Nasdem Timbang Edy Rahmayadi atau Bobby Nasution untuk Pilgub Sumut
JAKARTA — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem hingga kini belum menetapkan satu nama calon gubernur yang akan diusung pada Pemilihan Gubernur Sumatra Utara (Pilgub Sumut) 2024. Dua figur masih ...
JAKARTA — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem hingga kini belum menetapkan satu nama calon gubernur yang akan diusung pada Pemilihan Gubernur Sumatra Utara (Pilgub Sumut) 2024. Dua figur masih ditimbang secara serius oleh partai, yakni Gubernur Sumatra Utara petahana Edy Rahmayadi dan Wali Kota Medan Bobby Nasution. Keputusan akhir akan ditetapkan melalui rapat pleno DPP setelah seluruh kajian elektoral dan pemetaan kekuatan politik di provinsi tersebut rampung dibahas.
Ketua DPP Partai Nasdem yang membidangi pemenangan pemilu menyatakan, partainya tidak ingin tergesa-gesa mengumumkan dukungan. Menurut dia, penjaringan calon kepala daerah di Partai Nasdem berjalan berjenjang, mulai dari dewan pimpinan daerah, dewan pimpinan wilayah, hingga keputusan akhir di tingkat pusat.
"Semua nama yang masuk dalam bursa akan kami kaji berdasarkan hasil survei, rekam jejak, serta masukan struktur partai di daerah. Keputusan akan ditetapkan dalam rapat pleno DPP. Kami memastikan figur yang diusung adalah figur yang memiliki peluang menang dan sejalan dengan garis perjuangan partai," ujarnya di Jakarta.
Ia menegaskan, keputusan mengusung calon gubernur merupakan kewenangan DPP berdasarkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai. Karena itu, seluruh kader diminta menahan diri dan tidak mendahului keputusan resmi yang akan disampaikan kepada publik.
Dua Figur dengan Modal Politik Berbeda
Edy Rahmayadi merupakan gubernur petahana yang memenangkan Pilgub Sumut 2018 berpasangan dengan Musa Rajekshah. Mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) itu dinilai memiliki basis dukungan yang telah teruji serta pengalaman memimpin pemerintahan provinsi berpenduduk lebih dari 15 juta jiwa tersebut.
Adapun Bobby Nasution tercatat sebagai Wali Kota Medan setelah memenangkan pemilihan kepala daerah setempat pada 2020 berpasangan dengan Aulia Rachman. Menantu Presiden Joko Widodo itu dipandang sebagai representasi generasi muda dengan tingkat popularitas tinggi di Ibu Kota Provinsi Sumatra Utara, daerah dengan konsentrasi pemilih terbesar di provinsi tersebut.
Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Sumatra Utara menyatakan, kedua figur sama-sama menjalin komunikasi dengan partai. Namun, ia enggan menyebutkan arah dukungan sebelum ada keputusan resmi dari DPP.
"Keduanya figur potensial. Pak Edy memiliki pengalaman sebagai gubernur, sementara Mas Bobby merepresentasikan anak muda. Tugas kami di wilayah adalah menyampaikan data lapangan kepada DPP. Soal keputusan, itu sepenuhnya kewenangan pusat," katanya.
Peta Koalisi dan Ambang Pencalonan
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, partai politik atau gabungan partai politik dapat mendaftarkan pasangan calon apabila memenuhi ambang pencalonan, yakni sekurang-kurangnya 20 persen kursi dewan perwakilan rakyat daerah atau 25 persen akumulasi perolehan suara sah pada pemilihan umum sebelumnya.
Partai Nasdem tercatat sebagai salah satu kekuatan politik terbesar di DPRD Sumatra Utara hasil Pemilihan Umum 2019. Meski demikian, perolehan kursi partai belum mencukupi untuk mengusung pasangan calon secara mandiri, sehingga koalisi dengan partai lain tetap dibutuhkan. Komunikasi politik dengan sejumlah partai disebut terus berjalan seiring proses penjaringan calon.
Selain soal kursi, pertimbangan koalisi juga mencakup kesamaan platform dan komitmen pasangan calon terhadap agenda pembangunan daerah. Partai Nasdem, kata pengurus DPP tersebut, membuka ruang dialog dengan seluruh partai politik tanpa terkecuali guna membangun kekuatan yang memadai di Pilgub Sumut.
Menunggu Jadwal Pendaftaran KPU
Komisi Pemilihan Umum telah menetapkan pemungutan suara pemilihan kepala daerah serentak pada 27 November 2024. Pendaftaran pasangan calon dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2024, disusul penetapan pasangan calon, masa kampanye, hingga hari pemungutan suara.
Dengan jadwal tersebut, Partai Nasdem menyatakan masih memiliki waktu yang memadai untuk memfinalkan keputusan. Pengumuman resmi calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung direncanakan disampaikan sebelum pendaftaran ke KPU Provinsi Sumatra Utara dibuka.
"Kami menindaklanjuti seluruh tahapan yang ditetapkan KPU. Sebelum pendaftaran dibuka, keputusan sudah akan kami sampaikan kepada publik. Yang pasti, Sumatra Utara menjadi salah satu provinsi prioritas pemenangan Partai Nasdem," ujarnya menegaskan.
Hingga berita ini disusun, baik Edy Rahmayadi maupun Bobby Nasution belum memberikan pernyataan resmi terkait peluang keduanya diusung Partai Nasdem. Dinamika pencalonan di Pilgub Sumut masih akan bergerak mengikuti keputusan resmi partai-partai politik pemilik kursi di DPRD setempat.
Comments (0)