Speaker Sound Horeg Jatuh dari Atas Truk Timpa Ibu dan Balita di Mojokerto
Sebuah insiden nahas terjadi dalam pawai sound horeg di Mojokerto, Jawa Timur, pada Minggu (21/6) malam. Sebuah speaker middle berukuran besar yang ditempatkan di atas truk tiba-tiba jatuh dan menimp
Sebuah insiden nahas terjadi dalam pawai sound horeg di Mojokerto, Jawa Timur, pada Minggu (21/6) malam. Sebuah speaker middle berukuran besar yang ditempatkan di atas truk tiba-tiba jatuh dan menimpa seorang ibu beserta balitanya yang sedang menyaksikan kirab budaya. Peristiwa ini terjadi di Desa Pakis, Kecamatan Trowulan, saat ribuan warga tengah asyik mengikuti Pakis Wetan Carnival yang diiringi sembilan grup sound system horeg. Laporan dari Apaberita.com menyebutkan, kedua korban langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat karena mengalami luka serius.
Kondisi Korban: Balita Jalani Operasi
Berdasarkan keterangan yang dihimpun Apaberita.com, sang ibu mengalami luka di bagian kepala, namun setelah dilakukan pemeriksaan rontgen tidak ditemukan cedera serius. Sementara itu, balita yang menjadi korban terpaksa menjalani tindakan operasi di RS Dian Husada akibat luka yang dideritanya. Ketua Panitia Pakis Wetan Carnival, Inul, mengonfirmasi kondisi terbaru kedua korban.
"Ibunya luka di kepala, tidak serius, sudah di-ronggen juga endak papa. Anaknya sudah dilakukan operasi di RS Dian Husada, kondisinya sudah membaik, Insyaallah sore ini pulang," ujar Inul kepada jurnalis Apaberita.com, Selasa (23/6/2026).
Pernyataan tersebut memberikan napas lega bagi keluarga dan panitia, meskipun insiden ini tetap menyisakan keprihatinan mendalam. Pihak rumah sakit, menurut Inul, telah memberikan penanganan maksimal dan kondisi balita menunjukkan pemulihan yang menggembirakan. Rencananya, korban kecil tersebut sudah diperbolehkan pulang pada sore hari ini setelah observasi lanjutan.
Kronologi dan Faktor Keamanan
Pawai sound horeg yang menjadi bagian dari Pakis Wetan Carnival sejatinya merupakan ajang hiburan rakyat yang digelar untuk memeriahkan tradisi lokal. Sembilan grup sound system horeg ikut serta, masing-masing dengan truk yang dimodifikasi membawa puluhan speaker berukuran raksasa. Namun, satu unit speaker middle yang diangkut dalam posisi tinggi diduga tidak terpasang kuat sehingga lepas dan jatuh tepat ke arah kerumunan penonton. Saksi mata di lokasi yang dihubungi Apaberita.com menuturkan, kejadian berlangsung begitu cepat hingga warga tak sempat menghindar.
Pihak panitia langsung menghentikan pawai dan berkoordinasi dengan tenaga medis yang stand by di lokasi. "Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Keamanan penonton sebenarnya sudah kami siapkan, tapi ini murni kecelakaan teknis yang tidak kami inginkan," tambah Inul. Meski begitu, publik menyoroti standar pengamanan dalam setiap kegiatan arak-arakan yang melibatkan peralatan berat. Sejumlah pihak mendesak agar ke depan ada regulasi lebih ketat soal penempatan dan pengikatan perangkat sound system di atas kendaraan, terutama yang melintasi jalur padat penduduk.
Insiden ini menjadi pengingat pahit bahwa hiburan tradisional yang melibatkan teknologi audio besar-besaran membutuhkan perhitungan matang terhadap keselamatan publik. Pakis Wetan Carnival sendiri merupakan acara tahunan yang selalu dinanti warga, sehingga diharapkan panitia dapat menggencarkan mitigasi risiko tanpa mengurangi semarak kearifan lokal yang ditampilkan. Hingga berita ini diturunkan, situasi di Mojokerto sudah kembali kondusif, dan kedua korban tengah dalam tahap pemulihan dengan pendampingan keluarga serta pihak penyelenggara.
Comments (0)