Rumah di Kampung Reo Manggarai Terbakar saat Gempa Mengguncang
Sebuah unit hunian permanen milik warga di Kampung Reo, Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur, ludes terbakar pada saat gempa bumi tektonik mengguncang wilayah tersebut pada...
Sebuah unit hunian permanen milik warga di Kampung Reo, Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur, ludes terbakar pada saat gempa bumi tektonik mengguncang wilayah tersebut pada Jumat dini hari sekitar pukul 03.15 Wita. Peristiwa yang berlangsung cepat tersebut diduga dipicu oleh percikan api dari jaringan listrik yang rusak akibat getaran gempa berkekuatan magnitudo 5,2, sehingga kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah meski tidak menelan korban jiwa.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Manggarai, guncangan gempa yang berpusat di darat tersebut menyebabkan keretakan pada tiang listrik dan meteran rumah milik korban. Dalam rapat koordinasi darurat yang digelar di Posko BPBD pada pukul 07.00 Wita, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Manggarai, Dr. Yohanes P. Kondo, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa api pertama kali terlihat dari ruang tamu bagian barat rumah tersebut. "Tim reaksi cepat gabungan dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, dan Tagana telah berhasil memadamkan api pada pukul 04.45 Wita. Kami menyatakan dengan tegas bahwa tidak ada korban luka maupun meninggal dunia dalam peristiwa ini," ujarnya.
Dampak Gempa dan Kebakaran di Permukiman Padat
Kampung Reo merupakan permukiman padat yang berada di kawasan rawan gempa. Getaran dini hari itu tidak hanya merusak rumah milik warga bernama Stefanus Lado, tetapi juga menyebabkan keretakan pada tujuh rumah lain di sekitarnya. Tim gabungan yang tiba di lokasi pada pukul 03.40 Wita menemukan bahwa struktur bangunan utama telah hangus total, sementara dua bangunan di sisi timur mengalami kerusakan ringan akibat radiasi panas dan puing yang berjatuhan.
Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Manggarai, Inspektur Satu Petrus B. Riti, penanganan sempat terhambat oleh kondisi jalan sempit dan tegang listrik yang masih aktif saat gempa berlangsung. "Personel kami bekerja berdasarkan prosedur keselamatan yang berlaku. Kami menindaklanjuti laporan warga dengan mengerahkan dua unit armada pemadam dan delapan personel berseragam," jelasnya dalam keterangan resmi di lokasi kejadian. Dinas terkait juga menyatakan bahwa jaringan listrik di sepanjang Kampung Reo telah dipadamkan sementara untuk mencegah kebakaran susulan.
Rapat Koordinasi Penanganan Darurat
Pada pukul 10.00 Wita, Pemerintah Kabupaten Manggarai menggelar Rapat Koordinasi Terbatas di Ruang Paripurna Kantor Bupati. Rapat yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai, Ir. Maria R. Tule, M.Si., dihadiri oleh perwakilan BPBD, Dinas Sosial, Dinas PUPR, serta unsur TNI-Polri. Dalam rapat tersebut, ditetapkan Keputusan Sekretaris Daerah Nomor 145 Tahun 2024 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana di Kecamatan Reo untuk masa tujuh hari ke depan.
"Status tanggap darurat ini disahkan setelah kami meninjau langsung lokasi dan mempertimbangkan potensi aftershock yang masih bisa memicu bencana susulan. Berdasarkan UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, pemerintah daerah berkewajiban melindungi warga dari ancaman bencana secara prestatif," tegas Sekretaris Daerah dalam keterangan pers usai rapat. Ia menambahkan bahwa anggaran darurat untuk logistik, tenda hunian sementara, dan pemeriksaan struktur bangunan telah disalurkan melalui Dinas Sosial dan PUPR dengan mekanisme cepat.
Evaluasi Mitigasi Bencana dan Tanggung Jawab Fraksi
Peristiwa di Kampung Reo langsung mendapat respons dari kalangan legislatif. Dalam agenda Paripurna DPRD Kabupaten Manggarai yang digelar pada siang hari yang sama, beberapa Fraksi menyuarakan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur ketahanan bencana di wilayah pesisir utara. Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Manggarai, Agustinus R. Ulu, menyatakan bahwa insiden kebakaran pascagempa menunjukkan lemahnya standardisasi instalasi listrik di permukiman tradisional.
"Kami menegaskan bahwa Fraksi kami akan menindaklanjuti peristiwa ini melalui mekanisme hak interpelasi jika diperlukan. Pemerintah daerah harus segera memetakan seluruh jaringan listrik rentan di zona rawan gempa dan mempercepat relokasi tiang-tiang yang berpotensi membahayakan," ujar Anggota DPRD tersebut dalam pandangan Fraksinya.
Sementara itu, Bupati Manggarai melalui juru bicaranya menegaskan bahwa pemerintah telah memerintahkan PLN Unit Pelaksana Penyaluran Manggarai untuk melakukan audit keselamatan jaringan listrik di 15 kampung yang berada di kawasan rawan gempa. Langkah tersebut ditetapkan sebagai bagian dari keputusan rapat koordinasi siang hari dan akan dilaporkan dalam pleno lintas instansi pekan depan. Warga Kampung Reo yang rumahnya terbakar kini ditempatkan di tenda pengungsian yang didirikan di halaman gereja setempat, sementara proses asesmen kerugian oleh Tim Tanggap Darurat terus berlangsung secara terbuka dan terukur.
Comments (0)