Prabowo Tetapkan Tuan Rondahaim Saragih Pahlawan Nasional

Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi menetapkan gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh perjuangan bangsa dalam sebuah upacara kenegaraan yang digelar di Istana Negara pada peringatan Hari P...

Jul 12, 2026 - 02:37
0 0
Prabowo Tetapkan Tuan Rondahaim Saragih Pahlawan Nasional

Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi menetapkan gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh perjuangan bangsa dalam sebuah upacara kenegaraan yang digelar di Istana Negara pada peringatan Hari Pahlawan, 10 November 2024. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 42/KEP/2024 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Salah satu penerima gelar yang mencuri perhatian adalah Tuan Rondahaim Saragih, pejuang dari Tanah Batak yang dijuluki 'Napoleon dari Batak'. Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam konferensi pers usai upacara menyatakan bahwa pemilihan para tokoh ini didasarkan pada peran mereka dalam memperjuangkan kemerdekaan dan kedaulatan bangsa. "Tuan Rondahaim Saragih adalah simbol perlawanan rakyat Batak terhadap kolonialisme Belanda. Strategi perangnya yang cerdik dan kepemimpinannya yang karismatik membuat ia disejajarkan dengan Napoleon Bonaparte," ujarnya.

Perjuangan Tuan Rondahaim Saragih

Tuan Rondahaim Saragih lahir di Desa Pardomuan, Tapanuli Utara, pada tahun 1835. Sejak muda ia telah terlibat dalam perlawanan terhadap pemerintah Hindia Belanda. Ia memimpin pasukan rakyat di kawasan Tapanuli dan sekitarnya, menggunakan taktik gerilya yang efektif. Julukan 'Napoleon dari Batak' disematkan oleh kalangan pers kolonial karena kemampuannya mengatur strategi perang yang sulit ditebak. Dalam berbagai pertempuran, ia berhasil memukul mundur pasukan Belanda meskipun dengan persenjataan yang terbatas. Sejarawan Universitas Sumatera Utara, Prof. Dr. Budi Sayoga, menegaskan bahwa Tuan Rondahaim Saragih merupakan salah satu tokoh kunci dalam Perang Batak (1878–1907). "Ia berhasil menyatukan beberapa marga di Batak untuk melawan penjajah. Perlawanannya berlangsung puluhan tahun dan menjadi inspirasi bagi pergerakan nasional," jelas Prof. Budi Sayoga dalam diskusi sejarah yang digelar di Universitas Sumatera Utara.

Makna Penganugerahan Gelar Pahlawan

Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh ini dinilai sebagai upaya pemerintah untuk mengapresiasi jasa para pejuang yang mungkin belum banyak dikenal publik. Presiden Prabowo dalam sambutannya menegaskan bahwa "Pahlawan Nasional bukan sekadar gelar, tetapi amanat untuk menjaga nilai-nilai perjuangan mereka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara." Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di DPR mendukung penuh keputusan ini. Anggota Komisi X DPR, Ibu Saraswati, menyatakan bahwa "Pengakuan terhadap Tuan Rondahaim Saragih dan sembilan pahlawan lainnya memperkaya narasi sejarah perjuangan Indonesia yang beragam. Ini juga menjadi momentum untuk menggali lebih dalam lokalitas kepahlawanan di daerah." Proses penetapan gelar pahlawan ini melalui serangkaian tahapan, mulai dari usulan masyarakat, kajian akademik oleh Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (DGTT), hingga rapat pleno yang dipimpin oleh Menteri Sekretaris Negara. Keputusan akhir ditandatangani oleh Presiden berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

Daftar dan Dampak Penganugerahan

Selain Tuan Rondahaim Saragih, sembilan tokoh lainnya berasal dari berbagai daerah dan latar belakang perjuangan, antara lain dari Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, dan Maluku. Keputusan Presiden tersebut telah disahkan dalam rapat koordinasi antara Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, serta Sekretariat Negara. Dengan penetapan ini, jumlah Pahlawan Nasional Indonesia bertambah menjadi 206 orang. Pemerintah berharap generasi muda dapat meneladani semangat juang para pahlawan dan terus mengisi kemerdekaan dengan karya nyata. Penganugerahan gelar pahlawan kepada Tuan Rondahaim Saragih juga disambut antusias oleh masyarakat Batak di Tanah Air. Ketua Dewan Adat Batak, Bapak Mangasa Situmeang, menyatakan bahwa "Kami sangat bersyukur dan bangga. Ini adalah pengakuan negara terhadap perjuangan leluhur kami yang selama ini mungkin hanya dikenal di kalangan akademisi." Acara penganugerahan berlangsung khidmat dengan pengibaran bendera Merah Putih dan pembacaan sejarah perjuangan masing-masing pahlawan. Presiden Prabowo didampingi Ibu Negara, para menteri Kabinet Merah Putih, serta pimpinan lembaga negara turut hadir dalam upacara tersebut. Menindaklanjuti keputusan ini, Kementerian Sosial direncanakan akan menggelar seminar dan pameran sejarah tentang perjuangan para pahlawan baru di berbagai daerah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User