Presiden Prabowo dan PM India Resmikan Konservasi Candi Prambanan

Langit Yogyakarta siang itu cerah, gamelan mengalun lembut, menyambut dua pemimpin negara di pelataran Candi Prambanan. Presiden Prabowo Subianto dan Perda

Presiden Prabowo dan PM India Resmikan Konservasi Candi Prambanan

Langit Yogyakarta siang itu cerah, gamelan mengalun lembut, menyambut dua pemimpin negara di pelataran Candi Prambanan. Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi tiba sekitar pukul 10.00 WIB, disambut tarian tradisional dan jajaran pejabat Daerah Istimewa Yogyakarta. Keduanya mengenakan busana kasual elegan; Prabowo dalam safari cokelat muda, sementara Modi seperti biasa tampil dengan kurta lengan panjang khas India. Kunjungan ini adalah penanda babak baru hubungan bilateral kedua negara, sekaligus menjadi panggung peresmian Proyek Konservasi Candi Prambanan yang dinanti para arkeolog dan pelaku pariwisata.

Momen Diplomasi Budaya di Atas Relief Kuno

Prabowo dan Modi menyusuri jalur batu candi yang baru saja direnovasi, sesekali berhenti di depan panel relief Ramayana. Prambanan, kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia dan warisan dunia UNESCO, dipilih bukan tanpa alasan. Candi ini merepresentasikan akar sejarah yang kuat antara Nusantara dan peradaban India. Dalam sambutan singkatnya, Presiden Prabowo menekankan arti penting situs tersebut sebagai jembatan peradaban.

“Proyek ini bukan sekadar restorasi fisik. Ini adalah simbol solidaritas dan warisan kami bersama. India dan Indonesia terikat oleh sejarah maritim, spiritual, dan kini oleh komitmen pelestarian,” ujar Prabowo di hadapan hadirin yang terdiri atas diplomat, akademisi, dan komunitas pelestari cagar budaya.

Perdana Menteri Modi, yang berbicara setelahnya, menyebut Prambanan sebagai permata arsitektur yang menginspirasi generasi. Ia mengumumkan bahwa pemerintah India akan terus mendukung proyek konservasi tahap kedua melalui bantuan teknis dan hibah sebesar USD 12 juta dari Indian Heritage Development Fund.

Proyek Konservasi Senilai USD 20 Juta

Proyek yang dimulai sejak akhir tahun lalu ini meliputi pembersihan mikroorganisme pada permukaan batu, perbaikan sistem drainase, serta pemasangan sensor gempa di 47 titik. Total anggaran mencapai USD 20 juta, yang sebagian besar berasal dari pinjaman lunak Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) dan dikombinasikan dengan dana APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum. Saat ini, progres fisik sudah mencapai 65 persen dan ditargetkan rampung pada kuartal ketiga 2026.

  • Restorasi 224 stupa dan 3 candi utama (Siwa, Brahma, Wisnu)
  • Digitalisasi 1.200 panel relief berteknologi LIDAR
  • Pembangunan pusat interpretasi baru seluas 2.000 meter persegi
  • Pemasangan sistem peringatan dini gempa berbasis AI

Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta, Dr. Ratna Sari, yang mendampingi kedua pemimpin, menjelaskan bahwa tantangan terbesar adalah mengelola kelembapan air tanah yang terus meningkat. “Kami menggunakan teknik grouting terkini yang dikembangkan bersama para ahli dari Archaeological Survey of India. Metode ini dapat memperpanjang umur batu andesit hingga 40 tahun lebih lama,” jelasnya.

AspekSebelum ProyekSesudah Proyek
Kunjungan wisatawan per hari4.500 orang6.000 orang (proyeksi)
Kelembapan rata-rata batu78%55%
Sistem drainaseManual, sering bocorOtomatis tersambung sensor
Durasi tur digital020 menit VR experience

Dampak Ekonomi dan Pariwisata

Pemerintah Daerah Yogyakarta menaruh harapan besar pada rampungnya proyek ini. Dengan peningkatan kapasitas tampung dan fasilitas interpretasi yang lebih modern, jumlah kunjungan diperkirakan melonjak 25 persen. Gubernur DIY, dalam kesempatan terpisah, menyebut proyek ini sebagai katalisator kebangkitan pariwisata pasca-pandemi. “Kami menargetkan Prambanan dapat berkontribusi hingga 18 persen dari total pendapatan sektor pariwisata DIY pada 2027,” katanya.

Yang lebih menarik, kedua pemimpin sepakat membuka akses riset bersama bagi mahasiswa arkeologi dan teknik sipil dari universitas di Indonesia dan India. Kolaborasi ini mencakup beasiswa pertukaran pelajar untuk mendalami konservasi berbasis teknologi.

Usai peresmian, Prabowo dan Modi menanam pohon bodhi di halaman pusat interpretasi—simbol pengetahuan dan kelanggengan hubungan antarbangsa. Mereka kemudian menikmati santap siang dengan menu nasi liwet dan sate klathak di pendopo yang menghadap langsung ke siluet candi. Di meja makan itulah, rencana pameran artefak Majapahit di New Delhi dan pameran artefak Gupta di Jakarta mulai dibahas secara informal. Kerja sama budaya dua negara dengan ikatan sejarah ribuan tahun ini, tampaknya baru saja memasuki bab yang paling konkret.

[SOCIAL_TWEET]: Prabowo dan PM India Narendra Modi resmikan Proyek Konservasi Candi Prambanan di Yogyakarta. Investasi USD 20 juta, pusat interpretasi baru, dan beasiswa riset bersama. Warisan dunia kian terawat. #Prambanan #PrabowoModi #DiplomasiBudaya[SOCIAL_TG]: 🇮🇩🤝🇮🇳 Presiden Prabowo dan PM Modi resmikan proyek konservasi Candi Prambanan. USD 20 juta untuk pelestarian warisan dunia. Prambanan siap sambut lebih banyak wisatawan!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User