Sekolah di Pandeglang Dibobol Maling Saat Libur, Kerugian Capai Rp 37 Juta

Aksi pencurian dengan modus pembobolan gedung sekolah kembali terjadi di wilayah Kabupaten Pandeglang. Kali ini, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Azzahra Nusantara yang berlokasi di Kecamatan Banjar m

Jul 08, 2026 - 00:09
0 0
Sekolah di Pandeglang Dibobol Maling Saat Libur, Kerugian Capai Rp 37 Juta

Aksi pencurian dengan modus pembobolan gedung sekolah kembali terjadi di wilayah Kabupaten Pandeglang. Kali ini, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Azzahra Nusantara yang berlokasi di Kecamatan Banjar menjadi sasaran pelaku kejahatan saat jam kegiatan belajar mengajar sedang libur panjang. Akibat insiden tersebut, pihak sekolah harus menelan kerugian materiil hingga puluhan juta rupiah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Apaberita.com, peristiwa nahas ini baru diketahui oleh pihak sekolah pada awal pekan ini. Kondisi ruangan yang sudah berantakan serta hilangnya sejumlah perangkat elektronik vital menjadi pemandangan pertama yang disaksikan saat petugas sekolah kembali beraktivitas. Pelaku diduga beraksi pada malam hari dengan merusak akses masuk ke dalam ruang kelas dan ruang administrasi.

Kronologi Penemuan

Kepala SMK Azzahra Nusantara, Haerul Salam, mengungkapkan bahwa aksi pencurian ini diperkirakan terjadi saat lingkungan sekolah dalam keadaan sepi ditinggal libur. Rasa kaget bercampur kecewa menyelimuti para guru ketika mendapati sejumlah pintu dalam kondisi tidak terkunci dan barang inventaris berharga lenyap dari tempatnya. Pihak sekolah segera melakukan pendataan dan melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian setempat untuk ditindaklanjuti.

Daftar Barang yang Digondol

Dalam laporannya, Haerul Salam merinci daftar peralatan yang berhasil dibawa kabur oleh kawanan maling tersebut. Barang-barang yang hilang mayoritas merupakan alat penunjang utama proses belajar mengajar, khususnya praktikum komputer dan multimedia. Total kerugian ditaksir mencapai angka Rp 37 juta. Adapun barang bukti kehilangan meliputi satu unit smart TV, satu unit laptop, dua unit proyektor, serta sebelas unit CPU komputer.

"Yang hilang satu unit smart TV, laptop satu, proyektor dua, CPU komputer 11 unit," kata Haerul Salam kepada media kami, Senin (22/6/2026).

Hilangnya CPU dalam jumlah signifikan ini cukup melumpuhkan kegiatan laboratorium komputer sekolah tersebut. Pihak manajemen sekolah merasa prihatin karena alat-alat tersebut merupakan fasilitas esensial bagi para siswa untuk mengembangkan keterampilan di bidang teknologi informasi. Saat ini, tim penyidik dari Polsek Banjar masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi guna mengidentifikasi identitas para terduga pelaku. Pihak kepolisian juga tengah menyelidiki apakah aksi ini dilakukan oleh komplotan yang sama dengan kasus pembobolan sekolah lain di Banten atau merupakan pelaku baru yang menyasar fasilitas pendidikan saat lengang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tania-sari

Reporter Teknologi. Reporter AI, gadget, startup, dan transformasi digital.

Comments (0)

User