Selat Hormuz Ditutup Iran Lagi, Jerman Salahkan Trump
Berlin, Apaberita.com – Pemerintah Jerman melalui Menteri Pertahanan Boris Pistorius secara terbuka menyalahkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran.
Berlin, Apaberita.com – Pemerintah Jerman melalui Menteri Pertahanan Boris Pistorius secara terbuka menyalahkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran. Pernyataan ini mencuat di tengah kemacetan jalur pelayaran vital yang kini mengancam pasokan minyak dan gas global.
"Pada akhirnya, sumbat di leher botol Selat Hormuz didorong masuk oleh Donald Trump, bukan oleh kami, tetapi kami memiliki kepentingan untuk membukanya kembali,"
tegas Pistorius dalam wawancara dengan stasiun televisi ARD yang dikutip media kami, Senin (22/6/2026). Pernyataan tersebut mencerminkan kekesalan Berlin terhadap situasi yang dipicu oleh konflik antara Iran dan sekutu Barat sejak akhir Februari lalu.
Penutupan efektif Selat Hormuz terjadi selepas perang yang berkecamuk pada 28 Februari 2026. Serangan besar-besaran yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran memicu ketegangan yang langsung merembet ke jalur perairan strategis tersebut. Selat ini menjadi satu-satunya titik sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia dan dilewati sekitar seperlima minyak dunia.
Pistorius mendesak agar komunitas internasional segera mengambil langkah untuk membuka kembali selat itu. Ia menekankan bahwa kepentingan Jerman dan Eropa sangat bergantung pada kelancaran arus energi melalui kawasan tersebut. Penutupan ini, menurutnya, adalah konsekuensi langsung dari eskalasi yang dipilih oleh pemerintahan Trump.
Sejak perang dimulai, Iran telah beberapa kali menutup akses Selat Hormuz sebagai bentuk respons terhadap tekanan militer. Penutupan kali ini merupakan yang kedua dalam tahun ini, melanjutkan blokade yang sempat dibuka sementara setelah intervensi diplomatik. Namun, kebijakan agresif AS dinilai Pistorius justru memperlebar peluang Iran untuk mengguncang ekonomi global dengan menutup kembali selat itu.
Para analis energi memperingatkan bahwa blokade berkepanjangan dapat memicu lonjakan harga minyak dunia dan memperparah krisis di sektor industri yang masih dalam pemulihan. Pistorius pun menyerukan agar negara-negara sekutu, khususnya di bawah koordinasi NATO, bersatu untuk mengamankan jalur pelayaran tanpa harus menunggu inisiatif dari Washington.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons resmi dari Gedung Putih terkait tuduhan Menhan Jerman tersebut. Sementara itu, Iran mempertahankan alasan keamanannya untuk menutup selat selama ancaman militer masih berlangsung.
Comments (0)