilitas masyarakat ke dan dari Kota Tegal.
Volume Pergerakan Melebihi Ekspektasi
Berdasarkan data operasional yang dihimpun, rata-rata setiap harinya Stasiun Tegal melayani sekitar 6.700 pelanggan, angka yang melampaui prediksi awal PT KAI Daop 4 Semarang yang memperkirakan sekitar 5.800 pelanggan per hari. Puncak arus perjalanan terjadi pada akhir pekan pertama libur, tepatnya pada 28 Juni 2026, dengan total pelanggan mencapai 11.200 orang dalam satu hari—terdiri atas 5.900 penumpang turun dan 5.300 penumpang naik. Lonjakan ini umumnya didorong oleh pergerakan mudik penduduk yang kembali ke kampung halaman serta wisatawan yang memanfaatkan libur panjang. Manajemen KAI juga mencatat bahwa peningkatan ini turut didukung oleh penambahan frekuensi kereta api jarak menengah dan jauh yang melintasi Tegal, sejalan dengan program peningkatan pelayanan pada masa angkutan libur sekolah.
“Kami bersyukur bahwa pelanggan semakin percaya menggunakan kereta api sebagai moda transportasi utama. Jumlah ini mengalami kenaikan sekitar 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di mana waktu itu kami melayani 125.000 penumpang,” ujar Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Ixfan Hendriwintoko, dalam keterangan tertulis pada Selasa (15/7). Ia menambahkan bahwa operasional berjalan lancar tanpa gangguan berarti berkat koordinasi antarbagian dan kesiapan sarana prasarana.
Penumpang Turun Lebih Dominan, Tegal Jadi Magnet Kunjungan
Salah satu temuan menarik adalah proporsi pelanggan yang turun di Stasiun Tegal (71.722) lebih tinggi dibandingkan yang naik (68.937). Fenomena ini mempertegas posisi Kota Tegal dan sekitarnya sebagai destinasi yang diminati selama musim liburan. Banyaknya penumpang yang turun diyakini berasal dari para pekerja dan pelajar yang pulang ke kampung halaman, serta wisatawan yang ingin menikmati objek wisata lokal seperti Pantai Widuri, Taman Rakyat Slawi (Taras), dan wisata kuliner khas. Selain itu, Kabupaten Tegal dan Brebes menjadi tujuan silaturahmi keluarga besar, sehingga arus kedatangan selalu memuncak pada awal masa libur.
Kepala Stasiun Tegal, Priyono, menjelaskan bahwa untuk mengantisipasi kepadatan penumpang yang turun, pihaknya menambah petugas porter dan memperluas area penjemputan. “Kami aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Dinas Perhubungan dalam pengaturan lalu lintas di sekitar stasiun agar tidak terjadi penumpukan kendaraan,” tuturnya. Dengan lebih banyaknya pelanggan yang turun, dampak ekonomi lokal pun terasa, mulai dari peningkatan okupansi hotel hingga konsumsi di sektor perdagangan dan jasa.
Kesiapan Operasional dan Peningkatan Layanan
Menghadapi lonjakan pelanggan selama 21 hari itu, Stasiun Tegal memberlakukan sejumlah langkah strategis. Posko Angkutan Lebaran Sekolah didirikan sejak H-7 hingga H+7 masa libur, melibatkan 30 personel tambahan dari unsur keamanan dan pelayanan. Area tunggu penumpang diperluas dengan penambahan kursi portabel, dan layanan kebersihan ruang publik ditingkatkan hingga setiap dua jam sekali. Stasiun juga menyediakan pos kesehatan yang bekerja sama dengan puskesmas setempat, lengkap dengan tenaga medis dan persediaan obat-obatan untuk mengantisipasi kelelahan penumpang.
Untuk mendukung aksesibilitas, KAI menyediakan tambahan konter check-in mandiri dan mempercepat proses boarding. Layanan penyandang disabilitas dan prioritas bagi lansia juga dioptimalkan. “Seluruh petugas frontliner kami, termasuk customer service mobile, disiagakan untuk membantu kenyamanan pelanggan. Kami berhasil menekan waktu tunggu dan meminimalkan antrian panjang,” kata Priyono. Selama periode tersebut, Stasiun Tegal memberangkatkan dan menerima 36 perjalanan kereta api reguler setiap harinya, ditambah empat perjalanan kereta tambahan pada hari-hari puncak, meliputi rute Jakarta–Surabaya dan Jakarta–Cirebon.
Memperkuat Konektivitas Jalur Pantura
Pencapaian volume pelanggan ini sekaligus menegaskan peran penting Stasiun Tegal dalam memperkuat konektivitas transportasi massal di jalur utara Pulau Jawa. Sebagai titik transit antara Jakarta, Cirebon, Semarang, dan Surabaya, stasiun ini menjadi simpul pertemuan arus perjalanan dari berbagai segmen masyarakat. Kereta api kelas eksekutif dan bisnis seperti Argo Bromo Anggrek, Gajayana, dan Bima memiliki okupansi di atas 90 persen selama masa libur, sementara kereta ekonomi tetap menjadi andalan mayoritas pelanggan dengan tingkat keterisian rata-rata 98 persen.
Dari sisi konektivitas regional, KAI Daop 4 juga mencatat peningkatan penumpang di stasiun-stasiun sekitar, seperti Stasiun Pemalang dan Pekalongan, yang turut menyumbang total perjalanan. Integrasi antarmoda di Stasiun Tegal terus diperbaiki, antara lain dengan penambahan shelter angkutan kota, penyediaan area taksi resmi, serta kerja sama dengan penyedia layanan ride-hailing. Hal ini sejalan dengan komitmen KAI untuk menjadikan stasiun bukan hanya sebagai tempat naik-turun kereta, melainkan pusat mobilitas terintegrasi.
Menutup periode libur sekolah tahun ini, PT KAI Daop 4 Semarang optimistis bahwa tren positif ini akan berlanjut, terutama menjelang musim libur akhir tahun. “Kami akan mengevaluasi seluruh operasional dan mulai merencanakan penambahan fasilitas serta peningkatan kapasitas layanan berbasis data riil perjalanan yang telah berlangsung,” tutup Ixfan. Pihaknya juga mengimbau pelanggan untuk terus memanfaatkan aplikasi Access by KAI guna kemudahan pemesanan tiket dan informasi real-time.
Baca juga:
Comments (0)