Kebakaran Kembali Melanda Gedung Bapenda DKI Jakarta, Arsip Lantai 11 Terbakar

Kebakaran kembali melanda Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, pada Kamis, 4 September 2025. Berdasarkan keterangan resmi, titik api terpantau di ruan...

Kebakaran Kembali Melanda Gedung Bapenda DKI Jakarta, Arsip Lantai 11 Terbakar

Kebakaran kembali melanda Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, pada Kamis, 4 September 2025. Berdasarkan keterangan resmi, titik api terpantau di ruang arsip pada lantai 11 gedung perkantoran milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut, dan hingga berita ini diturunkan petugas pemadam kebakaran masih melakukan penguraian untuk memastikan seluruh bara api padam serta tidak menyebar ke lantai lain.

Peristiwa ini bukan kali pertama gedung tersebut dilanda kebakaran. Karena itu, pemerintah provinsi menindaklanjuti kejadian terbaru ini dengan langkah penanganan darurat sekaligus evaluasi menyeluruh terhadap sistem proteksi kebakaran gedung. Kebakaran yang terjadi pada jam kerja sempat menimbulkan kepanikan di kalangan pegawai serta masyarakat yang sedang mengurus administrasi perpajakan di gedung tersebut.

Proses Penguraian oleh Petugas Damkar

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta menyatakan bahwa petugas masih berada di lokasi hingga sore hari untuk melakukan penguraian, yakni pembongkaran material yang terbakar guna memastikan tidak ada titik api tersembunyi di dalam tumpukan arsip. “Saat ini kami masih melakukan penguraian di lantai 11 secara bertahap. Kami tidak akan menyatakan situasi aman sebelum seluruh titik api benar-benar padam,” ujarnya dalam keterangan di lokasi kejadian.

“Kami menurunkan personel serta sejumlah unit mobil pemadam kebakaran sejak laporan pertama diterima. Proses penguraian dilakukan secara berhati-hati agar tidak merusak struktur bangunan dan mengutamakan keselamatan petugas,” ujarnya.

Penguraian merupakan prosedur standar pascakebakaran yang bertujuan menemukan bara api yang masih tersembunyi di balik plafon, dinding, maupun tumpukan dokumen. Prosedur ini dinilai penting mengingat gedung Bapenda menyimpan material kertas dalam jumlah besar di ruang arsip, sehingga risiko api kembali menyala relatif tinggi.

Ruang Arsip dan Dampak Administratif

Ruang arsip pada lantai 11 diketahui menyimpan dokumen-dokumen penting terkait administrasi pendapatan daerah. Meskipun sebagian arsip telah dialihkan ke sistem digital, sejumlah dokumen fisik yang belum didigitalisasi masih tersimpan di ruangan tersebut. Kepala Bapenda DKI Jakarta menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan pendataan untuk memastikan dokumen apa saja yang terdampak kebakaran.

“Kami tengah melakukan inventarisasi dokumen yang terdampak. Sebagian besar data telah tersimpan dalam sistem elektronik, namun pendataan terhadap arsip fisik tetap kami lakukan secara menyeluruh,” ujarnya.

Kebakaran ini berpotensi mengganggu sebagian layanan administrasi yang berbasis dokumen fisik. Namun demikian, pemerintah provinsi menegaskan bahwa layanan kepada wajib pajak akan tetap berjalan melalui kanal daring maupun loket alternatif yang telah disiapkan. Masyarakat diimbau memantau pengumuman resmi terkait penyesuaian jadwal layanan selama proses pemulihan berlangsung.

Pernyataan Resmi Pemerintah Provinsi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan keprihatinan atas kejadian ini dan menjamin proses penanganan berlangsung sesuai prosedur. Dalam rapat koordinasi internal yang digelar pada hari yang sama, sejumlah perangkat daerah diminta menindaklanjuti hasil investigasi awal serta menyiapkan langkah pemulihan layanan dan pengamanan dokumen. “Keselamatan pegawai dan masyarakat menjadi prioritas utama. Kami memastikan seluruh proses evakuasi dan penanganan dilakukan dengan tertib,” demikian pernyataan resmi yang disampaikan juru bicara pemerintah provinsi.

Pemerintah provinsi juga mengimbau seluruh instansi di lingkungannya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada gedung yang menyimpan arsip dalam jumlah besar. Evaluasi terhadap sistem alarm, alat pemadam api ringan, dan prosedur evakuasi gedung akan dilakukan secara berkala sebagai bentuk pencegahan.

Investigasi dan Evaluasi Keamanan Gedung

Pihak kepolisian bersama instansi terkait dikabarkan akan melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran, termasuk kemungkinan korsleting listrik maupun faktor lain. Hasil olah tempat kejadian perkara akan menjadi dasar penetapan langkah hukum maupun perbaikan teknis pada gedung. Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta menambahkan bahwa laporan awal dugaan penyebab masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut oleh tim laboratorium forensik.

“Kami tidak berspekulasi mengenai penyebab sebelum hasil investigasi resmi keluar. Saat ini fokus kami adalah memastikan lokasi benar-benar aman dan proses penguraian tuntas,” tegasnya. Masyarakat diimbau menjauhi area gedung selama proses penanganan berlangsung dan tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Hingga berita ini diturunkan, petugas masih bersiaga di lokasi untuk melakukan pengawasan pascakebakaran. Pemerintah provinsi memastikan perkembangan penanganan akan disampaikan secara berkala melalui kanal komunikasi resmi agar publik memperoleh informasi yang akurat dan terverifikasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User