Revitalisasi SDN Tanggirejo Grobogan Rampung, Siap Tampung 131 Siswa

Tegowanu, Grobogan — Proyek revitalisasi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tanggirejo di Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, resmi rampung pada Senin (27/7/2026). Pembangunan kembali saran...

Revitalisasi SDN Tanggirejo Grobogan Rampung, Siap Tampung 131 Siswa

Tegowanu, Grobogan — Proyek revitalisasi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tanggirejo di Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, resmi rampung pada Senin (27/7/2026). Pembangunan kembali sarana pendidikan yang sebelumnya viral karena atapnya rusak parah ini digelar pemerintah pusat melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan.

Infestasi Rayap Kronis Picu Ambrus Dua Ruangan

Kondisi SDN Tanggirejo mulai mencuri perhatian publik ketika unggahan foto dan video atap sekolah yang nyaris ambrol menyebar luas di berbagai platform media sosial pada awal 2026. Hasil penelusuran di lapangan mengungkap bahwa kerusakan struktural dipicu oleh serangan rayap yang tidak tertangani secara serius selama bertahun-tahun, menggerogoti seluruh rangka kayu penopang atap. Akibatnya, pada Januari 2026 ruang kelas VI ambruk, disusul oleh ruang guru yang roboh pada April 2026. Dua insiden ini memaksa kegiatan belajar mengajar darurat di tenda dan ruang perpustakaan yang jauh dari standar.

"Kami sangat khawatir dengan keselamatan anak-anak. Setiap hujan deras, air masuk ke dalam kelas dan serpihan atap sering berjatuhan. Kami sudah berulang kali melaporkan kondisi ini," ujar Siti Nurjanah, S.Pd., Kepala SDN Tanggirejo, mengenang situasi sebelum revitalisasi.

Negara Hadir: Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Dikerahkan

Merespons laporan yang viral tersebut, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi bersama Pemerintah Kabupaten Grobogan segera menetapkan SDN Tanggirejo sebagai satu di antara sasaran prioritas Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026. Keputusan ini ditegaskan dalam rapat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah pada Mei 2026, yang langsung diikuti dengan pencanangan fisik di lapangan. Program ini didesain untuk memperbaiki sekolah rusak berat dengan standar bangunan tahan gempa serta material anti-rayap.

Proyek yang dimulai pada Mei 2026 ini mencakup pembangunan ulang struktur atap menggunakan baja ringan, penggantian seluruh rangka kayu, perbaikan dinding retak, pengecatan total, hingga penataan ruang kelas dan ruang guru yang representatif. Seorang mandor proyek, Sutrisno, menyatakan bahwa pengerjaan tahap akhir berupa pemasangan plafon dan finishing telah diselesaikan tepat pada Senin pagi. "Kami bekerja dengan jadwal ketat agar anak-anak bisa segera kembali belajar di sini," tuturnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan, Drs. H. Bambang Purwanto, M.M., menegaskan, "Revitalisasi ini adalah bukti kehadiran negara dalam memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang aman dan bermartabat. Kami berterima kasih kepada pemerintah pusat dan masyarakat yang telah mengawal."

131 Siswa Kembali ke Lingkungan Belajar yang Aman dan Layak

Dengan tuntasnya revitalisasi, sebanyak 131 siswa SDN Tanggirejo dari kelas I hingga VI siap menempati kembali gedung sekolah yang kini tampil lebih modern dan kokoh. Proses pemindahan dari lokasi belajar darurat direncanakan berlangsung secara bertahap pada pekan depan. Para guru menyambut gembira karena ruang guru yang roboh telah diganti dengan ruang kerja baru yang lebih memadai. "Kami lega. Bapak dan Ibu guru sudah tidak sabar mengajar di kelas baru. Anak-anak pun pasti senang," ucap Siti Nurjanah penuh harap.

Pemerintah Kabupaten Grobogan berkomitmen untuk melanjutkan program serupa ke sekolah-sekolah lain yang kondisinya memprihatinkan. Inspeksi rutin terhadap bangunan sekolah akan diperketat guna mencegah terulangnya musibah ambruk akibat konstruksi yang rapuh. Masyarakat Kecamatan Tegowanu menyambut positif penyelesaian proyek ini. Sorotan media sosial yang semula bernada keprihatinan kini berganti menjadi apresiasi terhadap gerak cepat pemerintah.

Program Revitalisasi Satuan Pendidikan diharapkan tidak hanya berhenti di SDN Tanggirejo. Di Provinsi Jawa Tengah, tercatat masih ada puluhan satuan pendidikan yang membutuhkan penanganan serupa. Sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan media dinilai menjadi kunci untuk mewujudkan infrastruktur pendidikan yang layak bagi anak bangsa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User