Rupiah Tekan Dolar AS ke Rp 17.773

Nilai tukar rupiah menunjukkan pergerakan positif pada awal perdagangan awal pekan ini. Berdasarkan laporan Apaberita.com dari lantai bursa, mata uang Garuda berhasil menekan dolar Amerika Serikat (A

Jul 08, 2026 - 00:52
0 0
Rupiah Tekan Dolar AS ke Rp 17.773

Nilai tukar rupiah menunjukkan pergerakan positif pada awal perdagangan awal pekan ini. Berdasarkan laporan Apaberita.com dari lantai bursa, mata uang Garuda berhasil menekan dolar Amerika Serikat (AS) hingga menyentuh level Rp 17.773 pada Senin pagi (15/6). Penguatan ini terjadi di tengah ekspektasi pelaku pasar terhadap stabilitas ekonomi domestik yang mulai pulih.

Dolar AS Melemah di Awal Sesi

Data yang dihimpun Apaberita.com dari platform perdagangan menunjukkan bahwa dolar AS dibuka pada kisaran Rp 17.860 pada pukul 09.00 WIB. Namun, tekanan jual terhadap greenback langsung muncul beberapa menit setelah pasar dibuka. Pada pukul 09.05 WIB, dolar AS sudah terpantau melemah 0,44% ke level Rp 17.782. Tidak berselang lama, tepatnya pada pukul 09.08 WIB, mata uang Paman Sam itu kembali tertekan ke posisi Rp 17.773.

Pergerakan ini mencerminkan sentimen pasar yang mulai beralih ke aset-aset berisiko, termasuk rupiah. Analis pasar uang yang dihubungi Apaberita.com menyebut bahwa penguatan rupiah kali ini didorong oleh kombinasi faktor eksternal dan internal. Dari sisi eksternal, meredanya ketegangan geopolitik di beberapa kawasan turut meredam minat terhadap dolar AS sebagai aset safe haven. Sementara dari sisi domestik, surplus neraca perdagangan serta aliran masuk modal asing ke pasar obligasi dan saham Indonesia menjadi katalis utama.

Pergerakan Dolar Terhadap Mata Uang Lain

Di saat yang sama, dolar AS bergerak variatif terhadap sejumlah mata uang negara besar lainnya. Menariknya, meskipun tertekan di Asia, greenback justru tercatat menguat terhadap euro (EUR) sebesar 0,27%. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pelemahan dolar AS lebih bersifat sporadis dan sangat dipengaruhi oleh kekuatan masing-masing mata uang regional. Yen Jepang dan yuan China juga menunjukkan apresiasi terbatas terhadap dolar AS, menandakan adanya diversifikasi portofolio investor global yang mulai melirik Asia.

"Pasar saat ini sedang mencerna sejumlah data ekonomi dan kebijakan moneter yang akan datang. Rupiah berpeluang mempertahankan momentum penguatannya jika Bank Indonesia terus menjaga stabilitas dan suku bunga acuan tetap atraktif," ujar seorang analis kepada Apaberita.com.

Optimisme Pasar dan Proyeksi Pekan Ini

Dengan bergeraknya dolar AS ke level Rp 17.773, rupiah kini diperdagangkan di zona yang lebih ramah bagi importir dan investor domestik. Level ini juga memperkecil tekanan inflasi dari sisi imported goods, yang selama ini menjadi perhatian utama otoritas moneter. Pasar kini menanti rilis data inflasi dan keputusan suku bunga acuan dari Bank Indonesia yang dijadwalkan pada pekan depan. Jika rupiah mampu bertahan di bawah level psikologis Rp 17.800, bukan tidak mungkin target penguatan berikutnya akan menyentuh Rp 17.600. Apaberita.com akan terus memantau dinamika nilai tukar dan dampaknya terhadap perekonomian nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tania-sari

Reporter Teknologi. Reporter AI, gadget, startup, dan transformasi digital.

Comments (0)

User