SalamAir Buka Rute Muscat-Medan, Konektivitas Udara Indonesia-Oman Diperkuat
DELI SERDANG — Pemerintah Indonesia memperkuat konektivitas udara internasional menyusul tibanya penerbangan perdana maskapai SalamAir yang melayani rute Muscat menuju Medan di Bandar Udara Internas...
DELI SERDANG — Pemerintah Indonesia memperkuat konektivitas udara internasional menyusul tibanya penerbangan perdana maskapai SalamAir yang melayani rute Muscat menuju Medan di Bandar Udara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara. Kedatangan pesawat maskapai berbiaya hemat asal Oman itu menandai terbukanya jalur udara langsung yang menghubungkan kawasan Timur Tengah dengan pintu gerbang utama wilayah barat Indonesia.
Penerbangan perdana tersebut disambut jajaran pemerintah daerah, manajemen bandara, serta perwakilan pelaku industri pariwisata setempat. Rute baru ini menghubungkan Muscat, ibu kota Oman, dengan Medan, ibu kota Provinsi Sumatra Utara, dan diharapkan memperlancar arus kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari negara-negara Teluk. SalamAir merupakan maskapai berbiaya hemat pertama di Oman yang berkantor pusat di Muscat dan mengoperasikan penerbangan komersial sejak 2017.
“Dibukanya rute ini merupakan hasil kerja sama lintas sektor yang terus kami dorong. Pasar Timur Tengah memiliki karakteristik masa tinggal yang panjang dan belanja wisata yang tinggi, sehingga kehadiran akses langsung menjadi sangat strategis,” ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam keterangannya.
Pemerintah menegaskan bahwa penambahan rute internasional merupakan bagian dari upaya menindaklanjuti target kunjungan wisatawan mancanegara yang telah ditetapkan. Berdasarkan data kementerian, rata-rata lama tinggal wisatawan asal Timur Tengah di Indonesia tercatat lebih panjang dibandingkan rata-rata wisatawan dari pasar lain, dengan pengeluaran per kunjungan yang juga berada di atas rata-rata nasional.
Pasar Timur Tengah Jadi Prioritas Pengembangan
Dalam Rapat Koordinasi pengembangan destinasi, pemerintah menyatakan kawasan Timur Tengah merupakan salah satu pasar prioritas promosi pariwisata nasional. Wisatawan dari kawasan itu dinilai memiliki minat tinggi terhadap wisata alam, budaya, serta kuliner halal yang menjadi kekuatan Sumatra Utara.
“Kami menyiapkan paket-paket wisata yang sesuai dengan preferensi wisatawan Timur Tengah, mulai dari wisata keluarga, alam terbuka, hingga layanan ramah muslim,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatra Utara.
Kehadiran rute ini sekaligus memperkuat posisi Kualanamu sebagai simpul penerbangan internasional di kawasan barat Indonesia. Bandara yang berada di bawah pengelolaan PT Angkasa Pura II tersebut kini melayani sejumlah rute luar negeri, antara lain ke Malaysia, Singapura, Thailand, dan Arab Saudi. Pemerintah daerah juga tengah menyiapkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia pariwisata, termasuk penyediaan pemandu wisata berbahasa Arab.
Danau Toba Jadi Magnet Utama Promosi
Destinasi unggulan yang dipromosikan kepada wisatawan Timur Tengah adalah Danau Toba, kawasan yang telah ditetapkan sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas oleh pemerintah pusat. Danau vulkanik terbesar di Asia Tenggara itu menawarkan panorama alam, kebudayaan Batak, serta iklim sejuk dataran tinggi yang sesuai dengan selera wisatawan asal kawasan Teluk.
“Konektivitas adalah kunci. Sebagus apa pun destinasi, tanpa akses yang memadai kunjungan akan sulit tumbuh. Karena itu, setiap penambahan rute internasional akan langsung kami tindaklanjuti dengan promosi terpadu bersama maskapai dan pelaku industri,” ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Pelaku usaha pariwisata di kawasan Danau Toba menyambut positif dibukanya rute tersebut. Sejumlah hotel dan operator perjalanan dilaporkan mulai menyusun paket kunjungan yang dipasarkan melalui jaringan agen wisata di Oman dan negara Teluk lainnya.
Kesiapan Bandara dan Dampak Ekonomi Daerah
Manajemen bandara menyatakan kesiapan penuh dalam melayani operasional rute baru tersebut, mulai dari layanan keimigrasian, kepabeanan, hingga penanganan darat pesawat. “Seluruh fasilitas telah disiapkan agar penumpang memperoleh pengalaman kedatangan yang baik sejak pertama kali menginjakkan kaki di Sumatra Utara,” kata Executive General Manager Bandar Udara Internasional Kualanamu.
Dari sisi ekonomi, kehadiran penerbangan langsung diproyeksikan menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, rumah makan, serta usaha mikro, kecil, dan menengah di Medan dan kabupaten sekitar Danau Toba. Pemerintah daerah berharap efek berganda dari kunjungan wisatawan dapat dirasakan masyarakat secara luas.
Ke depan, pemerintah akan memantau tingkat keterisian penumpang rute Muscat-Medan secara berkala. Hasil evaluasi akan menjadi dasar pengembangan rute lanjutan, termasuk kemungkinan penambahan frekuensi penerbangan apabila permintaan pasar terus meningkat. Pemerintah juga mendorong maskapai nasional mengkaji pembukaan rute serupa guna memperkuat posisi Indonesia di pasar wisata Timur Tengah.
Comments (0)