Sleman, Yogyakarta — Presiden Prabowo dan PM Modi Resmikan Restorasi Candi Prambanan
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi secara resmi menandai rampungnya proyek restorasi besar-besaran Candi
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi secara resmi menandai rampungnya proyek restorasi besar-besaran Candi Prambanan di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Rabu, 8 Juli 2026. Peresmian ini menjadi simbol penguatan kerja sama budaya dan sejarah antara Indonesia dan India, yang keduanya memiliki warisan peradaban Hindu yang mendalam. PM Modi tiba di kompleks candi sekitar pukul 09.00 WIB, disambut langsung oleh Presiden Prabowo, sejumlah menteri kabinet, serta Gubernur DIY.
Berdasarkan data dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, proyek restorasi ini menelan biaya Rp450 miliar dan melibatkan 650 tenaga ahli dari Indonesia dan India selama 30 bulan pengerjaan. Restorasi difokuskan pada pembersihan 2.672 panel relief, stabilisasi struktur Candi Siwa setinggi 47 meter, serta rekonstruksi 12 candi perwara di zona 2 yang sebelumnya runtuh akibat gempa 2006. Total area yang direstorasi mencapai 12,8 hektare dari keseluruhan kompleks seluas 39,8 hektare.
Kronologi Kedatangan dan Penyambutan
- 08.45 WIB — Rombongan PM Modi memasuki gerbang utama kompleks Candi Prambanan dengan pengawalan Pasukan Pengamanan Presiden dan kendaraan taktis.
- 09.02 WIB — Presiden Prabowo menyambut PM Modi di pelataran depan Candi Siwa, keduanya berjabat tangan dan berfoto singkat dengan latar candi utama yang telah selesai direstorasi.
- 09.15 WIB — Kedua pemimpin berjalan menuju lokasi prasasti peresmian di zona utara, melewati jajaran pekerja restorasi yang berbaris.
- 09.30 WIB — Penandatanganan prasasti digital dan fisik sebagai simbol rampungnya proyek, disusul penekanan sirine dan pelepasan burung merpati.
Pernyataan Kedua Pemimpin
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa restorasi ini bukan hanya pekerjaan fisik, tetapi juga pemulihan jiwa budaya bangsa. "Hari ini kita buktikan bahwa Indonesia dan India bukan sekadar mitra ekonomi, tetapi saudara peradaban. Candi Prambanan yang berdiri sejak abad ke-9 adalah bukti hidup persahabatan kita," ujar Prabowo. Sementara itu, PM Modi menyampaikan apresiasi mendalam atas kolaborasi teknis yang melibatkan Archaeological Survey of India (ASI). "Kami membawa pulang inspirasi, dan meninggalkan jejak persahabatan di setiap batu yang kami sentuh bersama," kata Modi.
Rincian Proyek dan Data Hasil Restorasi
Menurut laporan pelaksana proyek, sejumlah capaian teknis berhasil direalisasikan:
- Pembersihan dan konservasi 2.672 panel relief Ramayana dan Krishnayana menggunakan teknologi laser ablasi dan kompres uap bertekanan rendah dari India.
- Struktur Candi Siwa yang semula mengalami kemiringan 0,8 derajat akibat penurunan tanah telah distabilkan dengan fondasi mikropile 12 meter tanpa membongkar bangunan utama.
- Rekonstruksi 12 candi perwara di zona 2 menggunakan metode anastylosis, memanfaatkan 2.340 batu asli yang tersimpan di gudang penyimpanan.
- Pemasangan sistem drainase bawah tanah sepanjang 2,1 kilometer untuk mencegah genangan air saat musim hujan.
- Peningkatan fasilitas wisata berupa pusat interpretasi seluas 1.200 meter persegi, akses difabel, dan sistem pencahayaan malam hemat energi yang menyorot tiga candi utama.
Dampak dan Rencana Ke Depan
Peresmian ini diharapkan mendorong kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara hingga 40 persen pada tahun 2027, dari baseline 1,2 juta pengunjung per tahun. Pemerintah juga menyiapkan paket wisata sejarah "Ramayana Trail" yang menghubungkan Prambanan, Dieng, dan situs-situs Hindu lain di Jawa. Di sisi diplomatik, kedua negara sepakat melanjutkan kerja sama restorasi di Candi Dieng dan Situs Gunung Padang mulai tahun depan.
Comments (0)