Jakarta — PERKENI Jelaskan Mekanisme Kerja Tirzepatide untuk Diabetes Tipe 2

Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), Prof. Dr. dr. Em Yunir, SpPD-KEMD, dalam keterangan resminya di Jakarta, memaparkan mekanisme ker

Jul 09, 2026 - 09:39
0 0
Jakarta — PERKENI Jelaskan Mekanisme Kerja Tirzepatide untuk Diabetes Tipe 2

Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), Prof. Dr. dr. Em Yunir, SpPD-KEMD, dalam keterangan resminya di Jakarta, memaparkan mekanisme kerja inovatif tirzepatide sebagai terapi baru bagi pasien diabetes tipe 2. Ia menekankan bahwa obat ini menawarkan pendekatan dual agonis yang belum pernah ada sebelumnya, yaitu merangsang dua reseptor hormon inkretin sekaligus, sehingga dampak metaboliknya lebih luas dibandingkan agonis GLP-1 tunggal yang sudah dikenal. Prof. Yunir mengungkapkan, tirzepatide bekerja dengan mengaktifkan reseptor GLP-1 dan GIP (glucose-dependent insulinotropic polypeptide), sinergi yang memicu perbaikan kontrol glikemik secara signifikan sekaligus mendorong penurunan berat badan yang bermakna.

Mekanisme aksi tirzepatide bertumpu pada peniruan aktivitas dua hormon alami di dalam tubuh. Aktivasi reseptor GLP-1 memperlambat pengosongan lambung, menekan sekresi glukagon yang berlebihan, dan meningkatkan rasa kenyang di otak. Sementara itu, aktivasi reseptor GIP—yang sebelumnya kurang dimanfaatkan dalam pengobatan diabetes—terbukti turut memperkuat sekresi insulin pada kondisi kadar glukosa tinggi dan memperbaiki metabolisme lemak. Kombinasi ini menghasilkan efek penurunan hemoglobin A1c (HbA1c) dan berat badan yang lebih besar daripada terapi berbasis GLP-1 tunggal.

“Tirzepatide menjadi terobosan karena bekerja pada dua reseptor inkretin sekaligus, menghasilkan efek metabolik yang lebih luas dibandingkan agonis GLP-1 tunggal. Ini sangat relevan bagi pasien diabetes tipe 2 yang sering kali juga mengalami obesitas,” ujar Prof. Em Yunir dalam pemaparannya.

Efektivitas Klinis Berdasarkan Uji SURPASS-2

Data uji klinis fase 3 SURPASS-2 yang membandingkan tirzepatide dengan semaglutide 1 mg menunjukkan hasil yang meyakinkan. Setelah 40 pekan terapi, pasien yang menerima tirzepatide dosis 5 mg, 10 mg, dan 15 mg mencatat penurunan HbA1c rata-rata sebesar 2,01%, 2,24%, dan 2,46%, sementara semaglutide 1 mg mencatat penurunan 1,91%. Proporsi pasien yang berhasil mencapai target HbA1c <7% pada kelompok tirzepatide 15 mg mencapai 90%, jauh melampaui capaian semaglutide yang sebesar 79%.

Dari sisi penurunan berat badan, tirzepatide 15 mg menghasilkan penurunan rata-rata 11,2 kg (sekitar 13,9% dari bobot awal). Angka ini hampir dua kali lipat dari capaian semaglutide 1 mg yang hanya menurunkan 6,2 kg. Bahkan dosis terendah tirzepatide (5 mg) mampu menurunkan berat badan sebesar 7,6 kg, melampaui kinerja semaglutide dosis maksimal. Data ini menegaskan bahwa efek ganda tirzepatide memberikan keuntungan aditif yang tidak dimiliki terapi berbasis GLP-1 sebelumnya.

Perbandingan dengan Agonis GLP-1 Tunggal

ParameterTirzepatide 5 mgTirzepatide 10 mgTirzepatide 15 mgSemaglutide 1 mg
Penurunan HbA1c2,01%2,24%2,46%1,91%
Pencapaian HbA1c <7%82%86%90%79%
Penurunan berat badan7,6 kg9,3 kg11,2 kg6,2 kg

Prof. Yunir menjelaskan bahwa profil keamanan tirzepatide sebanding dengan agonis reseptor GLP-1. Efek samping terbanyak berupa gangguan pencernaan ringan hingga sedang—mual, diare, dan muntah—yang umumnya membaik seiring waktu. Tidak ditemukan sinyal risiko hipoglikemia berat, selama obat tidak dikombinasikan dengan sulfonilurea atau insulin. Meski demikian, ia menekankan bahwa tirzepatide harus diresepkan oleh dokter spesialis yang memahami karakteristik pasien diabetes tipe 2, terutama terkait riwayat penyakit tiroid dan pankreatitis.

PERKENI memandang tirzepatide sebagai salah satu modalitas penting dalam algoritma penatalaksanaan diabetes melitus tipe 2 terkini. Obat ini tidak hanya mengontrol gula darah secara agresif, tetapi juga memberikan efek kardioprotektif dan nefroprotektif yang didukung oleh data studi-studi randomisasi. Prof. Yunir berharap kehadiran terapi dual agonis ini dapat menurunkan angka komplikasi jangka panjang yang selama ini menjadi beban utama pasien diabetes di Indonesia.

Berikut adalah sejumlah pertanyaan umum terkait tirzepatide yang perlu diketahui.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User