Pria AS Curhat Sakit Bahu Mengira Cedera Otot, Ternyata Gejala Kanker

Jul 06, 2026 - 03:50
0 0
Pria AS Curhat Sakit Bahu Mengira Cedera Otot, Ternyata Gejala Kanker

Jakarta - Seorang pria asal Texas, Amerika Serikat, harus menerima kenyataan pahit setelah nyeri bahu yang ia kira hanya cedera otot biasa ternyata merupakan gejala kanker. Eric Dillon, nama pria tersebut, mengisahkan perjalanan kesehatannya yang berawal dari rasa sakit di bahu yang tak kunjung hilang.

Dillon awalnya menduga dirinya hanya mengalami cedera rotator cuff, yaitu kerusakan pada otot dan tendon di sekitar sendi bahu. Pemeriksaan awal dokter mengonfirmasi dugaan itu. Ia pun menjalani terapi fisik dan latihan peregangan yang cukup membantu meredakan nyeri. Namun, selama dua tahun berikutnya, rasa tidak nyaman itu kerap kembali meski intensitasnya ringan. Untuk mengatasinya, ia hanya mengubah posisi tidur atau mengurangi aktivitas fisik.

Nyeri yang Tak Kunjung Sembuh

Seiring waktu, rasa sakit itu menjadi bagian dari keseharian Dillon. Ia mengaku sempat mengabaikannya karena merasa bukan masalah serius. “Awalnya saya pikir ini cuma cedera biasa yang akan pulih sendiri. Tidak pernah terlintas di pikiran saya bahwa ini bisa menjadi tanda penyakit serius,” ujarnya seperti dilansir Apaberita.com.

Pada Mei 2024, Dillon memutuskan untuk kembali memeriksakan diri ke dokter ortopedi setelah rasa nyeri tak kunjung membaik. Dokter kemudian menyarankan pemindaian Magnetic Resonance Imaging (MRI) untuk melihat kondisi bahunya secara lebih detail. Hasil pemeriksaan itu justru menunjukkan adanya temuan mencurigakan yang tidak biasa untuk sekadar cedera otot.

Diagnosa di Luar Dugaan

Dokter ortopedi segera merujuk Dillon ke spesialis onkologi. Meski belum mengetahui dengan pasti kondisi yang dialaminya, ia mulai menyadari ada sesuatu yang lebih serius. Serangkaian tes lanjutan akhirnya mengungkap kenyataan yang mengejutkan: Dillon mengidap kanker. Jenis dan stadium kanker tidak diungkap ke publik, namun yang jelas, rasa sakit di bahunya adalah gejala dari penyakit tersebut.

“Saya tidak pernah membayangkan bahwa nyeri bahu bisa menjadi gejala kanker. Ini benar-benar di luar dugaan saya,” kata Dillon.

Kisah Dillon menyoroti fakta bahwa gejala kanker tidak selalu muncul di organ yang jelas terlihat. Nyeri pada area tertentu, terutama yang berlangsung lama dan tidak merespons pengobatan standar, bisa menjadi alarm adanya pertumbuhan sel abnormal, seperti sarkoma jaringan lunak atau kanker tulang yang menekan saraf. Bahkan metastasis kanker dari organ lain bisa bermanifestasi sebagai nyeri otot atau tulang.

Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa rasa sakit yang menetap selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan sebaiknya tidak diabaikan. Jika terapi awal tidak membuahkan hasil, diperlukan pemeriksaan lebih mendalam. Deteksi dini menjadi kunci dalam penanganan kanker agar peluang kesembuhan lebih besar.

Kini Dillon tengah menjalani perawatan intensif untuk melawan kanker. Ia berharap pengalamannya bisa meningkatkan kesadaran banyak orang agar lebih peka terhadap sinyal yang diberikan tubuh. “Jangan anggap remeh rasa sakit yang Anda alami. Dengarkan tubuh Anda dan segera periksakan diri jika ada yang tidak beres,” pesannya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User