JAKARTA — Sepuluh bandara tersibuk di dunia sepanjang 2026 dipetakan dalam sebuah infografis yang dirilis pada akhir Agustus 2026. Infografis tersebut menyusun peringkat berdasarkan total pergerakan penumpang tahunan yang dihimpun dari data otoritas penerbangan sipil dan lembaga statistik transportasi udara internasional. Hartsfield-Jackson Atlanta International Airport, Amerika Serikat, disebut kembali menempati urutan pertama dengan pergerakan penumpang yang melampaui 100 juta orang dalam satu tahun.
Posisi berikutnya diduduki bandara-bandara yang selama ini konsisten berada di jajaran teratas, antara lain Dallas Fort Worth International Airport dan Denver International Airport di Amerika Serikat, Dubai International Airport di Uni Emirat Arab, serta London Heathrow Airport di Inggris. Dari kawasan Asia, infografis itu mencatat Bandara Haneda Tokyo, Indira Gandhi International Airport di Delhi, Guangzhou Baiyun International Airport di Tiongkok, dan Bandara Internasional Incheon di Korea Selatan. Istanbul Airport, Turki, disebut sebagai gerbang udara dengan laju pertumbuhan lalu lintas tercepat dalam lima tahun terakhir.
Dominasi Bandara Amerika Serikat
Amerika Serikat kembali mendominasi daftar dengan tiga hingga empat bandara dalam jajaran sepuluh besar. Dominasi itu tidak terlepas dari model hub and spoke yang dijalankan maskapai-maskapai besar AS, di mana satu bandara menjadi pusat koneksi bagi ratusan rute domestik dan internasional. Atlanta, misalnya, menjadi pusat operasi utama Delta Air Lines dengan lima landasan pacu dan konektivitas ke lebih dari 200 destinasi.
Sejak 1998, Atlanta hampir setiap tahun memimpin peringkat bandara tersibuk dunia berdasarkan jumlah penumpang, kecuali pada 2020 saat pandemi Covid-19 melanda dan Guangzhou Baiyun sempat mengambil alih posisi pertama. Dallas Fort Worth dan Denver tumbuh pesat didukung perluasan kapasitas terminal serta pertumbuhan maskapai bertarif rendah. Infografis tersebut menegaskan bahwa bandara-bandara AS unggul karena besarnya pasar penerbangan domestik yang merupakan salah satu yang terbesar di dunia.
Kebangkitan Timur Tengah dan Asia
Di sisi lain, Dubai International Airport menegaskan posisinya sebagai bandara dengan lalu lintas penumpang internasional terbesar di dunia. Letak geografisnya yang strategis menjadikan Dubai simpul penghubung penerbangan antara Eropa, Asia, dan Afrika. Bandara itu mencatat pergerakan penumpang di atas 90 juta orang per tahun, mendekati rekor tertingginya sebelum pandemi.
Istanbul Airport, yang dibuka penuh pada 2019, menjadi simbol ambisi Turki menjadi poros penerbangan global. Dengan dua terminal utama dan kapasitas terpasang hingga 200 juta penumpang per tahun, bandara ini terus memperluas jaringan rute ke Eropa, Asia, dan Afrika. Sementara itu, Haneda Tokyo, Delhi, Guangzhou, dan Incheon mencerminkan kuatnya permintaan perjalanan udara di Asia seiring menguatnya kelas menengah dan pemulihan pariwisata pascapandemi.
Pemulihan Lalu Lintas Udara Global
Data dalam infografis itu menunjukkan industri penerbangan global telah pulih sepenuhnya dari dampak pandemi. Lalu lintas penumpang dunia pada 2024 telah melampaui level 2019, dan tren pertumbuhan berlanjut hingga 2026. Pemulihan tercepat terjadi di kawasan Asia-Pasifik, yang diproyeksikan menjadi kontributor utama pertumbuhan perjalanan udara global dalam satu dekade ke depan.
“Infografis ini menegaskan bahwa sektor penerbangan kembali pada lintasan pertumbuhan. Persaingan antarbandara utama dunia kini ditentukan oleh kapasitas, konektivitas, dan kemampuan beradaptasi terhadap permintaan penumpang,” demikian pernyataan yang termuat dalam infografis tersebut.
Para pengamat menilai persaingan antarbandara utama dunia pada 2026 tidak lagi semata-mata diukur dari jumlah penumpang, tetapi juga dari kualitas layanan, ketepatan waktu penerbangan, dan keberlanjutan lingkungan. Sejumlah bandara besar berlomba menerapkan teknologi biometrik, sistem penanganan bagasi otomatis, serta target emisi karbon nol dalam operasionalnya. Faktor-faktor tersebut dinilai akan menentukan peringkat bandara tersibuk pada tahun-tahun berikutnya.
Posisi Bandara Indonesia
Dalam daftar sepuluh besar itu, belum ada bandara Indonesia yang masuk. Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, tercatat melayani sekitar 49 juta penumpang per tahun dan tetap menjadi bandara tersibuk di Indonesia. Angka tersebut masih di bawah bandara-bandara terdepan Asia seperti Changi Singapura, yang pergerakan penumpangnya mendekati 70 juta orang per tahun.
Meski demikian, infografis itu menyebutkan bahwa kawasan Asia Tenggara menjadi salah satu pasar penerbangan dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Pembangunan Bandara Internasional Kertajati dan rencana pengembangan sejumlah bandara di luar Jawa dinilai akan memperkuat konektivitas domestik. Pemerintah juga tengah menindaklanjuti penguatan sektor penerbangan melalui kebijakan yang mendorong peningkatan kapasitas bandara dan konektivitas internasional.
Infografis tersebut diharapkan menjadi referensi bagi pemangku kepentingan industri penerbangan, akademisi, dan masyarakat umum dalam memetakan arah persaingan bandara global pada tahun-tahun mendatang.
Comments (0)