Asap Kebakaran Hutan Kalsel Makin Parah, Petugas Fokus di Utara Bandara
BANJARBARU — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan dilaporkan kian pekat dalam sepekan terakhir. Menindaklanjuti kondisi tersebut, Dinas Sosial Provinsi Kalima...
BANJARBARU — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan dilaporkan kian pekat dalam sepekan terakhir. Menindaklanjuti kondisi tersebut, Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan memusatkan kekuatan personel penanganan darurat di wilayah utara ring satu Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru, Jumat (21/8/2026).
Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan bahwa konsentrasi personel diarahkan ke sisi utara bandara karena arah angin dominan membawa asap menuju kawasan tersebut. "Wilayah utara ring satu menjadi prioritas karena berdekatan dengan titik api dan jalur pergerakan asap ke arah landasan pacu," ujarnya kepada wartawan di Posko Penanganan Karhutla, Banjarbaru.
Fokus Penanganan di Sisi Utara Ring Satu
Dalam keterangan resminya, Kepala Dinas Sosial menyatakan sebanyak 120 personel diterjunkan ke wilayah utara ring satu, terdiri atas unsur Taruna Siaga Bencana (Tagana), relawan sosial, dan tim reaksi cepat. Mereka bertugas melakukan pemadaman dini, pendataan warga rentan, serta distribusi logistik bagi masyarakat terdampak asap. Setiap personel dilengkapi masker dan alat pelindung diri, sementara empat unit mobil tangki air dioperasikan secara bergantian selama 24 jam untuk mendukung pasokan air di titik pemadaman.
Penempatan personel itu merupakan tindak lanjut Rapat Koordinasi yang digelar bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan Polri pada Kamis (20/8/2026). Dalam rapat tersebut disepakati pembagian sektor penanganan; Dinas Sosial memegang mandat penanganan aspek sosial dan logistik pada radius ring satu, sementara pemadaman di lapangan menjadi kewenangan BPBD bersama instansi terkait.
Kepala Dinas Sosial menambahkan, seluruh personel yang diterjunkan telah mengikuti pembekalan singkat terkait teknik pemadaman dini dan evakuasi warga. Mereka bertugas dengan sistem shift agar operasi penanganan tidak terputus, baik pada siang maupun malam hari, seiring meluasnya sebaran titik api di wilayah penyangga bandara.
Kualitas Udara Memburuk, Penerbangan Tertunda
Pantauan di lapangan menunjukkan jarak pandang di sekitar bandara menurun hingga di bawah 800 meter pada pagi hari, jauh dari ambang batas minimal operasional penerbangan. Kondisi itu membuat sejumlah jadwal penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Syamsudin Noor mengalami penundaan. Maskapai penerbangan juga diminta memperbarui informasi jadwal secara berkala kepada penumpang.
Sejumlah maskapai dilaporkan menyesuaikan waktu keberangkatan dengan kondisi jarak pandang yang berubah-ubah. Otoritas bandara menyatakan keselamatan penerbangan menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan penundaan maupun pengalihan rute.
Berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU), konsentrasi partikulat di beberapa kecamatan di Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar memasuki kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Dampaknya mulai terlihat di fasilitas kesehatan; sejumlah puskesmas melaporkan peningkatan kunjungan pasien dengan keluhan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Untuk menekan dampak kesehatan, Dinas Sosial menyalurkan ribuan masker ke sekolah, posko pengungsian, dan lokasi penampungan warga lanjut usia. Layanan dapur umum darurat turut disiagakan guna memastikan kebutuhan pangan warga terdampak tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.
Koordinasi Lintas Instansi dan Imbauan kepada Warga
Penanganan karhutla di Kalimantan Selatan dilakukan secara lintas sektor. Selain Dinas Sosial, operasi pemadaman melibatkan BPBD, Manggala Agni Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, personel TNI, Polri, serta Basarnas. Upaya pemadaman dari udara dengan water bombing dijadwalkan berlangsung setiap hari sepanjang cuaca mendukung, dengan prioritas pada kawasan rawan di sisi utara ring satu.
Dinas Sosial juga menyiagakan armada untuk evakuasi warga lanjut usia, ibu hamil, dan anak-anak dari permukiman yang berdekatan dengan titik api. Hingga saat ini, puluhan warga dilaporkan memanfaatkan posko penampungan yang didirikan di dua kecamatan, sementara tim pendamping sosial terus melakukan pendataan secara berkala.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan titik api ke posko terdekat. "Kami mengimbau seluruh warga agar melaporkan setiap kemunculan titik api, karena keterlambatan informasi memperlambat proses pemadaman," katanya.
Pemerintah provinsi juga menyiapkan skema bantuan sosial bagi warga yang rumahnya terdampak asap parah. Evaluasi terhadap perkembangan situasi akan dilakukan secara berkala setiap tiga hari, termasuk penilaian kebutuhan penambahan personel dan peralatan. Status siaga karhutla di wilayah tersebut diperkirakan tetap diberlakukan selama indeks kebakaran hutan masih berada pada level tinggi.
Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan masih berjibaku memadamkan titik api di sejumlah lokasi. Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker, serta memantau informasi resmi dari pemerintah daerah.
Comments (0)