Satgas PRR Percepat Fasilitas Pendukung Huntap Aceh Tamiang

JAKARTA - Satuan Tugas Pemulihan dan Rekonstruksi (Satgas PRR) mempercepat penyelesaian fasilitas pendukung di lokasi hunian tetap (huntap) bagi korban bencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Langkah ini d...

Satgas PRR Percepat Fasilitas Pendukung Huntap Aceh Tamiang

JAKARTA - Satuan Tugas Pemulihan dan Rekonstruksi (Satgas PRR) mempercepat penyelesaian fasilitas pendukung di lokasi hunian tetap (huntap) bagi korban bencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Langkah ini diambil setelah lahan untuk pembangunan huntap dinyatakan terpenuhi 100 persen, sehingga proses pemulihan bagi 4.159 kepala keluarga (KK) terdampak dapat berjalan optimal.

Kepala Satgas PRR, Letjen TNI (Purn) Muhammad Saleh Mustafa, dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (6/8/2026), menegaskan bahwa percepatan pembangunan fasilitas umum menjadi prioritas utama setelah seluruh kebutuhan lahan telah dipastikan tersedia. "Dengan terpenuhinya lahan secara menyeluruh, kami kini fokus pada penyelesaian fasilitas pendukung seperti jalan, drainase, air bersih, dan sanitasi agar masyarakat dapat segera menempati huntap dengan layak," ujarnya.

Berdasarkan data yang dihimpun Satgas PRR, total lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan huntap di Aceh Tamiang mencapai 42 hektare, dan seluruhnya telah dibebaskan melalui koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pemilik lahan. Proses pembebasan lahan tersebut diselesaikan dalam waktu kurang dari tiga bulan, melibatkan mediasi intensif dengan masyarakat setempat.

Fasilitas Pendukung Menjadi Prioritas

Satgas PRR menetapkan sejumlah fasilitas pendukung yang harus rampung sebelum hunian dihuni, meliputi pembangunan jalan lingkungan sepanjang 12 kilometer, jaringan pipa air bersih berkapasitas 15 liter per detik, serta instalasi pengolahan air limbah komunal. Selain itu, pembangunan fasilitas pendidikan dan kesehatan berupa satu unit sekolah dasar dan satu posyandu juga tengah dikebut pengerjaannya.

Kepala Bidang Pemulihan Infrastruktur Satgas PRR, Ir. Bambang Wijayanto, M.T., menyatakan bahwa pengerjaan fasilitas pendukung dilakukan secara paralel dengan pembangunan unit hunian. "Kami menargetkan seluruh fasilitas umum selesai paling lambat akhir November 2026, sehingga proses relokasi warga dapat dimulai awal Desember," jelasnya dalam rapat koordinasi mingguan di lokasi proyek.

Pembangunan huntap di Aceh Tamiang sendiri merupakan bagian dari program pemulihan pasca-bencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada awal 2026. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, bencana tersebut merusak lebih dari 3.500 unit rumah dan memaksa ribuan warga mengungsi selama berbulan-bulan.

Koordinasi Lintas Sektor Diperkuat

Dalam pelaksanaannya, Satgas PRR menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Pemerintah Provinsi Aceh, serta Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Rapat koordinasi digelar setiap pekan untuk memantau progres pembangunan dan menyelesaikan kendala di lapangan secara cepat.

Bupati Aceh Tamiang, H. Mursil, S.H., M.Kn., menyampaikan apresiasinya terhadap kerja cepat Satgas PRR. "Kami berterima kasih atas keseriusan pemerintah pusat. Masyarakat kami sangat menantikan kepastian hunian, dan dengan percepatan ini, mereka dapat kembali menjalani kehidupan normal," ujarnya saat meninjau lokasi pembangunan bersama perwakilan DPR RI.

Selain infrastruktur fisik, Satgas PRR juga mempersiapkan program pemberdayaan ekonomi bagi warga yang akan menempati huntap. Program tersebut mencakup pelatihan keterampilan, bantuan modal usaha mikro, serta pengembangan kawasan pertanian di sekitar lokasi hunian. Hal ini dilakukan untuk memastikan pemulihan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga sosial-ekonomi.

Target Penyelesaian dan Pengawasan

Satgas PRR menargetkan pembangunan 4.159 unit hunian rampung secara bertahap. Hingga awal Agustus 2026, progres pembangunan unit hunian telah mencapai 65 persen, sementara fasilitas pendukung baru mencapai 40 persen. Kepala Satgas menegaskan bahwa pengawasan kualitas dilakukan ketat oleh tim independen dari Kementerian PUPR dan akademisi.

"Kami tidak ingin terburu-buru mengorbankan kualitas. Setiap tahapan pembangunan diawasi melalui uji kelayakan struktur dan material, sesuai standar teknis yang ditetapkan," tegas Muhammad Saleh Mustafa. Ia menambahkan bahwa laporan progres akan disampaikan secara berkala kepada Presiden melalui Sekretariat Kabinet.

Warga setempat, melalui tokoh masyarakat setempat, menyambut positif langkah Satgas PRR. Ketua Forum Komunikasi Warga Terdampak, Ahmad Zaini, menyatakan bahwa komunikasi antara warga dan Satgas PRR berjalan transparan. "Kami dilibatkan dalam setiap musyawarah perencanaan, termasuk penentuan desain hunian dan fasilitas umum. Ini membuat kami merasa dihargai," katanya.

Dengan percepatan ini, pemerintah optimistis seluruh warga terdampak dapat menempati huntap sebelum akhir tahun 2026. Keberhasilan penyediaan lahan dan fasilitas pendukung di Aceh Tamiang diharapkan menjadi model bagi penanganan pasca-bencana di daerah lain di Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User