SIG Raup Penjualan 18,27 Juta Ton di Semester Pertama 2026
JAKARTA — PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mencatatkan volume penjualan total sebesar 18,27 juta ton sepanjang semester pertama tahun 2026. Angka ini merefleksikan peningkatan sebesar 5,6 pers...
JAKARTA — PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mencatatkan volume penjualan total sebesar 18,27 juta ton sepanjang semester pertama tahun 2026. Angka ini merefleksikan peningkatan sebesar 5,6 persen jika dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang tercatat sebanyak 17,30 juta ton. Pertumbuhan ini menandai tren pemulihan yang stabil di industri semen nasional, sejalan dengan meningkatnya kegiatan konstruksi dan investasi infrastruktur di tanah air.
Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Donny Arsal, menyatakan bahwa kinerja positif ini merupakan hasil dari sinergi strategis dan respons cepat perseroan terhadap dinamika pasar. “Capaian volume penjualan pada enam bulan pertama 2026 ini menegaskan momentum positif perusahaan. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan permintaan dari proyek-proyek strategis nasional serta penguatan pasar properti dan perumahan,” ujar Donny Arsal dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (15/7/2026). Donny menambahkan, konsistensi perseroan dalam menjaga ketahanan pasokan dan kualitas produk menjadi kunci dalam memenangkan kepercayaan pasar di tengah persaingan yang kian ketat.
Motor Pertumbuhan dari Proyek Strategis
Kinerja penjualan SIG tidak lepas dari geliat pembangunan proyek-proyek infrastruktur utama yang menjadi prioritas pemerintah. Proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) yang memasuki tahap konstruksi intensif menjadi salah satu pemicu peningkatan permintaan semen di wilayah Kalimantan Timur dan sekitarnya. Selain itu, proyek jalan tol Trans-Sumatera, pembangunan bendungan, serta perluasan fasilitas pelabuhan turut menyerap pasokan semen dalam jumlah signifikan. Data internal perseroan menunjukkan bahwa kontribusi proyek pemerintah terhadap total penjualan domestik mengalami peningkatan dibandingkan semester I 2025.
Sektor perumahan juga memberikan andil besar. Program pemerintah untuk mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat, termasuk melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), mendorong pertumbuhan permintaan dari segmen ritel. SIG memanfaatkan momentum ini dengan memastikan ketersediaan produk di seluruh saluran distribusi, didukung oleh jaringan pabrik yang tersebar di berbagai pulau. Perseroan mengoperasikan sejumlah pabrik yang tersebar di Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Kalimantan, sehingga mampu merespons kebutuhan regional dengan cepat dan efisien.
Efisiensi Operasional dan Ekspansi Pasar Ekspor
Di tengah tekanan biaya energi dan logistik global, SIG berhasil mempertahankan keunggulan kompetitif melalui serangkaian inisiatif efisiensi. Direktur Pemasaran SIG, Adi Munandir, menjelaskan bahwa perseroan mengoptimalkan pemanfaatan bahan bakar alternatif serta menekan biaya distribusi melalui sistem logistik terintegrasi. “Kami terus memperkuat efisiensi di seluruh rantai operasi. Ini penting untuk menjaga margin di tengah dinamika harga input yang fluktuatif,” kata Adi Munandir. Strategi ini memungkinkan perseroan menawarkan harga yang tetap kompetitif tanpa mengorbankan kualitas produk yang telah dikenal luas di pasar.
Dari sisi ekspor, SIG juga membukukan peningkatan volume di beberapa pasar tujuan. Meskipun penjualan domestik masih mendominasi, perluasan pasar ke negara-negara seperti Australia, Bangladesh, dan sejumlah negara di kawasan Asia Selatan mulai menunjukkan hasil positif. Hal ini sejalan dengan strategi perseroan untuk mendiversifikasi pendapatan dan mengurangi ketergantungan pada satu pasar tunggal. Volume ekspor semen dan klinker pada semester I 2026 tercatat tumbuh sekitar 7 persen secara tahunan, menandakan pemulihan permintaan global yang konsisten sekaligus memperkuat posisi devisa perusahaan.
Prospek Optimistis Hingga Akhir Tahun
Melihat capaian di paruh pertama, manajemen SIG menyampaikan optimisme terhadap pencapaian target tahun penuh 2026. Perseroan memproyeksikan total volume penjualan setahun penuh dapat melampaui 37 juta ton, atau tumbuh di kisaran 5 hingga 7 persen dibandingkan tahun 2025. Target tersebut didasarkan pada proyeksi percepatan realisasi anggaran pemerintah untuk infrastruktur pada semester kedua, serta mulai pulihnya daya beli masyarakat yang mendorong konsumsi semen ritel.
Donny Arsal menutup keterangannya dengan optimisme terukur. “Kami yakin, dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, perseroan mampu melanjutkan tren pertumbuhan ini hingga akhir tahun. Sinergi antar perusahaan di dalam holding, pengelolaan rantai pasok yang andal, serta kepastian keberlanjutan proyek-proyek strategis menjadi pilar utama target kami,” tegasnya. Dengan fondasi kinerja semester pertama yang solid, SIG memperlihatkan daya tahan dan adaptabilitasnya sebagai pemimpin pasar semen nasional di tengah persaingan yang semakin ketat. Proyek-proyek strategis yang didukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan investasi swasta diyakini akan menjaga volume permintaan pada level yang sehat sepanjang tahun.
Comments (0)