Rentetan Gempa Bumi Guncang Manggarai NTT sejak Dini Hari
Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan wilayah sekitarnya diguncang rentetan gempa bumi sejak Kamis (20/8/2026) dini hari hingga pagi hari. Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatol...
Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan wilayah sekitarnya diguncang rentetan gempa bumi sejak Kamis (20/8/2026) dini hari hingga pagi hari. Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serangkaian getaran dengan kekuatan bervariasi terekam di wilayah tersebut sejak pukul 02.17 WITA dan mendorong diterbitkannya imbauan kewaspadaan bagi masyarakat setempat.
Getaran pertama tercatat pada pukul 02.17 WITA dengan magnitudo 5,0. Episenter gempa terletak di daratan Kabupaten Manggarai dengan kedalaman dangkal, kurang dari 10 kilometer. Getaran tersebut dirasakan cukup kuat oleh warga di sejumlah kecamatan, bahkan hingga sebagian wilayah Kabupaten Manggarai Barat dan Manggarai Timur, kemudian diikuti oleh beberapa gempa susulan yang terekam hingga pagi hari. Sebagian besar getaran susulan tercatat dengan magnitudo di bawah 4,0.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai menyatakan bahwa hingga pagi hari belum terdapat laporan korban jiwa. Meskipun demikian, tim reaksi cepat terus melakukan pendataan di lapangan setelah sejumlah rumah warga dilaporkan mengalami keretakan akibat getaran.
Warga di sejumlah kecamatan, termasuk wilayah ibu kota kabupaten, melaporkan merasakan getaran selama beberapa detik. Sebagian warga sempat berhamburan keluar rumah menyusul getaran kuat pertama, sebelum kembali setelah situasi dinyatakan aman. Hingga pagi hari, aktivitas masyarakat dilaporkan mulai berjalan normal kembali meskipun sejumlah kantor pemerintahan melakukan pemeriksaan struktur bangunan terlebih dahulu.
Kronologi Getaran sejak Dini Hari
Berdasarkan informasi resmi BMKG, gempa utama yang mengguncang wilayah tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Getaran dirasakan dengan skala intensitas III hingga IV MMI, yang berarti getaran terasa nyata di dalam rumah dan dapat menimbulkan keretakan ringan pada dinding bangunan.
"Gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," kata Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Kupang dalam keterangan resmi yang diterima Apaberita, Kamis pagi.
Respons dan Keputusan BMKG
BMKG menegaskan bahwa rentetan gempa yang terjadi merupakan rangkaian aktivitas seismik yang masih berlangsung dan terus dipantau secara berkala. Dalam Rapat Koordinasi internal yang digelar pada Kamis pagi, BMKG mengambil keputusan untuk memutakhirkan parameter gempa secara berkala serta memperbarui informasi resmi setiap terjadi perkembangan signifikan. Menindaklanjuti keputusan tersebut, BMKG mengeluarkan pernyataan resmi yang meminta masyarakat mengacu pada kanal informasi resmi, termasuk laman dan aplikasi perangkat bergerak, guna menghindari kekeliruan data. Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil pemantauan terhadap aktivitas gempa susulan yang masih terekam hingga pagi hari.
Imbauan bagi Masyarakat
Berdasarkan hasil analisis BMKG, wilayah Kabupaten Manggarai dan sekitarnya merupakan kawasan yang aktif secara seismik. Masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak diimbau untuk menjauhi bangunan yang retak atau rusak akibat gempa, serta memeriksa kembali instalasi listrik dan gas sebelum kembali memasuki rumah.
"Masyarakat diminta untuk tetap tenang, tidak terpancing oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, dan memastikan bangunan tempat tinggalnya aman sebelum kembali beraktivitas," demikian pernyataan resmi BMKG.
BPBD Kabupaten Manggarai mencatat sejumlah rumah warga mengalami kerusakan ringan berupa retakan pada dinding, sementara satu fasilitas umum dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap. Tim verifikasi lapangan diturunkan untuk melakukan asesmen menyeluruh terhadap seluruh kecamatan yang terdampak.
Sikap Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Manggarai menindaklanjuti kondisi tersebut dengan menggelar Rapat Koordinasi bersama BPBD, Dinas Sosial, serta unsur TNI dan Kepolisian pada Kamis pagi. Dalam rapat tersebut diputuskan untuk menyiagakan personel tanggap darurat dan mendistribusikan kebutuhan dasar bagi warga terdampak. Penanganan difokuskan pada wilayah terdampak paling parah berdasarkan hasil asesmen awal tim lapangan.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai turut menyatakan kesiapan mengawal penanganan pascagempa. Fraksi-fraksi di DPRD menyatakan dukungan terhadap langkah pemerintah daerah dan meminta agar pendataan kerusakan dilakukan secara transparan dan menyeluruh.
Masyarakat di wilayah pesisir dan perbukitan tetap diminta memantau perkembangan informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah. Hingga berita ini diturunkan, status siaga masih diberlakukan dan tim penanganan bencana terus bekerja di lapangan.
Comments (0)