Soroti Tingginya Jumlah Perokok Anak, Waka MPR: Harus Ambil Langkah Nyata
Apaberita.com, Jakarta – Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat yang akrab disapa Rerie, menyampaikan keprihatinan mendalam atas masih tingginya angka perokok di kalangan anak-anak Indonesia. Ia men
Apaberita.com, Jakarta – Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat yang akrab disapa Rerie, menyampaikan keprihatinan mendalam atas masih tingginya angka perokok di kalangan anak-anak Indonesia. Ia menegaskan bahwa menekan angka tersebut memerlukan langkah nyata yang terukur dan dilakukan secara bersama-sama. Menurutnya, fondasi utama penyelesaian masalah ini harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga.
“Pemahaman masyarakat terkait pentingnya pola hidup sehat harus terus ditingkatkan mulai dari lingkungan keluarga, sehingga kesadaran untuk mewujudkan generasi yang kuat dan tangguh terus tumbuh,” ujar Rerie dalam keterangan tertulisnya yang diterima Apaberita.com, Jumat (3/7/2026).
Pernyataan tersebut bukan tanpa dasar. Laporan dari Ruang Kebijakan Kesehatan Indonesia (RUKKI) Foundation mengungkap fakta yang memprihatinkan. Sepanjang tahun 2025 saja, tercatat 2,03 juta anak dan remaja di Indonesia menghabiskan dana hingga Rp4,5 triliun per tahun hanya untuk membeli 4,17 miliar batang rokok. Bagi Rerie, angka-angka itu jauh melampaui sekadar data statistik biasa; ia menyebutnya sebagai alarm krisis yang mengancam masa depan generasi penerus bangsa.
Lebih lanjut, Rerie menekankan bahwa konsumsi rokok pada anak bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut kebocoran ekonomi keluarga yang seharusnya bisa dialokasikan untuk kebutuhan gizi dan pendidikan. Ancaman terhadap visi Indonesia Emas 2045 menjadi semakin nyata jika generasi muda sudah terbebani penyakit degeneratif akibat paparan zat adiktif sejak dini. Ia mendorong agar para orang tua dan tokoh masyarakat menjadi teladan dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Para pemangku kebijakan di daerah juga diingatkan untuk memperkuat regulasi kawasan tanpa rokok di setiap satuan pendidikan dan ruang publik anak. Edukasi dini tentang bahaya rokok harus menjadi bagian tak terpisahkan dari kurikulum pendidikan karakter di sekolah. Tanpa gerakan masif berbasis keluarga, upaya apapun akan sulit membendung laju perokok pemula di Indonesia.
Comments (0)