Rupiah Kembali Sentuh Rp18.000, Menkeu Purbaya: Tanya Bank Sentral

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi pelemahan nilai tukar rupiah yang pada Rabu (1/7/2026) kembali menyentuh level psikologis Rp18.000 per dol

Jul 09, 2026 - 05:22
0 0
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi pelemahan nilai tukar rupiah yang pada Rabu (1/7/2026) kembali menyentuh level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Purbaya menegaskan bahwa pergerakan kurs bukan berada dalam lingkup kewenangannya, sehingga publik sebaiknya mengarahkan pertanyaan langsung kepada Bank Indonesia selaku otoritas moneter.

Kronologi Rupiah Menembus Rp18.000

Nilai tukar rupiah menunjukkan tekanan sejak awal perdagangan Rabu (1/7). Data dari platform perdagangan mencatat alur pergerakan kurs sebagai berikut:
  1. Pukul 09:00 WIB — Rupiah dibuka melemah tipis pada posisi Rp17.980 per dolar AS, tertekan oleh penguatan indeks dolar yang dipicu rilis data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari ekspektasi.
  2. 10:00-11:30 WIB — Tekanan jual terhadap rupiah berlanjut. Pasar merespons ketidakpastian global pasca pernyataan hawkish pejabat Federal Reserve, mendorong kurs spot bergerak melewati Rp17.995.
  3. 12:15 WIB — Rupiah menyentuh level Rp18.000 per dolar AS di pasar spot, sekaligus menembus batas psikologis yang terakhir kali terjadi pada kuartal IV 2025 lalu.
  4. 14:00 WIB — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa selesai melantik tiga direktur jenderal baru di Kantor Kemenkeu, Jakarta. Saat ditemui wartawan, ia dimintai tanggapan atas pelemahan rupiah.

Pernyataan Menkeu: Kewenangan Kurs di Tangan Bank Indonesia

Usai acara pelantikan, Purbaya dicegat awak media yang bertanya tentang langkah pemerintah menyikapi rupiah yang kembali menyentuh Rp18.000. Dengan singkat ia menjawab, "Saya kira lebih pas kalau urusan kurs ini ditanyakan langsung ke bank sentral lah." Ia menjelaskan bahwa Kementerian Keuangan memiliki peran utama dalam kebijakan fiskal, sedangkan pengelolaan nilai tukar rupiah serta stabilitas moneter adalah ranah Bank Indonesia. "Kami fokus pada pengelolaan APBN dan pembiayaan. Mengenai langkah stabilisasi nilai tukar, itu domain BI," tegas Purbaya.

Data Pasar dan Konteks Tekanan Rupiah

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis BI pagi harinya, kurs tengah ditetapkan pada Rp17.960. Namun, transaksi di pasar spot melonjak melampaui angka tersebut seiring derasnya arus modal keluar (capital outflow) dari pasar surat berharga domestik. Data PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) menunjukkan yield obligasi negara tenor 10 tahun naik 12 basis poin ke 7,25%, mencerminkan aksi jual investor asing. Indeks dolar AS (DXY) pada jam yang sama tercatat menguat ke 106,8, level tertingginya dalam dua pekan. Penguatan dolar dipicu ekspektasi kenaikan suku bunga acuan The Fed sebesar 25 basis poin pada pertemuan Juli. Tekanan juga datang dari gejolak harga komoditas global, di mana harga batu bara dan minyak sawit—penyumbang utama ekspor Indonesia—terkoreksi masing-masing 2,4% dan 1,8% di awal pekan. Pelaku pasar kini menanti langkah Bank Indonesia untuk meredam volatilitas. Sejumlah analis memperkirakan BI akan melakukan intervensi ganda (intervensi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward) jika rupiah terus melemah menuju Rp18.150.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User