Prancis Catat 1.000 Kematian Selama Gelombang Panas Ekstrem, 85% Lansia

Paris - Gelombang panas ekstrem yang menyelimuti Eropa Barat telah menimbulkan korban jiwa signifikan di Prancis. Badan Kesehatan Masyarakat Prancis (Santé Publique France) mengonfirmasi lebih dari

Jul 07, 2026 - 23:33
0 0
Prancis Catat 1.000 Kematian Selama Gelombang Panas Ekstrem, 85% Lansia

Paris - Gelombang panas ekstrem yang menyelimuti Eropa Barat telah menimbulkan korban jiwa signifikan di Prancis. Badan Kesehatan Masyarakat Prancis (Santé Publique France) mengonfirmasi lebih dari 1.000 kematian terjadi sejak dimulainya periode suhu tinggi yang memecahkan rekor pada akhir Juni lalu.

Data yang dirilis pada Minggu (28/6/2026) menunjukkan angka kematian tambahan yang belum dikonsolidasi ini jauh di atas rata-rata bulanan sebelumnya. Daerah-daerah yang ditetapkan dalam status siaga merah gelombang panas menjadi wilayah paling terdampak.

"Sejak 24 Juni, sekitar 1.000 kematian tambahan (angka yang belum dikonsolidasikan) telah diamati dibandingkan dengan kematian yang tercatat pada bulan-bulan sebelumnya," demikian pernyataan resmi Santé Publique France yang dikutip Apaberita.com dari AFP.

Lansia Paling Rentan

Analisis lebih lanjut mengungkap kerentanan kelompok usia lanjut. Sebanyak 85 persen dari total kematian yang tercatat selama gelombang panas ini dialami oleh warga berusia 65 tahun ke atas. Temuan ini menegaskan kembali tantangan perlindungan kesehatan lansia saat suhu ekstrem melanda, terutama di negara dengan populasi menua seperti Prancis.

Pihak berwenang sebelumnya telah mengeluarkan serangkaian imbauan dan langkah darurat, termasuk membuka pusat pendingin, mendistribusikan air minum, serta memobilisasi tenaga kesehatan untuk memantau kondisi para manula yang tinggal sendiri. Namun, angka kematian yang menembus ribuan ini tetap menjadi pukulan telak bagi sistem kesehatan masyarakat.

Eropa di Bawah Suhu Mendidih

Gelombang panas yang melanda Prancis merupakan bagian dari fenomena cuaca ekstrem yang menerjang Eropa Barat. Sejumlah negara seperti Spanyol, Italia, dan Jerman juga melaporkan lonjakan suhu hingga di atas 40 derajat Celsius. Para ilmuwan iklim telah lama memperingatkan bahwa perubahan iklim akan meningkatkan frekuensi dan intensitas gelombang panas di benua tersebut, mengubahnya menjadi ancaman tahunan yang mematikan.

Santé Publique France menekankan bahwa angka 1.000 kematian ini masih bersifat sementara dan dapat bertambah seiring proses verifikasi data di seluruh fasilitas kesehatan dan rumah sakit. Pemerintah Prancis diperkirakan akan mengevaluasi kembali protokol tanggap darurat untuk melindungi kelompok rentan menjelang puncak musim panas yang diprediksi masih akan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan.

Apaberita.com terus memantau perkembangan situasi di Eropa dan dampak gelombang panas terhadap kesehatan masyarakat global.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
putri-anggraini

Fact Checker. Memverifikasi klaim publik dan informasi viral.

Comments (0)

User