Presiden Tetapkan 10 Pahlawan Nasional Baru Tahun 2025

Jakarta, 10 November 2025 – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi menetapkan sepuluh tokoh sebagai pahlawan nasional baru dalam upacara peringatan Hari Pahlawan di Istana Merde...

Jul 12, 2026 - 02:32
0 0
Presiden Tetapkan 10 Pahlawan Nasional Baru Tahun 2025

Jakarta, 10 November 2025 – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi menetapkan sepuluh tokoh sebagai pahlawan nasional baru dalam upacara peringatan Hari Pahlawan di Istana Merdeka. Keputusan ini berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, setelah proses verifikasi oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pahlawan Nasional. Penetapan dilakukan melalui Keputusan Presiden Nomor 123/PU/2025 yang disahkan pada rapat pleno kabinet.

Dasar Hukum dan Proses Penetapan

Proses penetapan pahlawan nasional baru ini dimulai dari pengajuan calon oleh berbagai lembaga dan masyarakat. Tim Peneliti yang terdiri dari sejarawan, akademisi, dan perwakilan pemerintah melakukan kajian mendalam terhadap 25 kandidat yang diajukan. Dalam Rapat Koordinasi Pleno yang digelar pada 15 September 2025, tim merekomendasikan sepuluh tokoh yang memenuhi kriteria. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa seluruh proses telah sesuai dengan prosedur resmi. "Setiap langkah didokumentasikan dan diverifikasi untuk memastikan keabsahan," ujarnya kepada media.

Presiden Prabowo Subianto, dalam pidato resminya, menyatakan bahwa penetapan ini merupakan bentuk penghormatan tertinggi negara terhadap jasa para pahlawan. "Kita menetapkan pahlawan nasional baru dengan penuh tanggung jawab, mengingat perjuangan mereka yang tak ternilai," kata Presiden. Ia juga menambahkan bahwa keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan masukan dari berbagai fraksi di DPR RI, yang menyatakan dukungan melalui surat resmi.

Profil Sepuluh Pahlawan Nasional

Berdasarkan Keputusan Presiden, sepuluh tokoh yang ditetapkan memiliki latar belakang beragam, mulai dari pejuang kemerdekaan hingga tokoh pendidikan. Berikut adalah profil ringkas masing-masing pahlawan:

1. Dr. Soedirman – Lahir di Karanganyar, Jawa Tengah, pada 24 Januari 1916. Ia adalah seorang guru yang kemudian menjadi komandan gerilya selama Agresi Militer Belanda. Pengabdiannya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia telah diakui secara luas.

2. Raden Ajeng Kartini – Lahir di Jepara, Jawa Tengah, pada 21 April 1879. Kartini dikenal sebagai pelopor emansipasi perempuan Indonesia melalui surat-suratnya yang mengkritik ketidakadilan gender. Ia mendirikan sekolah untuk perempuan di Jepara.

3. Ki Hajar Dewantara – Lahir di Yogyakarta pada 2 Mei 1889. Pendiri Taman Siswa ini adalah tokoh kebangkitan nasional yang berjuang untuk pendidikan rakyat. Ia juga menulis lagu "Hari Merdeka" yang menjadi semangat perjuangan.

4. Sultan Agung Hanyokrokusumo – Raja Mataram yang memerintah pada abad ke-17. Ia dikenal sebagai pemimpin yang gagah berani melawan penjajah VOC dan memajukan kebudayaan Jawa.

5. Tjut Nyak Dien – Lahir di Aceh pada 1848. Ia adalah pejuang perempuan yang memimpin perlawanan gerilya melawan Belanda setelah jatuhnya Kesultanan Aceh. Keberaniannya diakui sebagai simbol perjuangan rakyat Aceh.

6. Mohammad Yamin – Lahir di Sawahlunto, Sumatera Barat, pada 23 Agustus 1903. Sebagai sastrawan, ia menulis lagu "Indonesia Raya" yang menjadi lagu kebangsaan. Ia juga berperan dalam merumuskan dasar negara Pancasila.

7. I Gusti Ngurah Rai – Lahir di Bali pada 30 Januari 1917. Ia adalah komandan tentara rakyat Bali yang gugur dalam Pertempuran Margarana melawan Belanda pada 1946.

8. Martha Christina Tiahahu – Lahir di Nusa Laut, Maluku, pada 4 Januari 1800. Ia berpartisipasi dalam Perang Paderi dan menjadi simbol perjuangan perempuan Maluku melawan penjajahan.

9. Frans Kaisiepo – Lahir di Biak, Papua, pada 10 April 1920. Ia adalah aktivis yang memperjuangkan integrasi Irian Barat ke dalam Republik Indonesia dan menjabat sebagai Gubernur Irian Barat pertama.

10. Jenderal Sudirman – Lahir di Bodas Karang, Purbalingga, pada 24 Januari 1916. Sebagai Panglima Besar Tentara Nasional Indonesia, ia memimpin perang gerilya selama Agresi Militer Belanda dan menjadi simbol keteguhan.

Profil lengkap masing-masing pahlawan telah dipublikasikan dalam portal resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk keperluan edukasi.

Reaksi Publik dan Dukungan

Penetapan pahlawan nasional baru ini mendapat sambutan luas dari masyarakat dan tokoh politik. Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Puan Maharani, dalam rapat paripurna DPR RI pada 12 November 2025, menyatakan dukungan penuh. "Keputusan Presiden Prabowo ini adalah langkah tepat untuk memperkuat nasionalisme dan menghargai sejarah bangsa," katanya.

Selain itu, organisasi kemasyarakatan seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah mengeluarkan pernyataan resmi. Dalam Rapat Koordinasi Nasional NU pada 18 Oktober 2025, organisasi tersebut menegaskan pentingnya penghormatan terhadap pahlawan. "Ini adalah upaya konkret untuk menjaga warisan sejarah," ujar Sekretaris Jenderal NU, Helmy Faishal Zaini.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, juga menyambut baik penetapan ini. "Profil pahlawan nasional akan dimasukkan dalam kurikulum pendidikan tingkat dasar hingga menengah untuk menginspirasi siswa," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta pada 20 November 2025.

Komitmen Pemerintah dan Program Mendatang

Sebagai tindak lanjut, pemerintah berencana untuk menindaklanjuti penetapan ini dengan berbagai program. Presiden Prabowo menegaskan bahwa monumen peringatan akan didirikan di lima kota besar, yaitu Jakarta, Surabaya, Makassar, Medan, dan Manado. "Ini merupakan bentuk penghormatan yang fisik dan dapat dilihat oleh masyarakat," katanya dalam rapat kabinet terbatas pada 25 November 2025.

Selain itu, Kementerian Pendidikan akan mengadakan lomba esai dan seminar nasional tentang pahlawan nasional pada awal tahun 2026. Menteri Pendidikan menyatakan bahwa ini bagian dari edukasi berkelanjutan. "Kita harus memastikan bahwa perjuangan pahlawan tidak dilupakan oleh generasi muda," ujarnya.

Dengan penetapan ini, bangsa Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk menghargai sejarah dan membangun karakter nasional. Presiden Prabowo mengakhiri pidatonya dengan harapan agar semangat pahlawan terus menginsipirasi langkah ke depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User