Rajiv Puji Kapolri Respons Cepat Dukung Swasembada Bawang Putih

JAKARTA — Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv, menegaskan apresiasinya kepada Kapolri yang dinilai cepat menindaklanjuti keinginan Presiden dalam mewujudkan swasembada bawang putih. Penilaian tersebut d...

Rajiv Puji Kapolri Respons Cepat Dukung Swasembada Bawang Putih

JAKARTA — Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv, menegaskan apresiasinya kepada Kapolri yang dinilai cepat menindaklanjuti keinginan Presiden dalam mewujudkan swasembada bawang putih. Penilaian tersebut disampaikan menyusul gelaran panen raya dan penanaman bawang putih di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang melibatkan ribuan petani, sebagai bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan nasional.

Menurut Rajiv, keterlibatan Polri dalam sektor pertanian menunjukkan bahwa seluruh elemen negara bergerak bersama mendukung target ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah. Kegiatan di NTB itu, lanjutnya, menjadi bukti bahwa arahan pimpinan negara direspons cepat oleh institusi keamanan.

“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kapolri atas kecepatan dalam menangkap keinginan Presiden terkait swasembada bawang putih. Ini langkah nyata yang tidak hanya simbolis, tetapi langsung menyentuh petani di lapangan,” ujar Rajiv dalam keterangan resminya, Kamis (20/8/2026).

Dukungan Polri pada Sektor Pertanian

Panen raya dan penanaman bawang putih yang digelar Polri di NTB merupakan wujud nyata sinergi antara institusi keamanan dan sektor pertanian. Kegiatan tersebut melibatkan ribuan petani yang tersebar di sejumlah titik kawasan produksi, dengan harapan mampu meningkatkan produktivitas komoditas bawang putih secara berkelanjutan.

Bawang putih menjadi salah satu komoditas strategis yang selama ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah lantaran produksi dalam negeri belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan nasional. Oleh karena itu, langkah penanaman secara massal yang melibatkan aparat dan petani dinilai penting untuk menekan ketergantungan terhadap pasokan luar negeri.

Rajiv menilai keterlibatan Polri tidak hanya berhenti pada aspek pengamanan, tetapi juga turun langsung dalam proses produksi. Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan semangat gotong royong dalam membangun ketahanan pangan nasional.

“Yang saya lihat adalah kerja sama yang utuh. Polri tidak sekadar mengawal, tetapi ikut menanam dan memanen bersama petani. Ini pendekatan yang tepat untuk membangun kepercayaan dan semangat kebersamaan,” kata Rajiv.

Menuju Swasembada Bawang Putih

Target swasembada bawang putih merupakan bagian dari agenda besar pemerintah dalam memperkuat kemandirian pangan. Selama bertahun-tahun, kebutuhan bawang putih nasional sebagian besar masih dipenuhi melalui impor, sehingga fluktuasi harga dan nilai tukar kerap memengaruhi stabilitas harga di dalam negeri.

Melalui program panen raya dan penanaman yang digelar di NTB, pemerintah bersama Polri berupaya mempercepat tercapainya target produksi dalam negeri. Keterlibatan ribuan petani dalam program tersebut diharapkan mampu mendorong perluasan lahan tanam dan peningkatan hasil panen secara signifikan.

Rajiv menyatakan bahwa Komisi IV DPR RI akan terus mengawal program tersebut agar berjalan sesuai rencana. Ia juga mendorong agar pendampingan terhadap petani, baik dari sisi bibit, pupuk, maupun akses pasar, dapat berjalan optimal.

“Kami di Komisi IV akan mengawal program ini. Yang terpenting adalah keberlanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial. Petani harus mendapat pendampingan penuh agar produksi benar-benar meningkat,” tegasnya.

Harapan Keberlanjutan Program

Rajiv berharap keberhasilan panen raya dan penanaman bawang putih di NTB dapat direplikasi di daerah-daerah lain yang memiliki potensi serupa. Menurutnya, perluasan program ke berbagai wilayah akan mempercepat pencapaian swasembada bawang putih nasional.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara kementerian terkait, pemerintah daerah, TNI, dan Polri dalam mendukung program ketahanan pangan. Koordinasi yang baik, ujarnya, akan menentukan keberhasilan program di lapangan.

Di sisi lain, Rajiv mengingatkan agar hasil panen dapat terserap dengan baik oleh pasar sehingga petani memperoleh keuntungan yang layak. Ia meminta pemerintah menyiapkan mekanisme penyerapan hasil panen agar petani tidak dirugikan oleh fluktuasi harga.

“Jangan sampai petani sudah menanam dengan semangat, tetapi hasilnya tidak terserap pasar. Pemerintah harus hadir menjamin harga dan memastikan hasil panen terserap,” ujar Rajiv.

Penutup

Gelaran panen raya dan penanaman bawang putih di NTB menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Dengan keterlibatan Polri dan ribuan petani, program ini diharapkan menjadi model kolaborasi lintas sektor yang dapat diperluas ke berbagai daerah.

Sementara itu, dukungan politik dari DPR RI, khususnya Komisi IV yang membidangi pertanian, dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan program. Pengawasan dan pendampingan yang konsisten diharapkan mampu membawa Indonesia semakin dekat pada cita-cita swasembada bawang putih.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User