Sidang Paripurna Satu Tahun, Prabowo Tegaskan Kelanjutan Program Strategis

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin, 20 Oktober 2025, bertepatan dengan genap satu tahun pemerintahan Kabinet Merah Putih. Dalam si...

Sidang Paripurna Satu Tahun, Prabowo Tegaskan Kelanjutan Program Strategis

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin, 20 Oktober 2025, bertepatan dengan genap satu tahun pemerintahan Kabinet Merah Putih. Dalam sidang yang dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka beserta seluruh menteri, wakil menteri, dan kepala lembaga tersebut, Presiden menegaskan kelanjutan sejumlah program strategis nasional, mencakup Makan Bergizi Gratis, pembangunan rumah subsidi, perluasan lahan pertanian, serta berbagai inisiatif prioritas lainnya.

Sidang paripurna tersebut menjadi forum evaluasi menyeluruh atas kinerja satu tahun pemerintahan sekaligus penajaman arah kebijakan pada tahun kedua. Presiden meminta seluruh jajaran kabinet menindaklanjuti hasil evaluasi dengan langkah konkret di lapangan, bukan sekadar laporan administratif.

Evaluasi Satu Tahun Kabinet Merah Putih

Dalam pengarahannya, Presiden menyatakan bahwa satu tahun pertama pemerintahan merupakan fondasi bagi agenda pembangunan lima tahun ke depan. Ia menekankan pentingnya soliditas kabinet dalam menjaga keberlanjutan program yang telah berjalan.

“Kita telah menapaki satu tahun perjalanan pemerintahan ini. Seluruh program yang dirancang untuk kepentingan rakyat harus terus berjalan, dievaluasi pelaksanaannya, dan diperbaiki di mana pun masih ditemukan kekurangan,” ujar Presiden dalam sidang tersebut.

Presiden juga mengingatkan para menteri agar mempercepat penyerapan anggaran dan memastikan setiap rupiah yang dialokasikan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa kepercayaan publik hanya dapat dipertahankan melalui hasil kerja yang terukur.

Makan Bergizi Gratis Menjadi Prioritas Utama

Program Makan Bergizi Gratis kembali ditegaskan sebagai prioritas utama pemerintah. Program yang ditargetkan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat — meliputi anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui — telah beroperasi melalui ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di berbagai daerah.

Dalam sidang, Presiden meminta perluasan cakupan program dilakukan secara bertahap dan terukur, dengan tetap menjaga standar gizi, kebersihan dapur, serta ketepatan distribusi. Pemerintah juga menekankan pemberdayaan ekonomi lokal melalui pelibatan petani, peternak, dan pelaku usaha kecil sebagai pemasok bahan pangan.

“Program makan bergizi bukan sekadar program sosial. Ini adalah investasi jangka panjang bagi generasi penerus bangsa. Kualitas sumber daya manusia Indonesia ditentukan sejak dari kandungan hingga masa pertumbuhan,” kata Presiden.

Perumahan Rakyat dan Perluasan Lahan Pertanian

Di sektor perumahan, pemerintah menegaskan komitmen terhadap program tiga juta rumah per tahun, termasuk percepatan pembangunan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Presiden meminta jajarannya memangkas hambatan perizinan dan memperkuat skema pembiayaan agar target tersebut tercapai.

Sementara itu, di sektor pangan, agenda perluasan lahan pertanian dan pencetakan sawah baru dipandang sebagai pilar penting menuju swasembada pangan. Pemerintah mencatat capaian positif pada sektor pertanian selama satu tahun terakhir, termasuk peningkatan serapan gabah dan menguatnya cadangan beras pemerintah.

Presiden menekankan bahwa ketahanan pangan merupakan bagian dari kedaulatan nasional. Karena itu, pembangunan irigasi, pompanisasi, serta dukungan terhadap Koperasi Desa Merah Putih akan terus diperkuat agar rantai pasok pangan dari desa hingga pasar berjalan efisien.

Arah Kebijakan Tahun Kedua Pemerintahan

Memasuki tahun kedua, pemerintah menetapkan sejumlah fokus kebijakan, antara lain percepatan hilirisasi sumber daya alam, penguatan investasi melalui badan pengelola investasi Danantara, perluasan program Sekolah Rakyat, serta pemerataan pembangunan hingga ke wilayah terdepan dan terluar.

Presiden menutup sidang dengan menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga menyusun peta jalan pelaksanaan program strategis hingga akhir tahun anggaran. Ia menegaskan bahwa hasil evaluasi satu tahun ini menjadi dasar pengambilan keputusan pada rapat-rapat kabinet berikutnya.

“Tahun kedua adalah tahun pembuktian. Saya minta seluruh jajaran bekerja lebih keras, lebih cepat, dan lebih bersih. Rakyat menanti hasil nyata dari pemerintahan ini,” tegas Presiden.

Sidang Kabinet Paripurna tersebut berlangsung tertutup dan diakhiri dengan arahan lanjutan kepada para menteri koordinator untuk mengoordinasikan pelaksanaan program di sektor masing-masing.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User