Pramono Anung Beberkan Proyek Jakarta Siap Diresmikan Bersama

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyampaikan bahwa sejumlah proyek pembangunan strategis di DKI Jakarta akan segera memasuki tahap peresmian dalam waktu dekat. Pernyataan ini disampaikan usai melakuk...

Pramono Anung Beberkan Proyek Jakarta Siap Diresmikan Bersama

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyampaikan bahwa sejumlah proyek pembangunan strategis di DKI Jakarta akan segera memasuki tahap peresmian dalam waktu dekat. Pernyataan ini disampaikan usai melakukan pertemuan tertutup dengan Kepala Staf Kepresidenan Teddy Indra Wijaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (27/7/2026). Pertemuan tersebut secara khusus membahas percepatan penyelesaian proyek-proyek strategis di Ibu Kota yang melibatkan kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Kami telah berkoordinasi secara intensif dengan Pemprov DKI dan sejumlah kementerian teknis untuk memastikan proyek-proyek ini selesai tepat waktu dan dapat diresmikan secara bersama-sama," kata Pramono dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (27/7). "Peresmian bersama ini merupakan simbol sinergi pusat dan daerah dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang berkelanjutan," tegasnya.

Empat Proyek Prioritas Masuk Tahap Akhir

Berdasarkan data yang dihimpun, sedikitnya empat proyek besar telah mencapai progres di atas 95 persen dan siap dioperasikan. Proyek pertama adalah perluasan jalur MRT Jakarta fase 2A dari Bundaran HI hingga Stasiun Kota sepanjang 5,8 kilometer. Pembangunan infrastruktur utama, termasuk sistem persinyalan dan jalur rel, telah rampung sepenuhnya dan kini tengah menjalani uji coba operasional terbatas yang ditargetkan selesai pada akhir Agustus 2026. Proyek ini dikerjakan dengan skema pembiayaan bersama antara APBN melalui Lembaga Manajemen Aset Negara dan APBD DKI Jakarta.

Proyek kedua adalah revitalisasi kawasan Monumen Nasional dan area sekitarnya yang mencakup penataan plaza, perluasan ruang terbuka hijau, jalur pedestrian, serta revitalisasi kawasan parkir bawah tanah. Proyek yang menelan total investasi sebesar Rp1,2 triliun ini didanai melalui kombinasi APBN dan APBD DKI, serta diharapkan mampu meningkatkan daya tarik kawasan wisata sejarah nasional tersebut.

Adapun proyek ketiga adalah pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Marunda dan Rorotan, Jakarta Utara, yang menyediakan total 2.400 unit hunian. Seluruh unit diperuntukkan bagi warga relokasi program penataan kawasan dan masyarakat berpenghasilan rendah yang telah melalui proses verifikasi oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman DKI Jakarta. Masing-masing unit telah dilengkapi dengan fasilitas air bersih, listrik, serta akses transportasi umum terintegrasi.

Proyek keempat yang juga siap diresmikan adalah penataan kawasan Kota Tua sebagai destinasi wisata sejarah berstandar internasional. Revitalisasi ini meliputi pemugaran gedung-gedung tua, penataan jalur pedestrian, pembangunan pusat informasi wisata, serta penataan ulang area parkir dan akses kendaraan. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum telah menyelesaikan tahap konstruksi utama, sementara Pemprov DKI menyelesaikan penataan elemen pendukung seperti lanskap dan fasilitas publik.

Dukungan Penuh Istana untuk Percepatan Pembangunan Jakarta

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Staf Kepresidenan Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap percepatan pembangunan di Jakarta. Menurutnya, Presiden telah memerintahkan agar proyek-proyek di Jakarta menjadi prioritas mengingat peran Ibu Kota sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi nasional. "Bapak Presiden menekankan agar tidak ada lagi proyek mangkrak di Jakarta. Semua harus jelas tenggat waktunya dan akuntabel pengelolaannya," ujar Teddy menirukan arahan Presiden.

Teddy menambahkan bahwa rapat koordinasi antara Seskab dan Kepala Staf Kepresidenan akan terus dilakukan secara berkala guna memantau kemajuan proyek-proyek prioritas, tidak hanya di Jakarta tetapi juga di daerah penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. "Kami tidak ingin pembangunan di Jakarta tidak terkoneksi dengan kawasan sekitarnya. Semua harus terintegrasi dalam satu perencanaan kawasan metropolitan yang solid," jelasnya.

Peresmian Dijadwalkan Agustus, Tanpa Seremoni Berlebihan

Pramono Anung menjelaskan bahwa peresmian tahap awal dijadwalkan berlangsung pada pekan ketiga atau keempat Agustus 2026, disesuaikan dengan ketersediaan jadwal Presiden dan Gubernur DKI Jakarta. Ia menekankan bahwa peresmian akan dilakukan secara bertahap dengan format yang efisien dan menghindari seremoni yang berlebihan. "Esensinya adalah manfaat langsung yang bisa dirasakan oleh warga Jakarta, bukan seremoni yang menghabiskan anggaran," tegas Pramono.

Pramono juga memastikan bahwa seluruh proyek yang akan diresmikan telah melalui proses audit teknis dan lingkungan oleh instansi terkait. "Tidak ada satu pun proyek yang kami resmikan tanpa melalui pemeriksaan yang ketat. Aspek keselamatan, kelayakan, dan keberlanjutan menjadi syarat mutlak," paparnya. Ia menambahkan, peresmian secara bersama-sama ini akan menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah mampu menghasilkan pembangunan yang berkualitas dan tepat sasaran.

Dengan akan diresmikannya proyek-proyek tersebut, diharapkan mobilitas warga semakin lancar, kualitas lingkungan meningkat, serta wajah Jakarta sebagai kota global semakin kompetitif di tingkat regional dan internasional. (Apaberita/Buffy)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User