Satgas PRR Kawal 11.520 Program Pemulihan Permanen dalam 5 Klaster Prioritas

Jakarta, Apaberita.com – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) siap menjalankan 11.520 kegiatan pemulihan permanen pascabencana di tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatera U

Jul 06, 2026 - 13:27
0 0
Satgas PRR Kawal 11.520 Program Pemulihan Permanen dalam 5 Klaster Prioritas

Jakarta, Apaberita.com – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) siap menjalankan 11.520 kegiatan pemulihan permanen pascabencana di tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Program jangka panjang yang akan berlangsung hingga tahun 2028 ini diperkirakan memerlukan anggaran indikatif sebesar Rp100,166 triliun. Ribuan kegiatan tersebut merupakan wujud nyata dari Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera (Renduk PRRP) periode 2026–2028, yang dirancang khusus untuk memulihkan 53 kabupaten/kota yang terdampak bencana.

Mengacu pada dokumen Renduk PRRP, tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi permanen tidak sekadar membangun kembali infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan kawasan yang dipulihkan memiliki ketahanan lebih tinggi terhadap ancaman bencana di masa depan. Untuk itu, seluruh kegiatan dilandasi prinsip Build Back Better, Safer, and Sustainable, yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas, keamanan, dan keberlanjutan dalam setiap proses pemulihan.

“Membangun kembali dengan lebih baik, lebih aman, dan berkelanjutan adalah mandat utama kami. Setiap rupiah yang dialokasikan harus mampu menciptakan lingkungan yang lebih tangguh bagi masyarakat,” demikian penegasan yang tertuang dalam arahan strategis Satgas PRR.

Lima Klaster Prioritas yang Menjadi Tulang Punggung Pemulihan

Agar pelaksanaan 11.520 kegiatan berjalan terarah, pemerintah menetapkan lima klaster prioritas yang menjadi fokus utama selama tiga tahun ke depan. Pertama, pemulihan permukiman yang mencakup pembangunan kembali rumah layak huni, fasilitas sanitasi, dan penataan kawasan tempat tinggal warga terdampak. Kedua, pembangunan infrastruktur meliputi jalan, jembatan, irigasi, dan sarana pendukung konektivitas yang sempat lumpuh akibat bencana.

Klaster ketiga adalah rehabilitasi sosial yang menyasar pemulihan fasilitas pendidikan, kesehatan, dan layanan publik esensial agar masyarakat dapat kembali mengakses hak dasarnya secara normal. Keempat, pemulihan ekonomi masyarakat dijalankan melalui pengaktifan kembali usaha mikro, kecil, dan menengah, pengembangan keterampilan, serta penciptaan lapangan kerja baru yang selaras dengan potensi lokal. Sementara itu, klaster kelima berupa penguatan tata kelola lintas sektor menjadi penopang keberhasilan empat fokus lainnya. Klaster ini memastikan koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pemangku kepentingan berlangsung efisien, transparan, serta akuntabel sepanjang periode 2026–2028.

Dengan kerangka kerja yang komprehensif dan pendanaan masif, Satgas PRR optimistis seluruh kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi permanen dapat mencapai target tepat waktu. Jika berjalan sesuai rencana, pada akhir 2028 ketiga provinsi diyakini telah bertransformasi menjadi kawasan permukiman yang lebih tangguh, infrastruktur yang andal, serta masyarakat yang lebih siap menghadapi risiko bencana di masa mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan peristiwa penting.

Comments (0)

User