Sekolah di Menteng Berlakukan Pembelajaran Jarak Jauh Pasca Bentrok Warga
Jakarta - Suasana keamanan yang belum sepenuhnya pulih pascabentrok warga di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, memaksa institusi pendidikan di sekitarnya mengambil langkah darurat. Sekolah Dasar Negeri ...
Jakarta - Suasana keamanan yang belum sepenuhnya pulih pascabentrok warga di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, memaksa institusi pendidikan di sekitarnya mengambil langkah darurat. Sekolah Dasar Negeri Menteng 02 yang berlokasi hanya sekitar 200 meter dari pusat konflik memutuskan untuk memberlakukan pembelajaran jarak jauh secara penuh bagi seluruh peserta didik.
Kebijakan tersebut resmi diumumkan melalui surat edaran bernomor 421.2/033-SDN02/III/2025 yang diterbitkan pada Kamis (13/3/2025). Surat yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah, Herlina Puspitasari, M.Pd., itu menyebutkan bahwa pembelajaran tatap muka dialihkan menjadi pembelajaran dalam jaringan untuk sementara waktu, dengan alasan utama menjaga keselamatan siswa dari potensi meluasnya ketegangan massa.
Keputusan diambil menyusul bentrokan yang pecah pada Rabu (12/3) sore di Jalan Cikini Raya, tepatnya di depan kompleks lahan sengketa yang direncanakan untuk eksekusi. Bentrokan melibatkan puluhan warga yang menolak pengosongan lahan dengan aparat gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Kepolisian. Hingga Kamis pagi, petugas masih berjaga di lokasi dan akses jalan belum sepenuhnya normal.
Keselamatan Peserta Didik Menjadi Prioritas
Dalam pernyataannya, Kepala Sekolah Herlina menegaskan bahwa keputusan ini tidak diambil secara sepihak. Sebelumnya, ia telah menggelar rapat koordinasi terbatas dengan Komite Sekolah dan perwakilan orangtua murid pada Kamis dini hari.
"Kami tidak mungkin mempertaruhkan keselamatan anak-anak. Setelah menerima laporan dari kepolisian bahwa situasi masih fluktuatif, kami bersepakat untuk menghentikan sementara kegiatan belajar di gedung sekolah,"ujar Herlina saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
SDN Menteng 02 sendiri memiliki 847 orang siswa yang tersebar dalam 24 rombongan belajar. Para siswa mulai dari kelas satu hingga enam diwajibkan mengikuti kelas melalui platform pembelajaran digital yang telah disediakan sekolah. Aparat sekolah menyatakan, sistem tersebut sudah terbangun sejak masa pandemi beberapa waktu lalu, sehingga transisi darurat dapat dilakukan dengan lebih cepat.
Respons Dinas Pendidikan dan Pihak Berwenang
Menindaklanjuti situasi tersebut, Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Kota Administrasi Jakarta Pusat, M. Taufik Hidayat, menyatakan pihaknya memberikan kewenangan penuh kepada kepala sekolah untuk menetapkan mekanisme pembelajaran yang dinilai paling aman.
"Berdasarkan hasil asesmen cepat yang kami terima, rekomendasi dari Polres Metro Jakarta Pusat menyebutkan bahwa lokasi sekolah berpotensi terdampak apabila terjadi bentrokan susulan. Karena itu, kami mendukung penuh kebijakan PJJ yang ditempuh SDN Menteng 02,"ucap Taufik dalam Rapat Koordinasi Keamanan Wilayah yang digelar di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Kamis siang.
Lebih lanjut, Taufik mengimbau seluruh satuan pendidikan di zona penyangga konflik untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia menekankan bahwa proses pembelajaran tidak boleh sampai membahayakan peserta didik, tenaga pendidik, maupun kependidikan.
"Jika diperlukan, sekolah-sekolah lain di radius satu kilometer dari titik bentrok dapat mengikuti langkah ini secara proporsional,"tambahnya.
Pembelajaran Tetap Berjalan, Orangtua Diminta Aktif Memantau
Meski terjadi pengalihan metode belajar, sekolah tetap berkomitmen agar proses pendidikan berjalan optimal. Para guru diminta hadir di sekolah bagi yang tempat tinggalnya berada di luar zona rawan, untuk memastikan ketersediaan konten dan memonitor kehadiran daring siswa. Sementara itu, guru yang bertempat tinggal di sekitar lokasi bentrok diizinkan mengajar dari rumah.
Sekolah juga mengeluarkan imbauan khusus kepada para orangtua. Mereka diminta untuk memastikan anak-anak mengikuti sesi virtual tepat waktu dan tidak berada di sekitar area bentrokan.
"Kami sudah mengirim pesan melalui grup wali kelas. Orangtua diminta untuk tidak mengizinkan anaknya bermain di jalanan atau mendekat ke Jalan Cikini Raya. Aktivitas belajar tetap berlangsung di rumah masing-masing,"terang Herlina.
Sementara itu, dari sisi keamanan, Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat menambahkan personelnya di titik-titik rawan. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Polisi Andi Setiawan, dalam konferensi persnya menyatakan bahwa situasi saat ini berstatus siaga satu di beberapa ruas jalan protokol. Ia mengapresiasi langkah sekolah yang proaktif dan meminta seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang.
"Kami sedang mengusahakan mediasi agar konflik tidak berlarut-larut dan aktivitas masyarakat, termasuk belajar mengajar, bisa kembali normal,"katanya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keputusan pasti kapan kegiatan belajar tatap muka di SDN Menteng 02 akan kembali digelar. Pihak sekolah menyatakan akan terus berkoordinasi dengan aparat keamanan dan Dinas Pendidikan untuk melakukan evaluasi harian. Untuk sementara, seluruh kegiatan ekstrakurikuler dan rapat wali murid yang semula dijadwalkan dalam pekan ini juga terpaksa ditunda.
Situasi bentrokan di Menteng ini menyisakan duka bagi warga sekitar. Sedikitnya empat warga dan dua petugas dilaporkan mengalami luka ringan akibat lemparan batu. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) turut memfasilitasi dialog antara pihak-pihak bersengketa guna meredakan ketegangan dan memulihkan kembali kehidupan warga yang sempat berubah drastis dalam dua hari terakhir.
Comments (0)