Sekolah di Menteng Terapkan PJJ Pascabentrok Warga

Jakarta — Sebuah lembaga pendidikan menengah pertama yang berlokasi di Jalan Cikini Raya, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, secara mendadak memberlakukan sistem pembelajaran jarak jauh pada Selasa, ...

Sekolah di Menteng Terapkan PJJ Pascabentrok Warga

Jakarta — Sebuah lembaga pendidikan menengah pertama yang berlokasi di Jalan Cikini Raya, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, secara mendadak memberlakukan sistem pembelajaran jarak jauh pada Selasa, 18 Juni 2024. Keputusan tersebut diambil sebagai respons langsung terhadap bentrokan antarkelompok warga yang meletus hanya sekitar 300 meter dari kompleks sekolah pada malam sebelumnya, menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan peserta didik dan tenaga kependidikan.

Bentrokan yang terjadi pada Senin malam, 17 Juni 2024, melibatkan dua kelompok warga yang berselisih mengenai kepemilikan sebidang tanah di sekitar Jalan Pegangsaan Barat. Aparat Kepolisian Sektor Menteng terpaksa menurunkan personel dan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa yang saling serang menggunakan batu dan senjata tajam. Tidak ada korban jiwa, namun beberapa orang dilaporkan mengalami luka ringan. Suasana mencekam masih terasa di pagi harinya, sehingga pihak sekolah memutuskan untuk tidak membuka kegiatan tatap muka.

Kronologi dan Eskalasi Keamanan

Situasi mulai memanas pada pukul 20.30 WIB ketika salah satu kelompok mencoba memasang patok di lahan sengketa. Kelompok lawan segera berdatangan dan adu mulut berubah menjadi aksi saling lempar. Sekitar 150 personel gabungan dari Polres Metro Jakarta Pusat dan Brimob dikerahkan ke lokasi pukul 21.15 WIB. Kapolsek Menteng, Komisaris Polisi (Kompol) Bayu Marbun, menegaskan bahwa tidak ada tembakan yang dilepaskan dan seluruh massa telah dibubarkan pada pukul 23.00 WIB. "Kami masih melakukan penjagaan ketat di sekitar lokasi untuk mencegah bentrokan susulan. Beberapa orang telah diamankan untuk dimintai keterangan," ujar Kompol Bayu di sela pengamanan.

Meskipun kericuhan telah mereda, sisa-sisa bentrokan berupa pecahan kaca, batu, dan bekas ban terbakar masih terlihat di sepanjang ruas jalan. Sekolah yang berjarak hanya sepelemparan batu dari pusat kerusuhan langsung mengadakan rapat darurat pukul 06.00 WIB bersama komite sekolah dan perwakilan orang tua murid. Hasilnya, kegiatan belajar mengajar tatap muka ditiadakan hingga situasi dinyatakan benar-benar kondusif.

Keputusan Pihak Sekolah

Kepala Sekolah Menengah Pertama Cikini, Dra. Hj. Sri Mulyani, M.Pd., menegaskan dalam surat edaran bernomor 042/SMP-CKI/VI/2024 bahwa seluruh siswa diwajibkan mengikuti pembelajaran dari rumah mulai 18 hingga 20 Juni 2024. "Keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik adalah prioritas utama yang tidak bisa dikompromikan. Berdasarkan hasil koordinasi intensif dengan Polsek Menteng dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, kami menetapkan bahwa seluruh proses belajar mengajar untuk sementara dilaksanakan secara daring," tegasnya saat dihubungi. Sebanyak 576 siswa dan 42 guru terdampak oleh kebijakan ini.

Para guru telah diminta menyiapkan modul ajar digital dan menyelenggarakan kelas virtual melalui platform yang biasa digunakan sekolah. Pihak sekolah juga menyediakan bantuan paket data internet bagi siswa dari keluarga prasejahtera agar tidak tertinggal pelajaran. Proses daring akan dievaluasi setiap hari mengikuti perkembangan situasi keamanan yang dilaporkan oleh aparat.

Respon Orang Tua dan Otoritas

Keputusan cepat sekolah mendapat apresiasi dari para orang tua. Ratna Dewi, walisiswa kelas VIII, menyatakan lega. "Kami sempat khawatir karena suara keributan terdengar jelas dari rumah. Tadi pagi anak saya sudah siap berangkat, tapi langsung kami tahan begitu mendengar pengumuman dari grup wali kelas. Ini langkah tepat, meskipun PJJ melelahkan, nyawa anak lebih berharga," ucapnya. Senada dengan itu, Paguyuban Orang Tua Murid menyatakan dukungan penuh dan siap membantu teknis pembelajaran jarak jauh.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Purwosusilo, yang ditemui terpisah, menyatakan telah berkoordinasi dengan seluruh sekolah di kawasan rawan. "Kami mendukung penuh keputusan kepala sekolah yang bertindak cepat. Tidak ada toleransi terhadap situasi yang mengancam keamanan di lingkungan pendidikan. Kami juga meminta sekolah-sekolah terdekat untuk meningkatkan kewaspadaan," katanya. Polres Metro Jakarta Pusat menambahkan akan menambah frekuensi patroli di sekitar sekolah-sekolah hingga bentrokan berakhir sepenuhnya. Penjagaan diperkuat terutama pada jam masuk dan pulang sekolah.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di Menteng berangsur kondusif namun potensi bentrokan susulan masih diwaspadai. Pihak sekolah akan menggelar rapat evaluasi pada Kamis, 20 Juni 2024, untuk menentukan apakah pembelajaran tatap muka sudah dapat dilanjutkan pada pekan depan. Selama masa PJJ, siswa diminta tetap berada di rumah dan tidak mendekati lokasi bentrokan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User