Oct 06, 2026
Politik

Reza Fahlevi Dukung Kapolri Baru Perkuat Transformasi Polri

Jakarta – Reza Fahlevi menyatakan apresiasi atas penetapan Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia pada 1 Oktober 2026 di Jakarta. Ia menilai keputusan terseb...

Reza Fahlevi Dukung Kapolri Baru Perkuat Transformasi Polri

Jakarta – Reza Fahlevi menyatakan apresiasi atas penetapan Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia pada 1 Oktober 2026 di Jakarta. Ia menilai keputusan tersebut menjadi momentum konsolidasi institusi untuk memperkuat profesionalisme, integritas, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat di seluruh Indonesia melalui kepemimpinan yang tegas dan berorientasi pada reformasi internal.

Penetapan Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri ditetapkan melalui mekanisme konstitusional berdasarkan UU Kepolisian Negara Republik Indonesia dan persetujuan lembaga legislatif setelah proses uji kelayakan dan kepatutan. Reza Fahlevi menegaskan bahwa proses tersebut mencerminkan prinsip checks and balances dalam sistem ketatanegaraan serta memberikan legitimasi kuat bagi pejabat baru untuk menjalankan amanat organisasi secara penuh.

Menurut Reza Fahlevi, pengalaman dinas Suyudi Ario Seto di berbagai penugasan strategis menjadi modal utama dalam memimpin institusi dengan jumlah personel lebih dari 400.000 anggota yang tersebar di 34 Kepolisian Daerah dan ratusan Kepolisian Resor. Ia menyatakan bahwa rekam jabatan, pemahaman teritorial, serta penguasaan manajemen operasional akan menentukan efektivitas komando dalam menghadapi kompleksitas keamanan nasional.

Dukungan Terhadap Kepemimpinan Baru Polri

Reza Fahlevi menyatakan bahwa dukungan publik terhadap Kapolri baru merupakan bagian penting dari penguatan kepercayaan terhadap institusi penegak hukum. Ia menegaskan bahwa soliditas internal, disiplin komando, dan keteladanan pimpinan akan berpengaruh langsung terhadap kinerja jajaran di tingkat Kepolisian Daerah, Kepolisian Resor, hingga Kepolisian Sektor dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Ia menambahkan bahwa dalam Rapat Koordinasi internal maupun forum Pleno pembahasan pengamanan nasional, kesinambungan kebijakan menjadi penekanan utama. Menurutnya, program prioritas yang telah berjalan perlu dilanjutkan dan disempurnakan, terutama dalam bidang pembenahan kultur kerja, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta modernisasi sistem pengawasan melekat terhadap seluruh personel Polri.

Reza Fahlevi juga menyoroti pentingnya komunikasi kelembagaan antara Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan pemerintah pusat, Dewan Perwakilan Rakyat melalui komisi terkait dan Fraksi-Fraksi, serta pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa sinergi antarlembaga tersebut diperlukan untuk memastikan setiap kebijakan keamanan memperoleh dukungan anggaran, regulasi, dan pengawasan yang memadai sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Agenda Penguatan Transformasi Institusi

Dalam keterangannya di Jakarta pada Kamis, 1 Oktober 2026, Reza Fahlevi menyatakan bahwa agenda transformasi Polri harus difokuskan pada tiga pilar utama, yakni transformasi organisasi, transformasi operasional, dan transformasi pelayanan publik. Ia menilai ketiga pilar tersebut menjadi fondasi untuk mewujudkan institusi yang Presisi, yakni prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian.

Ia menegaskan perlunya menindaklanjuti penguatan sistem rekrutmen, pendidikan, dan promosi jabatan berbasis meritokrasi. Menurutnya, penempatan perwira pada jabatan strategis harus didasarkan pada kompetensi, rekam integritas, dan hasil evaluasi kinerja yang terukur. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah penyalahgunaan wewenang serta memastikan jenjang karier berjalan secara objektif dan akuntabel.

Selain itu, Reza Fahlevi mendorong percepatan digitalisasi layanan kepolisian, termasuk perpanjangan Surat Izin Mengemudi, penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian, laporan kehilangan, hingga sistem tilang elektronik yang terintegrasi secara nasional. Ia menyatakan bahwa pemanfaatan teknologi informasi akan memangkas birokrasi, menekan potensi pungutan liar, dan meningkatkan kepastian waktu pelayanan bagi masyarakat di 514 kabupaten dan kota di Indonesia.

Harapan Peningkatan Pelayanan Publik

Reza Fahlevi menyatakan bahwa tolok ukur keberhasilan kepemimpinan Kapolri baru pada akhirnya akan dinilai dari kualitas interaksi anggota Polri dengan masyarakat. Ia menegaskan bahwa setiap anggota di lapangan wajib mengedepankan pendekatan humanis, profesional, dan proporsional dalam penanganan perkara, pengendalian massa, pengaturan lalu lintas, serta penyelesaian sengketa yang melibatkan warga.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan fungsi pengawasan internal melalui Inspektorat Pengawasan Umum, Profesi dan Pengamanan, serta Komisi Kepolisian Nasional sebagai pengawas eksternal. Menurutnya, penindakan tegas terhadap pelanggaran disiplin dan kode etik harus dilaksanakan secara konsisten tanpa pandang bulu agar kepercayaan publik yang berdasarkan hasil survei berada pada kisaran 70 persen dapat terus ditingkatkan pada masa kepemimpinan baru.

Menutup pernyataannya, Reza Fahlevi menyampaikan harapan agar Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mampu membawa Kepolisian Negara Republik Indonesia menjadi institusi yang semakin dipercaya, modern, dan dekat dengan rakyat. Ia menyatakan, “Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu memperkuat soliditas, mempercepat reformasi kultural, serta memastikan setiap kebijakan bermuara pada peningkatan rasa aman dan keadilan bagi seluruh warga negara Indonesia.”

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User