SalamAir Resmikan Rute Muscat-Medan, Pemerintah Yakin Tarik Wisman Timur Tengah

DELI SERDANG – Pemerintah Indonesia resmi memperkuat konektivitas udara internasional dengan ditandainya penerbangan perdana maskapai asal Oman, SalamAir, pada rute Muscat–Medan. Pesawat jenis Air...

SalamAir Resmikan Rute Muscat-Medan, Pemerintah Yakin Tarik Wisman Timur Tengah

DELI SERDANG – Pemerintah Indonesia resmi memperkuat konektivitas udara internasional dengan ditandainya penerbangan perdana maskapai asal Oman, SalamAir, pada rute Muscat–Medan. Pesawat jenis Airbus A321neo tersebut mendarat di Bandar Udara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, pada Selasa (11/2/2025) pukul 09.15 WIB. Kedatangan ini disambut langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, bersama Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi, serta jajaran direksi PT Angkasa Pura Aviasi.

Penerbangan perdana ini menandai babak baru dalam hubungan bilateral Indonesia–Oman, sekaligus menjadi langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dari kawasan Timur Tengah. Dalam sambutannya di area kedatangan internasional, Menteri Sandiaga menegaskan bahwa pembukaan rute ini merupakan hasil dari Rapat Koordinasi tingkat tinggi yang digelar di Jakarta pada November 2024, yang menindaklanjuti nota kesepahaman di bidang pariwisata antara kedua negara.

"Kami menyambut baik komitmen SalamAir dalam membuka konektivitas langsung dari Muscat ke Medan. Ini adalah keputusan strategis yang akan memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi utama wisata halal dan alam bagi wisatawan Timur Tengah," ujar Sandiaga dalam keterangan persnya di Bandara Kualanamu.

Rute Strategis untuk Pasar Timur Tengah

Rute Muscat–Medan akan dilayani dengan frekuensi tiga kali per minggu, yakni setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu, menggunakan armada Airbus A321neo berkapasitas 180 kursi. Kepala Dinas Pariwisata Sumatra Utara, Liza Ardina, menyatakan bahwa rute ini dipilih berdasarkan kajian mendalam terhadap potensi pasar wisatawan Oman dan negara-negara Teluk lainnya yang memiliki minat tinggi terhadap destinasi alam, budaya, dan kuliner Sumatra Utara.

"Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, kunjungan wisman dari Timur Tengah ke Indonesia pada 2024 mencapai 245.000 orang, meningkat 18 persen dibanding tahun sebelumnya. Dengan adanya penerbangan langsung ini, kami optimistis angka tersebut akan bertumbuh signifikan pada 2025," jelas Liza dalam sesi wawancara di ruang VIP bandara.

Pemerintah Provinsi Sumatra Utara juga telah menyiapkan sejumlah paket wisata terpadu yang melibatkan Danau Toba, Bukit Lawang, serta kawasan wisata religi di Deli Serdang dan Mandailing Natal. Gubernur Edy Rahmayadi menegaskan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan imigrasi dan bea cukai untuk memastikan proses kedatangan wisman berjalan lancar dan ramah.

Dukungan Penuh dari Sektor Penerbangan dan Perhotelan

General Manager PT Angkasa Pura Aviasi Kualanamu, Ahmad Fauzi, mengungkapkan bahwa bandara telah melakukan berbagai penyesuaian operasional untuk menyambut rute internasional baru ini. Fasilitas imigrasi digital dan ruang tunggu premium telah diaktifkan untuk melayani penumpang dari Oman. "Kami telah berkoordinasi dengan maskapai dan otoritas terkait untuk memastikan standar pelayanan internasional terpenuhi," ujarnya.

Di sisi lain, Asosiasi Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatra Utara menyatakan kesiapannya dalam menyediakan akomodasi kelas menengah hingga mewah yang sesuai dengan preferensi wisatawan Timur Tengah. Ketua PHRI Sumut, Denny Meilana, menyebutkan bahwa sedikitnya 15 hotel di kawasan Danau Toba dan Kota Medan telah memperoleh sertifikasi halal dan menyediakan fasilitas ibadah yang memadai.

"Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar wisatawan merasa nyaman dan betah. Ini adalah peluang emas untuk mempromosikan kekayaan budaya dan alam Sumatra Utara ke pasar internasional," kata Denny dalam pertemuan terpisah.

Target Kunjungan dan Dampak Ekonomi

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menargetkan tambahan 50.000 kunjungan wisman dari kawasan Timur Tengah sepanjang 2025 sebagai dampak langsung dari pembukaan rute ini. Sandiaga menambahkan bahwa pihaknya akan menggandeng maskapai untuk mengembangkan paket wisata terintegrasi yang mencakup tiket pesawat, hotel, dan tur ke destinasi unggulan.

"Kami juga akan menggencarkan promosi melalui media sosial dan pameran pariwisata internasional di Dubai, Riyadh, dan Muscat. Ini adalah bagian dari strategi besar untuk mencapai target 14 juta wisman pada akhir tahun," tegasnya.

Pemerintah juga menyiapkan insentif berupa pengurangan biaya pendaratan dan pelayanan jasa darat untuk maskapai yang membuka rute baru ke Indonesia. Keputusan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 15 Tahun 2024 tentang Insentif Penerbangan Internasional. Dengan kebijakan ini, diharapkan maskapai lain akan mengikuti jejak SalamAir dalam membuka rute dari Timur Tengah ke berbagai kota di Indonesia.

Penerbangan perdana SalamAir ini membawa 145 penumpang, sebagian besar merupakan wisatawan asal Oman, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi. Mereka disambut dengan tarian tor-tor dan pemberian cendera mata khas Sumatra Utara. Salah satu penumpang, Ahmed Al-Balushi, mengaku terkesan dengan sambutan hangat dan berencana mengeksplorasi Danau Toba selama lima hari ke depan.

Dengan dibukanya rute ini, pemerintah optimistis bahwa sektor pariwisata akan menjadi motor penggerak ekonomi di Sumatra Utara, sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi wisata kelas dunia yang ramah bagi semua kalangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User