Api Melalap Tiga Puluh Rumah di Bontoala Makassar Senin Malam

Sedikitnya 30 unit rumah hangus terbakar dalam kebakaran yang melanda permukiman padat penduduk di Jalan Kandea 3, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Senin (10/8/2026) malam. Pe...

Api Melalap Tiga Puluh Rumah di Bontoala Makassar Senin Malam

Sedikitnya 30 unit rumah hangus terbakar dalam kebakaran yang melanda permukiman padat penduduk di Jalan Kandea 3, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Senin (10/8/2026) malam. Peristiwa tersebut memaksa puluhan keluarga meninggalkan tempat tinggalnya dan mengungsi ke lokasi yang lebih aman hingga Selasa (11/8/2026) dini hari.

Kebakaran di kawasan yang dikenal memiliki kepadatan bangunan tinggi itu pertama kali diketahui warga sekitar ketika api mulai membesar dari salah satu unit rumah di bagian tengah permukiman. Dalam waktu singkat, kobaran api merambat ke rumah-rumah di sekitarnya karena konstruksi bangunan yang berdempetan dan sebagian besar terbuat dari material kayu serta tripleks.

Kronologi dan Respons Petugas

Warga yang menyadari munculnya kepulan asap segera berteriak memberitahukan kejadian tersebut kepada tetangga, sekaligus berupaya memadamkan api secara manual menggunakan alat seadanya. Namun, hembusan angin yang cukup kencang membuat api cepat membesar dan menjalar ke belasan rumah dalam hitungan menit, sehingga upaya warga tidak mampu menahan laju kobaran.

Petugas pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Makassar tiba di lokasi tidak lama setelah laporan diterima. Sejumlah armada pemadam dikerahkan untuk membasahi titik-titik api dari berbagai sisi, mengingat akses jalan menuju permukiman yang sempit dan tidak dapat dilalui kendaraan pemadam berukuran besar.

"Kami menerjunkan beberapa unit armada dan puluhan personel untuk melakukan pendinginan serta mencegah api merambat ke kawasan pemukiman di sekitarnya," ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Makassar dalam keterangannya di lokasi kejadian.

Proses pemadaman berlangsung hingga larut malam. Petugas kemudian melakukan pembasahan atau pendinginan pada sisa-sisa bangunan yang terbakar guna mengantisipasi munculnya titik api baru, termasuk dari tumpukan material yang masih menyisakan bara.

Dampak dan Penanganan Warga Terdampak

Akibat kebakaran tersebut, puluhan keluarga kehilangan tempat tinggal beserta sebagian besar harta bendanya. Sebagian warga yang rumahnya tidak terdampak langsung ikut membantu mengevakuasi barang-barang berharga serta memberikan tempat singgah sementara bagi para tetangga yang menjadi korban.

Pemerintah Kota Makassar melalui kelurahan dan kecamatan setempat menindaklanjuti kejadian ini dengan mendirikan posko pengungsian serta mendata jumlah warga terdampak. Logistik awal berupa makanan siap saji, air bersih, selimut, dan kebutuhan dasar lainnya disalurkan kepada para pengungsi sejak malam kejadian.

Data sementara yang dihimpun petugas di lapangan menyebutkan bahwa sekitar 40 kepala keluarga terdampak langsung dalam peristiwa ini. Tim gabungan dari Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta relawan kemanusiaan terus melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan seluruh warga terdampak memperoleh bantuan sesuai kebutuhan.

Penyelidikan Penyebab Kebakaran

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan petugas. Dugaan awal mengarah pada korsleting arus listrik, mengingat jaringan instalasi di permukiman padat tersebut telah berusia tua dan beban listrik yang tinggi pada malam hari. Namun, keterangan tersebut belum dapat dipastikan sebelum hasil pemeriksaan tim forensik diumumkan.

Petugas dari kepolisian setempat telah memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian untuk mengamankan barang bukti dan memudahkan proses olah tempat kejadian perkara. Warga diminta tidak memasuki area terdampak sebelum proses investigasi dinyatakan selesai demi keselamatan dan kelancaran pemeriksaan.

"Masyarakat kami imbau untuk tetap waspada dan memeriksa instalasi listrik rumahnya secara berkala, terutama di permukiman padat yang rawan terjadi kebakaran," tegas pejabat setempat saat meninjau lokasi.

Imbauan Kewaspadaan bagi Permukiman Padat

Peristiwa ini kembali menyoroti kerentanan permukiman padat penduduk terhadap bahaya kebakaran. Jarak antarbangunan yang sempit, minimnya akses bagi kendaraan pemadam, serta penggunaan material mudah terbakar menjadi faktor yang mempercepat meluasnya kobaran api ketika insiden terjadi.

Pemerintah daerah mengimbau warga untuk tidak meninggalkan peralatan elektronik dalam keadaan menyala tanpa pengawasan, memastikan tabung gas dalam kondisi aman, serta menyediakan alat pemadam api ringan di rumah. Selain itu, warga diminta segera melapor kepada petugas pemadam kebakaran begitu melihat tanda-tanda kebakaran agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan kerugian dapat diminimalkan.

Penanganan pascakebakaran di Jalan Kandea 3, Kecamatan Bontoala, akan terus berlanjut, termasuk proses relokasi sementara, pencairan bantuan, serta perencanaan pembangunan kembali rumah bagi warga yang terdampak. Pemerintah Kota Makassar menyatakan komitmennya untuk mendampingi para korban hingga kondisi kehidupan mereka kembali normal.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User