Pramono Anung Bertemu Teddy Wijaya Bahas Sinergi Pusat-Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melangsungkan pertemuan dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di Kompleks Sekretariat Kabinet, Jakarta Pusat, pada Senin (27/7/2026). Pertemuan yang berlangsu...
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melangsungkan pertemuan dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di Kompleks Sekretariat Kabinet, Jakarta Pusat, pada Senin (27/7/2026). Pertemuan yang berlangsung secara tertutup ini menjadi yang pertama sejak Pramono resmi dilantik sebagai orang nomor satu di Ibu Kota.
Agenda Utama di Balik Pertemuan
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis yang menyangkut percepatan pembangunan Jakarta pasca-pemindahan Ibu Kota Negara ke Nusantara. Seskab Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa Pemerintah Pusat berkomitmen penuh untuk memastikan Jakarta tetap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
"Jakarta tidak boleh kehilangan daya saingnya. Kami di pemerintah pusat akan terus mendampingi dan mendukung penuh program-program prioritas Pemprov DKI," ujar Teddy usai pertemuan.
Isu Penataan Transportasi dan Banjir
Dalam rapat koordinasi yang berlangsung selama hampir dua jam itu, kedua pemimpin juga membahas isu krusial penataan transportasi publik dan pengendalian banjir. Gubernur Pramono Anung menyampaikan bahwa Jakarta membutuhkan dukungan regulasi dan anggaran yang lebih terintegrasi dengan kementerian terkait. Hal ini terutama menyangkut percepatan pembangunan MRT Fase 3 serta normalisasi sungai yang kerap terkendala di lapangan.
"Kami sudah memiliki cetak biru yang jelas. Tinggal bagaimana mensinkronkan antara rencana aksi daerah dengan program strategis nasional. Pertemuan ini adalah langkah awal yang konstruktif," ucap Pramono.
Penguatan Tata Kelola dan Pelayanan Publik
Selain infrastruktur, isu tata kelola pemerintahan dan digitalisasi pelayanan publik turut menjadi sorotan. Sekretaris Kabinet menekankan perlunya integrasi data antara pemerintah daerah dan pusat guna menekan kebocoran anggaran serta meningkatkan kualitas layanan dasar. Keduanya sepakat akan membentuk satuan tugas bersama yang bertugas menyinkronkan kebijakan teknis dalam waktu dekat.
"Tidak boleh ada lagi ego sektoral. Semua harus mengacu pada prinsip efektivitas dan efisiensi. Jakarta sebagai barometer pelayanan publik nasional harus menjadi contoh," tegas Teddy di hadapan awak media.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan komitmen untuk menggelar rapat tindak lanjut paling lambat Agustus 2026. Kedua belah pihak optimistis sinergi yang terbangun akan mempercepat realisasi program-program prioritas yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI Jakarta 2025--2030.
Comments (0)