Soekarno-Hatta — Trafik Penumpang Bisnis Melonjak 45 Persen Lampaui Pra-Pandemi

Lonjakan Penumpang Bisnis Tangerang, Apaberita – PT Angkasa Pura II (Persero) mencatat rekor baru jumlah penumpang dengan tujuan bisnis di Bandara Interna

Jul 09, 2026 - 10:17
0 0
Soekarno-Hatta — Trafik Penumpang Bisnis Melonjak 45 Persen Lampaui Pra-Pandemi

Lonjakan Penumpang Bisnis

Tangerang, Apaberita – PT Angkasa Pura II (Persero) mencatat rekor baru jumlah penumpang dengan tujuan bisnis di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sepanjang kuartal pertama 2025. Data terbaru menunjukkan 3,8 juta penumpang bisnis telah melalui gerbang bandara tersibuk di Indonesia itu pada periode Januari hingga Maret, melonjak 45,2% dibanding 2,6 juta orang pada periode yang sama tahun lalu. Angka ini bahkan berhasil melampaui capaian kuartal I 2019 — era sebelum pandemi — yang saat itu mencatat 3,2 juta penumpang bisnis.

Lonjakan ini menjadi sinyal kuat pemulihan sektor perjalanan korporat setelah beberapa tahun tertekan oleh pembatasan mobilitas dan maraknya pertemuan virtual. Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, dalam keterangan pers di Tangerang, Kamis (3/4/2025), menyebut sejumlah faktor sebagai pendorong utama.

“Peningkatan ini merupakan sinyal positif pemulihan sektor bisnis dan perjalanan korporat. Kami melihat peningkatan frekuensi rapat tatap muka, konferensi internasional, serta pameran dagang berskala besar sebagai pemicu utama. Kepercayaan pelaku usaha untuk kembali melakukan perjalanan dinas telah pulih sepenuhnya,” ujar Awaluddin.

Konferensi dan Pameran Jadi Katalis

Berdasarkan catatan internal AP II, sepanjang kuartal I 2025 Jakarta menjadi tuan rumah sedikitnya 12 konferensi internasional dan 8 pameran dagang berskala Asia-Pasifik, termasuk ASEAN Business & Investment Summit serta Trade Expo Indonesia edisi musim semi. Dua ajang ini masing-masing menyedot lebih dari 10.000 delegasi mancanegara yang mayoritas masuk melalui Soekarno-Hatta. Selain itu, kebijakan sejumlah perusahaan multinasional yang kembali mewajibkan perjalanan dinas tatap muka ikut mendongkrak volume penumpang bisnis.

Dari sisi operasional, peningkatan trafik berdampak langsung pada pergerakan pesawat. Rata-rata 1.100 pergerakan pesawat tercatat per hari di Soetta selama Q1 2025, naik 18% dibanding periode yang sama 2024. Rute internasional mengalami lompatan tertinggi, dengan penumpang bisnis rute luar negeri tumbuh 78%, sementara rute domestik naik 32%.

Fasilitas Khusus Penunjang

Untuk mendukung segmen premium ini, AP II telah mengoperasikan sejumlah fasilitas baru di Terminal 3 Ultimate. Tersedia dedicated business lounge seluas 1.200 meter persegi yang dilengkapi ruang rapat mini, pod telekonferensi, dan layanan concierge. Jalur fast track imigrasi khusus pemegang paspor bisnis serta konter check-in korporat kini melayani hingga 500 penumpang per jam, memangkas waktu antre hingga 40% dibanding jalur reguler.

“Kami memahami bahwa efisiensi waktu sangat krusial bagi pelaku bisnis. Oleh karena itu, kami menghadirkan ekosistem fast track dari mulai check-in, imigrasi, hingga boarding yang seamless,” tambah Awaluddin.

Maskapai seperti Garuda Indonesia, Singapore Airlines, dan Cathay Pacific turut menambah frekuensi penerbangan ke destinasi bisnis utama seperti Singapura, Hong Kong, Tokyo, dan Sydney untuk mengakomodasi lonjakan permintaan. Manajemen Garuda Indonesia bahkan melaporkan okupansi kelas bisnis rute Jakarta-Singapura menyentuh 92% pada Maret 2025, naik dari rerata 78% tahun sebelumnya.

Dengan tren positif ini, AP II memproyeksikan total penumpang bisnis di Soekarno-Hatta dapat menembus 15 juta orang sepanjang 2025, atau tumbuh 20–25% dari total tahun 2024. Pemerintah pun menyambut baik sebagai indikator menggeliatnya investasi dan ekspansi usaha pasca-masa transisi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User