PT KAI Operasikan Lima Perjalanan KA Jarak Jauh Mulai 10 Juli
Jakarta — PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi mengoperasikan lima perjalanan kereta api jarak jauh tambahan mulai Jumat, 10 Juli 2020. Rute baru tersebut melayani tiga kota tujuan utama, yakni B...
Jakarta — PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi mengoperasikan lima perjalanan kereta api jarak jauh tambahan mulai Jumat, 10 Juli 2020. Rute baru tersebut melayani tiga kota tujuan utama, yakni Bandung, Cirebon, dan Surabaya, dengan titik keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat.
Penambahan layanan ini merupakan bagian dari upaya BUMN sektor transportasi tersebut untuk mengakomodasi mobilitas masyarakat yang mulai meningkat memasuki fase adaptasi kebiasaan baru. Sebelumnya, PT KAI hanya mengoperasikan kereta api lokal dan commuter line dengan kapasitas terbatas sebagai respons terhadap pandemi Covid-19.
Detail Operasional Lima Perjalanan KA
Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo menyampaikan bahwa penambahan perjalanan kereta jarak jauh dilakukan setelah melalui koordinasi intensif dengan Kementerian Perhubungan dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19. "Kami menambah lima perjalanan kereta api jarak jauh yang melayani Bandung, Cirebon, dan Surabaya. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan tingkat permintaan penumpang yang terus bertambah," ujar Didiek dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (10/7/2020).
Kelima perjalanan tersebut mencakup rute Jakarta-Bandung pp, Jakarta-Cirebon pp, serta Jakarta-Surabaya pp. PT KAI memberlakukan sistem penjualan tiket secara daring melalui aplikasi KAI Access dan situs resmi perusahaan untuk mencegah antrean panjang di stasiun. Calon penumpang diwajibkan menunjukkan surat keterangan sehat dan hasil rapid test dengan keterangan non-reaktif.
Protokol Kesehatan di Stasiun dan Kereta
Manajemen PT KAI menerapkan protokol kesehatan ketat di seluruh titik layanan, termasuk Stasiun Pasar Senen sebagai salah satu titik keberangkatan utama. Setiap penumpang yang masuk area stasiun wajib menjalani pemeriksaan suhu tubuh, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, serta mengenakan masker.
Di dalam rangkaian kereta, kapasitas tempat duduk diatur dengan penerapan physical distancing. Hanya sebagian kursi yang boleh digunakan, sementara kursi lainnya ditandai dengan tanda silang sebagai penanda larangan duduk. Petugas secara berkala melakukan penyemprotan disinfektan pada gerbong, pegangan tangan, dan fasilitas umum lainnya.
"Keselamatan dan kesehatan penumpang menjadi prioritas utama. Kami tidak akan mengompromikan standar protokol kesehatan demi kenyamanan bersama," tegas Didiek Hartantyo.
Dampak terhadap Mobilitas Masyarakat
Penambahan perjalanan kereta api jarak jauh mendapat respons positif dari berbagai kalangan, terutama pekerja migran dan pelaku usaha kecil menengah yang memerlukan akses transportasi antarkota dengan biaya terjangkau. Harga tiket kereta api yang relatif stabil dibandingkan moda transportasi lain menjadi pertimbangan utama bagi masyarakat.
Data PT KAI menunjukkan bahwa okupansi penumpang pada perjalanan kereta lokal dan commuter line sejak awal Juni 2020 telah mengalami peningkatan signifikan. Tren ini menjadi dasar pertimbangan bagi manajemen untuk memperluas layanan ke rute jarak jauh secara bertahap.
Pengamat transportasi dari Universitas Indonesia, Sutanto Soehodho, menilai langkah PT KAI sebagai keputusan yang tepat. "Di fase adaptasi kebiasaan baru, masyarakat memerlukan kepastian akses transportasi yang aman. Kereta api memiliki keunggulan karena kapasitasnya besar namun dapat diatur sesuai protokol kesehatan," ujar Sutanto saat dihubungi secara terpisah.
Koaborasi dengan Pemerintah dan Gugus Tugas
Pengoperasian lima perjalanan kereta jarak jauh ini tidak lepas dari Rapat Koordinasi antara PT KAI, Kementerian Perhubungan, dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Keputusan tersebut ditetapkan berdasarkan Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pedoman dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Transportasi pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru.
PT KAI juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan daerah tujuan untuk melakukan screening penumpang di stasiun keberangkatan maupun kedatangan. Apabila ditemukan penumpang dengan gejala Covid-19, tim kesehatan akan melakukan penanganan sesuai prosedur tetap.
Rencana Penambahan Layanan Bertahap
Manajemen PT KAI menegaskan bahwa penambahan perjalanan kereta api jarak jauh akan dilakukan secara bertahap berdasarkan evaluasi kondisi lapangan dan tingkat permintaan masyarakat. Tahap selanjutnya akan mencakup rute ke Yogyakarta, Semarang, dan Malang apabila situasi pandemi terus menunjukkan perbaikan.
"Kami akan menyesuaikan kapasitas dan frekuensi perjalanan berdasarkan data riil di lapangan. Keputusan penambahan rute baru akan kami umumkan setelah melalui kajian komprehensif bersama pemangku kepentingan terkait," jelas Didiek Hartantyo.
Dengan beroperasinya lima perjalanan kereta jarak jauh sejak 10 Juli 2020, PT KAI berharap dapat mendukung pemulihan ekonomi nasional melalui kelancaran distribusi barang dan pergerakan manusia antarkota. Perusahaan pelat merah tersebut optimistis bahwa kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api akan terus meningkat seiring dengan penerapan protokol kesehatan yang konsisten.
Comments (0)