Saya perlu menulis ulang berita ini dalam bahasa Indonesia dengan minimal 250 kata, menggunakan gaya jurnalistik Apaberi
Judul asli: "Bom Mortir Sisa Perang Dunia II Ditemukan Lagi di Papua, Gegana Turun Tangan" Saya akan menulis ulang dengan gaya yang lebih deskriptif, menambahkan detail konteks, dan menghindari pen
Bom Mortir Sisa Perang Dunia II Ditemukan Lagi di Papua, Gegana Turun Tangan
Jayapura, Apaberita.com — Sebuah bom mortir yang diduga kuat merupakan peninggalan masa Perang Dunia II kembali ditemukan di wilayah Kabupaten Jayapura, Papua. Temuan ini menambah panjang daftar sisa-sisa persenjataan era perang yang masih kerap muncul di berbagai titik di Tanah Papua hingga saat ini.
Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, bom tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga pada Rabu (24/6) di area belakang Kompleks Daime-Daime, Doyo Baru, Distrik Waibu. Menyadari potensi bahaya dari benda mencurigakan itu, warga setempat segera melaporkan temuan tersebut kepada pihak berwajib.
Tim Detasemen Gegana Satuan Brimob Kepolisian Daerah (Polda) Papua langsung diterjunkan ke lokasi begitu laporan masuk. Personel Gegana yang memiliki keahlian khusus dalam penanganan bahan peledak (jibom) segera melakukan prosedur evakuasi untuk memastikan keamanan lingkungan sekitar.
"Penemuan benda yang diduga merupakan sisa amunisi peninggalan perang ini berpotensi membahayakan keselamatan warga apabila tidak segera ditangani oleh petugas yang berwenang," ujar Kepala Kepolisian Resor Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan dalam keterangannya kepada awak media, Kamis (25/6/2026).
Proses evakuasi berlangsung dengan pengamanan ketat. Tim Gegana memindahkan bom mortir tersebut menggunakan peralatan khusus ke lokasi yang lebih aman untuk penanganan lebih lanjut. Hingga berita ini ditulis, kondisi di sekitar lokasi penemuan telah dinyatakan aman terkendali oleh pihak kepolisian.
Penemuan bom mortir ini bukanlah yang pertama kali terjadi di Papua. Wilayah ini memang menjadi salah satu medan pertempuran sengit antara pasukan Sekutu dan Jepang semasa Perang Dunia II, khususnya pada tahun 1942 hingga 1945. Sisa-sisa persenjataan seperti bom, mortir, dan granat dari masa itu masih kerap ditemukan warga, terutama di kawasan pesisir utara Papua. Fenomena serupa juga sering terjadi di beberapa daerah seperti Biak, Morotai, dan wilayah Pasifik lainnya yang menjadi saksi bisu Perang Pasifik.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan setiap kali menemukan benda mencurigakan yang diduga merupakan amunisi atau bahan peledak peninggalan perang. Warga diminta untuk tidak menyentuh, memindahkan, atau berusaha membuka benda-benda tersebut karena material peledak meski telah berusia puluhan tahun masih berpotensi aktif dan dapat meledak kapan saja.
"Kami terus mengedukasi warga tentang prosedur yang harus dilakukan jika menemukan benda-benda semacam ini. Jangan dipegang, segera laporkan ke aparat terdekat. Keselamatan jiwa adalah yang utama," tegas Dionisius.
Comments (0)