Prabowo Subianto Lantik 35 Pejabat dan Dubes Baru
Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengambil sumpah dan melantik 25 pejabat negara serta 10 Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh di Istana Negara, Jakarta, pada Senin pagi. Prosesi kenegaraan ...
Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengambil sumpah dan melantik 25 pejabat negara serta 10 Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh di Istana Negara, Jakarta, pada Senin pagi. Prosesi kenegaraan yang berlangsung khidmat ini menandai penyegaran sejumlah pos strategis di lingkup pemerintahan dan perwakilan diplomatik Indonesia di luar negeri.
Berdasarkan Keputusan Presiden yang dibacakan oleh Sekretaris Militer, pelantikan tersebut mencakup jabatan tinggi madya dan pratama di berbagai kementerian, lembaga pemerintah nonkementerian, serta misi diplomatik di kawasan Asia, Eropa, Afrika, dan Amerika. Sebanyak 35 figur dilantik setelah melalui proses seleksi dan pertimbangan matang oleh tim penilai akhir presiden.
Rincian Jabatan Strategis yang Diisi
Dari total pelantikan, 25 pejabat negara menempati posisi eselon I dan II yang dinilai krusial bagi kelancaran program prioritas nasional. Beberapa pos yang diisi antara lain Sekretaris Jenderal di Kementerian Pertahanan, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Kepala Badan Intelijen Negara, serta sejumlah deputi di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Selain itu, pos Inspektur Jenderal di tiga kementerian dan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah juga turut dilantik.
Presiden menegaskan bahwa pengangkatan ini merupakan bagian dari upaya membangun tata kelola pemerintahan yang responsif dan bebas dari praktik korupsi. "Saya tidak akan memberi toleransi terhadap penyimpangan sekecil apa pun," ujar Presiden dalam sambutannya di hadapan para pejabat yang baru dilantik.
Daftar Duta Besar dan Negara Penempatan
Sepuluh Duta Besar yang dilantik akan bertugas di negara-negara sahabat yang memiliki hubungan strategis dengan Indonesia. Mereka adalah para diplomat karier dan nonkarier yang dinilai memiliki kapasitas untuk memperkuat diplomasi ekonomi, politik, dan budaya. Adapun negara penempatan meliputi Amerika Serikat, Republik Rakyat Tiongkok, Jepang, Arab Saudi, Australia, Inggris Raya, Belanda, Afrika Selatan, Brasil, dan Turki.
Menteri Luar Negeri yang hadir dalam pelantikan tersebut menyatakan bahwa penempatan ini diharapkan dapat meningkatkan kerja sama bilateral di bidang perdagangan, investasi, dan pertahanan. "Para duta besar adalah ujung tombak diplomasi Indonesia di era persaingan global yang semakin kompleks," kata Menteri Luar Negeri.
Amanat Presiden: Integritas dan Pengabdian
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menekankan tiga pilar utama yang wajib dipegang oleh seluruh pejabat dan duta besar: integritas tanpa kompromi, profesionalisme tinggi, dan pengabdian total kepada bangsa dan negara. Ia mengingatkan bahwa jabatan yang diemban adalah amanah rakyat yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Presiden juga meminta agar setiap pejabat segera menyusun rencana kerja 100 hari pertama yang selaras dengan Asta Cita, visi besar pemerintahan. "Jangan ada yang bekerja setengah hati. Saudara-saudara dipilih karena kemampuan, bukan karena kedekatan," tegas Presiden di hadapan para tamu undangan yang terdiri dari para menteri Kabinet Indonesia Maju, pimpinan lembaga tinggi negara, dan keluarga para pejabat yang dilantik.
Acara pelantikan ditutup dengan ucapan selamat dari tamu undangan dan sesi foto bersama di pelataran Istana Merdeka. Serangkaian prosesi protokoler kenegaraan berjalan lancar di bawah pengawalan ketat Pasukan Pengamanan Presiden. Dengan dilantiknya 35 pejabat baru ini, diharapkan roda pemerintahan dan diplomasi Indonesia semakin solid dalam menghadapi tantangan domestik maupun internasional sepanjang tahun 2026 mendatang.
Baca juga:
Comments (0)