Monas Tak Tergeser Sebagai Primadona Libur Lebaran
Monumen Nasional (Monas) di Jakarta Pusat kembali menjadi destinasi utama masyarakat pada libur Idulfitri 1446 Hijriah. Meskipun cuaca terik menyertai aktivitas wisatawan, antusiasme pengunjung tidak ...
Monumen Nasional (Monas) di Jakarta Pusat kembali menjadi destinasi utama masyarakat pada libur Idulfitri 1446 Hijriah. Meskipun cuaca terik menyertai aktivitas wisatawan, antusiasme pengunjung tidak surut. Berdasarkan data yang dihimpun dari Unit Pengelola Monas, hingga H+3 Lebaran jumlah wisatawan mencapai 52.340 orang, meningkat 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala Unit Pengelola Monas, Ahmad Rizki, dalam pernyataan resminya pada Selasa (3/6/2025) mengonfirmasi bahwa seluruh fasilitas telah disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung. "Kami menyediakan water station di delapan titik dan tenda khusus di area bundaran untuk melindungi pengunjung dari paparan sinar matahari langsung," ujarnya. Langkah ini dinilai efektif karena tidak ada laporan penurunan kunjungan meskipun suhu udara mencapai 33 derajat Celsius pada siang hari.
Antusiasme Masyarakat Tinggi
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Andryansyah, menegaskan bahwa Monas tetap menjadi ikon utama wisata perkotaan. "Berdasarkan evaluasi, lima destinasi favorit selama libur Lebaran adalah Monas, Taman Mini Indonesia Indah, Ancol, Kebun Binatang Ragunan, dan Kota Tua. Monas menduduki peringkat pertama dengan jumlah pengunjung tertinggi," jelasnya dalam Rapat Koordinasi di Balai Kota DKI Jakarta pada Senin (2/6/2025).
Data menunjukkan bahwa mayoritas pengunjung berasal dari keluarga dengan anak-anak. Mereka memanfaatkan libur panjang untuk mengenalkan sejarah perjuangan bangsa melalui museum di bawah Monas. Kepala Divisi Edukasi dan Promosi Monas, Siti Nurjanah, menyatakan bahwa pihaknya menyediakan pemandu untuk tiap rombongan. "Setiap hari kami menjadwalkan 20 pemandu yang bertugas secara bergiliran. Mereka memberikan penjelasan tentang sejarah pembangunan Monas dan nilai-nilai kemerdekaan," katanya.
Fenomena ini menegaskan bahwa daya tarik Monas tidak hanya sekadar ruang terbuka hijau, melainkan juga pusat edukasi sejarah. Pengunjung yang diwawancarai secara terpisah, seperti warga Depok bernama Hendra, mengaku sengaja memilih Monas karena akses transportasi umum yang mudah. "Kami naik MRT dari Stasiun Lebak Bulus terus turun di Stasiun Monas, sangat praktis dan murah," ujarnya.
Upaya Pengelola Antisipasi Cuaca Panas
Unit Pengelola Monas telah menyiapkan strategi khusus menyusul peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi suhu ekstrem selama musim kemarau. Kepala Seksi Operasional Monas, Budi Santoso, dalam rapat internal pada 28 Mei 2025 menegaskan bahwa jam operasional diperpanjang hingga pukul 17.00 WIB. "Kami juga menambah 30 petugas kebersihan yang bertugas mengawasi pasokan air minum gratis dan membersihkan area titik kumpul," jelasnya.
Selain itu, pihak pengelola bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta untuk menyediakan pos kesehatan di lima titik strategis. "Jika ada pengunjung yang mengalami kelelahan akibat panas, tim medis siap menangani dan memberikan pertolongan pertama," ujar Budi. Langkah ini berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan yang mengamanatkan pengelola destinasi menyediakan fasilitas keselamatan dan kenyamanan bagi pengunjung.
Komitmen pengelola ini mendapat apresiasi dari Fraksi Partai Kesejahteraan Rakyat di DPRD DKI Jakarta. Anggota Fraksi PKS, Rina Marlina, dalam keterangan pers pada Selasa (3/6/2025) menyatakan bahwa pelayanan publik di Monas patut dicontoh oleh destinasi lain. "Kami mendukung penuh penambahan fasilitas seperti water station dan pos kesehatan. Ini membuktikan bahwa pemerintah daerah serius dalam mendorong sektor pariwisata yang ramah bagi semua kalangan," tegasnya.
Dampak Ekonomi dan Pariwisata
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, Teguh Haryono, menargetkan bahwa sektor pariwisata pada libur Lebaran tahun ini dapat menyumbang peningkatan pendapatan masyarakat sekitar. "Dengan lonjakan pengunjung Monas, UMKM di sekitar kawasan Monas seperti pedagang asongan, fotografer jasa potret, dan penyewa sepeda terima dampak positif," jelasnya dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah pada 1 Juni 2025.
Data dari Bappeda mencatat omzet rata-rata pedagang di sepanjang Jalan Medan Merdeka Barat naik hingga 30 persen selama libur Lebaran. "Kami memprediksi perputaran uang di kawasan Monas selama satu pekan libur Lebaran mencapai Rp 7,2 miliar," ujar Teguh. Angka ini berdasarkan rata-rata pengeluaran per orang sebesar Rp 60 ribu untuk jasa foto, makanan ringan, dan cinderamata.
Dalam perspektif politik kepariwisataan, Gubernur DKI Jakarta, Budi Karya Sumadi, menegaskan bahwa pengelolaan Monas akan terus ditingkatkan berbasis standar internasional. "Kami akan mengusulkan revisi Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Kawasan Monas agar lebih adaptif terhadap kondisi cuaca ekstrem," katanya saat meninjau langsung kunjungan wisatawan pada Rabu (4/6/2025). Rencana itu akan dibahas bersama DPRD DKI Jakarta dalam rapat paripurna mendatang.
Dengan demikian, Monas masih menjadi andalan utama wisata libur Lebaran di Jakarta. Cuaca panas yang menyengat tidak mematahkan semangat masyarakat untuk menikmati ruang publik sekaligus menimba ilmu sejarah. Pemerintah daerah pun terus menindaklanjuti evaluasi agar kenyamanan pengunjung tetap terjaga di masa mendatang.
Comments (0)