Raja Abdullah II Tiba di Jakarta, Perkuat Hubungan Bilateral Bersejarah

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menerima kunjungan kenegaraan Raja Yordania Abdullah II bin Al-Hussein di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat pekan ini. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangk...

Jul 12, 2026 - 11:28
0 0
Raja Abdullah II Tiba di Jakarta, Perkuat Hubungan Bilateral Bersejarah

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menerima kunjungan kenegaraan Raja Yordania Abdullah II bin Al-Hussein di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat pekan ini. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian diplomasi tingkat tinggi antara Jakarta dan Amman yang telah terjalin erat selama lebih dari dua dekade terakhir.

Kepala Negara Yordania tersebut akan didampingi oleh delegasi tingkat menteri yang membidangi urusan luar negeri, perdagangan, serta pertahanan. Menurut keterangan resmi Kementerian Luar Negeri, kunjungan ini akan membahas sejumlah agenda strategis, termasuk kerja sama ekonomi, penanganan krisis kemanusiaan di Timur Tengah, hingga penguatan dialog antaragama.

Hubungan Personal yang Terbangun Sejak Dua Dekade

Hubungan antara Presiden Prabowo dan Raja Abdullah II tidak terbentuk dalam waktu singkat. Keduanya pertama kali bertemu dalam kapasitas resmi pada forum pertahanan internasional di Amman pada awal 2000-an, ketika Prabowo masih aktif di lingkungan militer. Sejumlah sumber diplomatik menyebutkan bahwa komunikasi personal di antara kedua tokoh terus berlangsung secara konsisten.

Pada tahun 2015, saat menjabat sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo melakukan kunjungan kerja ke Yordania dan diterima langsung oleh Raja Abdullah II di Istana Al-Husseiniya. Pertemuan tersebut membahas kerja sama kontraterorisme dan pertukaran intelijen, yang kemudian menjadi fondasi kerja sama pertahanan bilateral hingga saat ini.

“Hubungan kami bukan sekadar antarnegara, melainkan juga antarpribadi yang dibangun di atas rasa saling percaya dan visi bersama untuk perdamaian,” demikian pernyataan Presiden Prabowo dalam kesempatan sebelumnya saat menyinggung relasi dengan Kerajaan Yordania.

Kerja Sama Pertahanan dan Kontraterorisme

Yordania merupakan salah satu mitra utama Indonesia di kawasan Timur Tengah dalam bidang pertahanan. Kedua negara telah menandatangani nota kesepahaman tentang kerja sama industri pertahanan pada tahun 2019, yang mencakup produksi amunisi, pengembangan kendaraan taktis, serta pelatihan pasukan khusus. Dokumen kerja sama tersebut disahkan dalam Rapat Koordinasi tingkat menteri di Jakarta dan ditindaklanjuti dengan pertukaran perwira militer secara berkala.

Komisi Kerja Sama Bilateral Indonesia-Yordania yang digelar pada Oktober 2023 di Amman mencatat peningkatan signifikan dalam volume latihan gabungan antara TNI dan Angkatan Bersenjata Yordania. Data Kementerian Pertahanan menunjukkan bahwa dalam kurun 2020 hingga 2025, sebanyak 14 program latihan bersama telah dilaksanakan, meliputi operasi penanggulangan terorisme, penjinakan bahan peledak, dan misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Dukungan Yordania terhadap Isu Palestina dan Peran Indonesia

Sebagai negara yang memiliki perwalian atas tempat-tempat suci Islam di Yerusalem, Yordania memandang Indonesia sebagai mitra strategis dalam menyuarakan keadilan bagi rakyat Palestina di forum internasional. Dalam KTT Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam yang digelar di Riyadh pada November 2024, delegasi Indonesia dan Yordania secara bersama-sama mendorong resolusi yang mengecam pelanggaran hukum humaniter internasional di Gaza.

Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, telah meningkatkan bantuan kemanusiaan ke Palestina melalui jalur koordinasi dengan Otoritas Nasional Palestina dan Kerajaan Yordania. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat pengiriman bantuan tahap ketiga seberat 200 ton pada Januari 2026, yang disalurkan melalui bandar udara di Amman menuju perbatasan Rafah dengan koordinasi penuh dari otoritas Yordania.

“Kerajaan Yordania memainkan peran kunci sebagai jembatan kemanusiaan. Tanpa dukungan logistik dari Amman, bantuan kami akan jauh lebih sulit menjangkau mereka yang membutuhkan di Gaza,” ujar Menteri Luar Negeri dalam keterangan pers pada 15 Februari 2026.

Perdagangan dan Investasi yang Terus Bertumbuh

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan nilai perdagangan bilateral Indonesia-Yordania pada tahun 2025 mencapai 892 juta dolar Amerika Serikat, meningkat 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Komoditas ekspor utama Indonesia meliputi minyak sawit, produk tekstil, serta alas kaki, sementara impor dari Yordania didominasi oleh pupuk fosfat dan bahan kimia industri.

Kamar Dagang dan Industri Indonesia mencatat minat investor Yordania yang terus meningkat terhadap sektor energi terbarukan dan infrastruktur di Tanah Air. Setidaknya tiga perusahaan Yordania telah menjajaki investasi di kawasan Ibu Kota Nusantara, dengan total komitmen mencapai 150 juta dolar AS untuk proyek pengolahan air dan transportasi ramah lingkungan.

Diplomasi Antarkeyakinan sebagai Pilar Bersama

Indonesia dan Yordania juga memiliki kedekatan dalam mempromosikan Islam moderat di panggung global. Inisiatif A Message from Jordan yang diluncurkan oleh Raja Abdullah II pada 2004 mendapat sambutan positif dari organisasi keagamaan di Indonesia. Konsep wasathiyah atau Islam jalan tengah yang diusung kedua negara telah menjadi landasan kerja sama dalam forum dialog antaragama Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Kementerian Agama menegaskan bahwa Indonesia dan Yordania tengah memfinalisasi kerja sama pertukaran ulama dan mahasiswa pascasarjana untuk memperdalam kajian fikih perdamaian. Program ini ditargetkan dimulai pada tahun akademik 2026-2027 dan akan melibatkan Universitas Al-Azhar Kairo serta Universitas Yarmouk di Irbid.

Kunjungan kenegaraan Raja Abdullah II ke Jakarta kali ini diharapkan menghasilkan sejumlah dokumen kerja sama baru yang akan ditandatangani langsung oleh kedua kepala negara di hadapan delegasi masing-masing. Agenda pertemuan juga mencakup jamuan kenegaraan dan kunjungan kehormatan ke lokasi strategis yang merepresentasikan kemajuan pembangunan Indonesia di bawah pemerintahan saat ini.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User