Presiden Prabowo Tantang Akademisi: Mengapa 81 Tahun Merdeka Belum Mampu Produksi Mobil Sendiri?

Jakarta – Apaberita.com memberitakan, Presiden Prabowo Subianto kembali menyuarakan kritik tajam terhadap kemandirian industri nasional. Dalam sebuah forum pertemuan dengan para guru besar dan akad

Jul 07, 2026 - 23:40
0 0
Presiden Prabowo Tantang Akademisi: Mengapa 81 Tahun Merdeka Belum Mampu Produksi Mobil Sendiri?

Jakarta – Apaberita.com memberitakan, Presiden Prabowo Subianto kembali menyuarakan kritik tajam terhadap kemandirian industri nasional. Dalam sebuah forum pertemuan dengan para guru besar dan akademisi terkemuka, Kepala Negara mempertanyakan mengapa Indonesia, setelah 81 tahun merdeka, belum mampu memproduksi mobil secara mandiri. Pernyataan tersebut dilontarkan sebagai bentuk dorongan agar kalangan intelektual lebih agresif melahirkan inovasi strategis bagi bangsa.

Momen itu terjadi dalam Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, pada Jumat (26/6/2026). Di hadapan para rektor dan ilmuwan, Prabowo menekankan bahwa ketergantungan pada produk impor, terutama di sektor pangan dan teknologi tinggi, merupakan sebuah ironi yang harus segera dihentikan.

"Saudara-saudara, karena itu saya berkali-kali datang ke kampus. Saya datang untuk bertanya kepada orang-orang terpintar di bangsa ini," tegas Prabowo dalam pidatonya yang dikutip media kami.

Ketergantungan Pangan dan Teknologi Jadi Sorotan

Tak hanya menyoroti sektor otomotif, Prabowo juga mengungkit ketidakmampuan Indonesia dalam memproduksi benih gandum sendiri. Ia membandingkan kondisi ini dengan negara lain yang mampu membangun kedaulatan pangan di tengah keterbatasan lahan. Menurutnya, ketergantungan pada impor gandum yang mencapai jutaan ton per tahun adalah bukti bahwa riset pertanian nasional belum berjalan optimal.

"Saya tanya Profesor Sigit, saya tanya profesor-profesor dari IPB, kenapa kita tidak bisa punya benih gandum? Kenapa kita harus impor gandum?" tanya Prabowo dengan nada penuh penekanan, sebagaimana terekam dalam laporan Apaberita.com.

Presiden menegaskan bahwa dirinya menginginkan para akademisi tidak hanya berkutat pada publikasi jurnal internasional, tetapi juga harus berani turun tangan dalam menciptakan solusi nyata. Ia meminta agar universitas-universitas besar di Indonesia mampu menjadi lokomotif riset terapan, seperti menciptakan mobil listrik nasional atau mengembangkan varietas tanaman unggul pengganti komoditas impor.

Lebih lanjut, Prabowo menyebut bahwa kemandirian di sektor sains dan teknologi adalah syarat mutlak bagi Indonesia untuk keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah. Ia berjanji akan meningkatkan alokasi dana penelitian dan memberikan insentif khusus bagi perguruan tinggi yang berhasil menciptakan prototipe produk substitusi impor. Pernyataan eksplisit ini sejalan dengan visi pemerintahannya yang menargetkan swasembada pangan, air, dan energi dalam lima tahun ke depan.

Para guru besar yang hadir dalam forum tersebut menyambut baik tantangan tersebut, meskipun mereka menyoroti perlunya konsistensi kebijakan dan hilirisasi hasil penelitian. Diskusi pun berlanjut membahas berbagai hambatan, mulai dari birokrasi pengadaan alat laboratorium hingga minimnya ekosistem venture capital lokal yang mau mendanai riset berisiko tinggi. Apaberita.com akan terus memantau tindak lanjut dari arahan strategis Presiden ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tania-sari

Reporter Teknologi. Reporter AI, gadget, startup, dan transformasi digital.

Comments (0)

User